Kasus Berjalan Di Tempat, Inilah Alasan Sebenarnya Kenapa Berkas Perkara RB 3 Kali Dikembalikan JPU Kejati NTT -->

Kasus Berjalan Di Tempat, Inilah Alasan Sebenarnya Kenapa Berkas Perkara RB 3 Kali Dikembalikan JPU Kejati NTT

Jumat, Maret 04, 2022

    Inilah Alasan Sebenarnya Kenapa Berkas Perkara RB 3 Kali Dikembalikan JPU Kejati NTT. selain itu, Kasus ini Berjalan di tempat.

    Benny Karyanto Manu Taopan, SP.,SH.,MH (Kuasa Hukum Randy Badjideh)


    Kupang-Bebasbicara-Kuasa Hukum Randy Badjideh Benny Karyanto Manu Taopan, SP.,SH.,MH, kembali mengomentari 3 kali pengembalian Berkas perkara kasus pembunuhan Ibu dan anak di kupang yang dilakukan JPU ke Penyidik Polda NTT.

    Menurut Benny, Pengembalian Berkas yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT itu karena JPU tidak mau ambil resiko.

    Selain itu, Benny juga mengatakan Pengembalian berkas perkara oleh JPU Ke penyidik Polda NTT juga disebabkan karena keterbatasan Saksi dan Barang Bukti

    Kenapa saya bilang begitu, karena pasal-pasal yang dilekatkan kepada Klien kami yaitu RB, kan harus dia punya alat bukti itu minimal bisa mendukung unsur-unsur dalam pembuktian di pengadilan,” Ujar Benny Taopan dalam sebuah Video melansir dari Kupangterkini.com, Jumat (4/3/2022)

    Benny menjelaskan Berkas yang dilimpahkan penyidik Polda NTT tidak kuat untuk menjadi pembuktian di pengadilan. Kalau JPU memaksakan diri untuk menerima maka hal itu sangat beresiko.

    Kalau kita baca keterangan dari kejaksaan itu bahwa petunjuk yang dia kasih ke penyidik itu dalam P19 itu belum dipenuhi sama sekali, belum ada perubahan dan karena belum ada perubahan itu biasanya juga ada peraturan kejaksaan itu memberi catatan, bahwa harus berdasarkan fakta yang sebenarnya,” Lanjut Benny

    Benny pun berasumsi bahwa Kasus pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang yang dilakukan Randy Badjideh ini jalan ditempat atau tidak ada kemajuan.

    Menurutnya, tidak adanya perkembangan dalam penyelesaian kasus ini disebabkan karena penggunaan pasal terhadap RB yakni pasal 338 dan Pasal 340. diantara pasal ini yang tidak memenuhi unsur.

    Yang kita ketahui bersama bahwa pelaku kan cuma satu, dan hasil forensik, keterangan ahli itu mengatakan bahwa kematian kedua kekasih kita (Astri dan Lael) itu akibat kehabisan Oksigen, dan keterangan klien kami itu akibat cekik. Begitu, kalau misalnya soal pelaku cuma satu dan karena kehabisan okseigen akibat cekik, apakah itu berencana,” Ujar Benny Taopan

    Lebih lanjut Benny Taopan menjelaskan terkait Isu yang berkembang bahwa RB bukan pelaku sebenarnya. Hal itu dijelaskan Benny harus ada pembuktian bahwa RB telah berbohong dan itu mesti dibuktikan.

    Dalam Video itu, Benny Taopan juga menyinggung Hasil Investigasi yang dilakukan Buang Sine. Menurutnya Data-data yang disampaikan BS setelah ditelusuri ternyata tidak bisa dibuktikan.

    Bs iya, sudah di Konfrontir. Semua analisa dia, semua data-data yang dia serahkan itukan, itu sudah di Konfrontir dan dicari kebenarannya dan ternyata data-data itu tidak bisa dibuktikan oleh dia,” Kata Benny

    Seperti pesan seseorang yang terjadi di Malaka atau Atambua, yang berencana membunuh si Randy, Lanjut Benny, Setelah dilakukan penyelidikan ternyata orang itu berbohong kepada Dia (BS).

    Benny Kemudian menjelaskan apakah Penolakan Berkas oleh JPU dan Isu-isu yang berkembang dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi Pihaknya, Benny memilih menjawab dengan Profesional yakni Mencari keadilan dan kebenaran bukan soal membela Kliennya.

    Kami sebagai Lawyer, sebagai pengacara, penasehat hukum itu, itukan amanat undang-undang Advokat itu, itu mencari keadilan dan kebenaran bukan soal membela klien kami dalam perbuatan-perbuatan pidananya bukan. Yang pasti bahwa apa yang terbaik sesuai dengan perbuatannya itu harus dipertangung jawabkan,” Kata Benny