Pembangunan 3 Tempat Wisata Kota Kupang Bukan Ide Jeriko, Tapi Ide PUPR Dalam Mendukung DPSP Labuan Bajo -->

Pembangunan 3 Tempat Wisata Kota Kupang Bukan Ide Jeriko, Tapi Ide PUPR Dalam Mendukung DPSP Labuan Bajo

Patung Bernyawa
Kamis, Februari 24, 2022

    Pembangunan 3 Tempat Wisata di Lepas Pantai Kota Kupang bukanlah Ide Kreativ Jeriko sebagai Wali Kota Tapi Ide Kreativ PUPR untuk mendukung DPSP Labuan Bajo.

    Pembangunan 3 Tempat Wisata Kota Kupang Bukan Ide Jeriko, Tapi Ide PUPR Dalam Mendukung DPSP Labuan Bajo


    Opini-Harianflobamora.com-Pembangunan 3 Tempat Wisata di Kota Kupang adalah Inisiasi Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) pusat sebagai sarana untuk menunjang Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo.

    Hal itu dijelaskan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam Laman Situs Resmi PUPR sejak 25 Februari 2021 lalu dengan take line “Lengkapi DPSP Labuan Bajo, Kementerian PUPR Lakukan Penataan 3 Kawasan Wisata di Kota Kupang NTT”

    Dalam pernyataannya Menteri Basuki mengatakan penataan kawasan di Kota Kupang bertujuan untuk mendukung aktivitas pariwisata yang ada dengan menyediakan Infrastruktur yang nyaman dan Layak.

    Basuki menjelaskan, pembangunan Infrastruktur dilakukan secara terpadu, mulai dari penataan Kawasan, Jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, Sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk dengan mempertimbangkan Aspek lingkungan, Sosial dan Ekonomi.

    “Untuk Pariwisata, pertama yang harus diperbaiki Infrastrukturnya, kemudian Amenitues dan Event, baru Promosi besar-besaran,” Ujar Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono

    Menurut Basuki, Penataan 3 Tempat Wisata di Kota Kupang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) dengan Nilai Kontrak untuk Tahap Pertama mencapai Rp 81 Miliar Rupiah yang bersumber dari APBN Tahun 2020-2021.

    Untuk Penataan Pantai Lai-lai Besi Kopan, Lanjut Basuki dilakukan dengan meningkatkatkan kualitas ruang terbuka, menata PKL dan menghubungkan poros utama (Koridor Pantai) dengan matrial Hardscape.

    Beberapa pekerjaan juga dilakukan di Koridor pantai seluas 1,72 hektare diantaranya, merenovasi pelanuhan lama dengan Konsep Haritage Landmark seluas 111.92 M2, Spot Kuliner, Gazebo di sisi Timur sebanyak 3 Unit, Toilet dan Ground Water Tank, Gerbang, Mechanical Electrical Plumbing (MEP), Sanitari, Lansekap dan bangunan pelengkap lainnya.

    Selanjutnya Penataan Pantai Kelapa Lima dengan mengembalikan View ke arah Pantai, diantaranya memindahkan PKL ke arah Pelabuhan untuk memaksimalkan Ruang terbuka publik serta penataan 3 Koridor Jalan Frans Seda.

    Basuki juga mengatakan, Kawasan Koridor 3 Jalan Frans Seda akan dilengkapi dengan Drainase sepanjang 216,77 Meter. Sedangkan Pendestrian menggunakan Batu Andesit dan Slap. Gazebo Sasando 8 Unit, Lampu Jalan, Bangku, Mini Theater terbuka, dan Fasilitas lainnya.

    Jika menyimak apa yang dijelaskan oleh Menteri PUPR ini, Jelas Bahwa pembangunan 3 Kawasan Wisata di Kota Kupang semata-mata untuk menujang Destinasi Wisata utama yang berada di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

    Namun, menteri PUPR juga mengharapkan, dengan adanya kawasan Wisata yang bernuansa Lokal ini bisa meningkatkan Ekonomi Masyarakat Kota Kupang, selain tentunya keberadaan Kawasan Wisata itu bisa dinikmati oleh Warga Kota Kupang.

    Menurut Penulis, ada beberapa pihak yang berupaya menggiring Opini Jika pembangunan Kawasan Wisata di Kota Kupang sebagai Jiripaya Jefri Riwu Kore sebagai Wali Kota. Tujuannya tentu Kepentingan 2024.

    Padahal, pembangunan ini tidak melibatkan Pemkot Sama Sekali bahkan anggaran pembangunannya juga 100% menggunakan APBN, dibawah naungan Kementerian PUPR.