Tidak Mau Terjebak, Inilah Alasan JPU Dua Kali Kembali Berkas Ke Polda NTT, Tidak Sesuai dan Ada Pasal Yang Dipaksakan -->

Tidak Mau Terjebak, Inilah Alasan JPU Dua Kali Kembali Berkas Ke Polda NTT, Tidak Sesuai dan Ada Pasal Yang Dipaksakan

Sabtu, Februari 12, 2022

    Jaksa tidak mau Ambil resiko, sehingga dia benar-benar meyakinkan bahwa berkas yang diserahkan ke JPU sudah harus memiliki kesesuaian dengan unsur pada pasal-pasal itu.

    Kuasa Hukum Randy Badjideh, Benny Karyanto Manu Taopan, SP., SH., MH

    Bebeasbicara-Kupang- Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang rupanya masih menjadi perhatian Publik terutama setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT kembali menolak berkas dari Penyidik Polda NTT.

    Penolakan berkas yang dilakukan Jaksa ini pun sontak memunculkan berbagai Narasi di tengah masyarakat terkait bagaimana Kinerja penyidik Polda NTT dalam menyelidiki penyebab kematian Astri dan Lael yang sebenarnya.

    Termasuk bagaimana Randy membunuh, pengakuannya di hadapan penyidik, hasil rekonstruksi serta hasil Otopsi pada Jasad Korban Astri dan Lael.

    Sudah jelas bahwa Randy mengakui perbuatannya, dia juga telah memperagakan caranya membunuh pada Rekonstruksi. Lalu apa masalah yang membuat JPU tetap menolak berkasnya, bukankah Randy sudah mengatakan bahwa dia adalah tersangka kasus itu?

    Pertanyaan-pertanyaan seperti itu bertebaran bebas di media sosial saat ini. Membuat kerja Polisi semakin besar karena mereka, bukan hanya sedang gigih membuktikan Randy adalah tersangka namun juga mengcounter narasi-narasi publik yang bersileweran di Medsos.

    Belum lagi Polisi didesak oleh para Aktivis yang hampir setiap hari kita lihat melakukan Aksi Demo berjilid-jilid, menuntut pengungkapan kasus ini secara terang benderang.
    Kuasa Hukum RB Beberkan Alasan Jaksa Menolak Berkas Polda NTT

    Bukan hanya Pihak Korban, Pihak Tersangka pun seolah sedang menertawakan kerja polisi saat ini. Dua kali pengembalian berkas oleh JPU Kejati NTT adalah pukulan keras buat penyidik Polda NTT.

    Hal itu terlihat dari penyampaian Kuasa Hukum Randy Badjideh, Benny Karyanto Manu Taopan, SP.,SH.,MH dalam sebuah wawancara Eksklusif yang disiarkan Kupangterkini.com

    Dalam sebuah tayangan Video Benny Taopan mengatakan, pengembalian Berkas Kasus pembunuhan Ibu dan Anak yang dilakukan Kliennya JPU Kejati NTT kepada Penyidik Polda NTT sebanyak dua kali merupakan Hal yang wajar. Namun, hal itu tentu memiliki alasan.

    Dalam Video berdurasi 15,47 menit itu Benny menjelaskan, jika jaksa mengembalikan berkas, itu berarti antara pasal yang digunakan alat buktinya ada yang tidak sesuai karena menurut Jaksa itu masih lemah.

    Kalau kami memandang soal pengembalian berkas pra proses penuntutan itu sebenarnya hal yang wajar, tetapi kami juga sebenarnya sudah menduga, karena kami juga menguasai secara baik soal materi dari tindak pidana ini,” ujar Benny seperti dikutip, Sabtu (12/2/2022)

    Benny mengatakan, penggunaan Pasal yang dilekatkan kepada RB yakni Pasal 340 tentang Pembunuhan berencana, Pasal 338 tentang pembunuhan Spontan, serta pasal perlindungan anak. antara pasal dan keterangan saksinya harus mendukung satu sama lain.

    Kalau dikembalikan, ya itu tadi kami bilang, itu sangat wajar. Pasti menurut Jaksa itu masih lemah. Masih mentah,” Ujar Pengacara yang juga Politisi Golkar NTT ini.

    Menurut Benny, pihaknya sudah menduga bahwa Jaksa akan mengembalikan berkas yang dilimpahkan kepada JPU Kejati NTT, namun pihaknya tidak memiliki wewenang untuk menginterfensi terkait penggunaan Pasal yang disematkan Polisi kepada RB.

    Benny mengatakan, pasal terkait kasus kematian itu banyak, ada Pasal Pembunuhan berencana, Penganiayaan yang menyebabkan kematian dan lain sebagainya.

    Jaksa, menurut Benny adalah orang yang nantinya bertugas membuktikan pasal-pasal ini. Apakah pasal seperti pasal pembunuhan berencana didukung dengan dua alat bukti atau tidak.?

    Kalau misalkan, pasal-pasal itu tidak bisa dibuktikan berartikan bukan salah siapa. Sehingga saya rasa jaksa tidak mau Ambil resiko, sehingga dia harus benar-benar meyakinkan bahwa berkas yang diserahkan kepada mereka sudah harus memiliki kesesuaian dengan unsur-unsur pada pasal-pasal itu,” Terang Benny

    Selain itu, Benny Topan juga menyinggung soal penggunaan pasal perlidungan anak yang terdapat dalam berkas perkara Randy Badjideh. Karena seperti diketahui yang membunuh Lael dalam Keterangan tersangka adalah Ibu kandungnya yakni Astri.

    Itu hak penyidik, tapi kami bukan berarti membela perbuatan Klien kami tidak, (tapi membela) hak-hak hukumnya, artinya bahwa dia bersalah tetapi dia juga harus dihukum sesuai porsinya, perbuatannya, jangan lebih dan jangan juga kurang” Ujar Benny

    Kalau memang dia terbukti (melanggar) pasal 340, silahkan di hukum, tetapi mari, alat buktinya mana?, apakah alat bukti itu mendukung unsur-unsur pada pasal 340?, tapi kalau tidak, jangan dipaksakan,” Lanjut Benny

    Diahir Video, Benny berharap agar Proses yang dijalani saat ini tidak berlarut-larut dan cepat diselesaikan serta berkas kasus RB cepat diterima JPU Kejati NTT menjadi P21.