Uang Rp 3 Miliar Raib di Bank Bukopin, Korban Datangi Polda NTT Karena Diduga Jadi Sarang Mafia Perbankan -->

Uang Rp 3 Miliar Raib di Bank Bukopin, Korban Datangi Polda NTT Karena Diduga Jadi Sarang Mafia Perbankan

Patung Bernyawa
Jumat, Februari 11, 2022

    Kapolda NTT Kembali ditantang dengan kasus hilangnya Uang Rp 3 Miliar milik nasabah atas nama Rebaca Adu Tadak di Bank Bukopin Cabang Kupang.


    Rebaca Adu Tadak bersama Kuasa Hukum saat mendatangi Mapolda NTT (10/2/2022)


    Bebasbicara-Kupang-Kuasa Hukum Rebaca Adu Tadak, Agustinus Nahak, SH.,MH menantang Polda NTT untuk membongkar Sindikat pemufakatan jahat di Bank Bukopin Cabang Kupang.

    Melansir dari Beritanasional.id, Kuasa Hukum Korban meminta Bank Bukopin dan PT Mahkota Properti Indo Permata Jakarta bertanggung jawab atas hilangnya Uang Rp 3 Miliar milik Nasabah Bank Bukopin bernama Rebaca Adu Tadak

    Menurut Agustinus Nahak, Kasus itu sangat luar biasa dan Polda NTT diminta harus berani membongkar sindikat atau motif dari kejahatan dalam perbankan yang tersistematis ini.

    “Ini kasus yang luar biasa dan Kapolda NTT harus berani membongkar sindikat atau motif dari kejahatan yang tersistematis, terstruktur dan yang kami lihat ini adalah pemifakatan jahat yang di lakukan oleh Bank Bukopin dan PT Mahkota Properti Indo Permata Jakarta,” Ujar Agustinus Nahak, Kamis (10/2/2022)

    Agus mengaku, Sebagai Kuasa Hukum, pihaknya mendatangi Polda NTT untuk membuka kembali kasus uang raib milik klieannya di Bank Bukopin Cabang Kupang sebesar Rp 3 Miliar.

    “Uang Klien saya yang saat ini tidak ada ujungnya dan tidak ada pertanggungjawabannya, dan alasan kenapa kami bersurat kepada Bapak Kapolda NTT sebelum dihentikan di buka kembali,” Ujar Agus

    “Karena kasus ini bukan hanya urusan Ditreskrimum tetapi urusan dengan badan hukum perbankan. Oleh karena itu saya harap Bank Bukopin harus bertanggung jawab,” Lanjut Agustinus Nahak

    Selain Agustinus Nahak, Kuasa Hukum Korban lainnya yakni Yulianus Bria Nahak menambahkan perlunya perlindungan hukum terhadap Nasabah Bank.

    Hal itu Menurutnya. sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen dan merupakan jaminan pasti hukum yang diberikan pihak Bank kepada Nasabah.

    Yulius Melanjutkan, sesuai dengan undang-undang perlindungan Konsumen, maka Bank selaku pelaku usaha berkewajiban melayani nasabah secara benar dan jujur serta memberikan Informasi yang benar, Jelas dan Jujur.

    “Merujuk pada UU jelas bahwa Bank Bukopin harus bertanggung jawab atas permasalahan ini. Bukan lepas tangan dari masalah ini, karena Klien kami tidak tahu menahu dengan PT Mahkota. Kenapa?, karena Uang sebesar Rp 3 Miliar itu ditabung pada Bank Bukopin bukan PT Mahkota,” Tegas Yulius Bria Nahak