Buronan Sejak 2016, Koruptor Pembangunan Dermaga Alor Rp 20 Miliar Ahirnya Ditangkap Di Aceh -->

Buronan Sejak 2016, Koruptor Pembangunan Dermaga Alor Rp 20 Miliar Ahirnya Ditangkap Di Aceh

Patung Bernyawa
Kamis, Maret 17, 2022

    Dalam pengerjaan Dermaga di Kabupaten Alor yang menghabiskan anggaran sebesar 20,5 Miliar itu, Ramlan diduga menggelapkan sebanyak Rp 4,3 Miliar berdasarkan total kerugian Negara hasil Audit BPKP.

    Buronan Sejak 2016, Koruptor Pembangunan Dermaga Alor Rp 20 Miliar Ahirnya Ditangkap Di Aceh
    Tersangka Korupsi Pembangunan Dermaga Bakalan, di Alor, NTT


    Harianflo-Terpidana Korupsi pembangunan Dermaga Bakalan di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ahirnya berhasil diciduk setelah Buron sejak 2016.

    Direktur PT Mina Fajar Abadi bernama Ramlan yang dipercaya mengerjakan proyek pembangunan Dermaga di Kabupaten Alor itu ditangkap di Kota Banda Aceh.

    Ramlan diketahui sempat lama menjadi buronan sebelum ditangkap Tim Tabur Kejati Aceh, di Kediamannya, Desa Gampong Mulia, Kota Banda Aceh, (15/3/2022) Sore.

    Terpidana Ramlan sudah kita Intai sekitar satu minggu sebelum ahirnya kita tangkap,” Ujar Asisten Intelijen Kejati Aceh, Mohamad Rohmadi kepada Wartawan, Rabu (16/3/2022)

    Menurut Rohmadi, Ramlan diduga melakukan korupsi pembangunan Dermaga Bakalan di Alor, NTT yang menghabiskan anggaran sebesar 20,5 Miliar.

    Berdasarkan DIPA Satker pengembangan Daerah Khusus Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal TA 2014, pagu anggaran proyek tersebut sebesar Rp 21 Miliar

    Namun, dalam pengerjaannya PT Mina Fajar Abadi diduga melakukan penyelewengan dana. Berdasarkan Audit BPKP perwakilan NTT, kerugian Negara dalam kasus tersebut sebesar Rp 4,3 Miliar

    Berdasarkan putusan Mahkamah Agung nomor 2182/K/PID.SUS/2016 tertanggal 7 Desember 2016, Ramlan divonis 4 Tahun penjara dan denda Rp 100 Juta serta uang pengganti Rp 200 Juta,” Lanjut Rohmadi

    Rohmadi menjelaskan, Ramlan selama ini dinyatakan Buron oleh Kejati NTT, setelah adanya penangkapan ini, Ramlan akan diserahkan ke Kejati NTT untuk proses lebih lanjut.

    Kejaksaan Tinggi Aceh sekarang lagi menunggu Tim dari Kejaksaan Tinggi NTT yang sedang menuju ke Aceh untuk menjemput Ramlan,” Tutup Rohmadi