Kita Harus Tolong. Jangan Lupakan Jasa Ukraina Saat Indonesia Tidak Ada Negara Yang Membantu -->

Kita Harus Tolong. Jangan Lupakan Jasa Ukraina Saat Indonesia Tidak Ada Negara Yang Membantu

Jumat, Februari 25, 2022

    Saat Indonesia membutuhkan Dukungan Internasional, Ukraina adalah Negara pertama di Dunia yang mengusulkan pembahasan Kemerdekaan Indonesia di bahas dalam Rapat Dewan Keamanan PBB tahun 1946-1949.
    Kita Harus Tolong. Jangan Lupakan Jasa Ukraina Saat Indonesia Tidak Ada Negara Yang Membantu


    Internasional-Harianflobamora.com- Konflik militer yang terjadi antara Rusia dan Ukraina menjadi pusat perhatian dunia saat ini. Ada yang bahkan beranggapan bahwa Konflik ini bisa jadi pemicu perang Dunia ketiga kedepannya.

    Akan tetapi, masih banyak Negara yang mengharapkan agar Konflik antara Rusia dan Ukraina ini bisa di selesaikan dengan cara-cara Diplomasi tanpa menggunakan pendekatan Militer yang Justru akan mengganggu stabilitas keamanan Dunia.

    Pengamat Indonesia Suzie Sudarman yang juga menginginkan Konflik itu mereda menilai Indonesia harus bisa menjembatani kedua Negara.

    Suzie menilai, Indonesia bisa mencoba melakukan Diplomasi dengan Rusia untuk menyelamatkan Warga Ukraina. Karena menurutnya, Warga yang tidak bersalah disana bisa menjadi Korban konflik Kepentingan Ekonomi Eropa Barat dan Ketakutan Amerika Serikat atas Perang Nuklir

    Suzie pun mengisahkan bagaimana Ukraina dahulu pernah menjadi Negara pertama yang membantu Indonesia dalam meraih Kemerdekaan dan pengakuan Internasional di PBB.

    “Kita harus ingat ya, Indonesia itu merdeka dibantu oleh Belarusia dan Ukraina di PBB,” Ungkap Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia itu seperti melansir CNN, Jumat (25/2/2022)

    “Kita sebagai Negara yang pernah mendapat Jasa dari Rakyat Ukraina dan Belarusia, sebetulnya mempunyai alasan kuat untuk mencoba menjembatani Konflik ini agar tidak di Korbankan Rakyat Ukraina,” Lanjutnya

    Seperti diketahui, Ukraina adalah Negara pertama yang mengusulkan Kemerdekaan Indonesia dibahas di Dewan Keamanan PBB. Tepatnya saat Ukraina masih menjadi Republik Soviet Sosialis Ukraina.

    Saat itu, Indonesia sendiri membutuhkan dukungan minimal satu Negara anggota PBB agar permasalahannya di Bahas di Dewan Keamanan PBB.

    Dmitry Manuilsky yang menjadi Ketua Utusan Republik Soviet Sosialis Ukraina waktu itu menjadi orang pertama yang mengusulkan serta bersikeras bahwa Indonesia dalam keadaan bahaya sehingga PBB harus campur tangan.

    Ketika Ukraina mengusulkan Soal Indonesia dibahas dalam Sidang DK PBB, Sejak saat itu pula sengketa Indonesia-Belanda menjadi Sengketa Internasional sepenuhnya.

    Tidak ada Hubungan diplomatik apalagi hubungan darah dengan Indonesia, tapi Negara yang sekarang dalam ketakutan besar karena Invasi Militer Rusia itu membutuhkan dukungan Luar. Kenapa Indonesia tidak mencoba?

    Selain mengusulkan Indonesia masuk dalam rapat DK PBB, Dmitry Manuilsky yang merupakan Politisi kelahiran Ukraina 3 Oktober 1883 itu selalu membela Indonesia dalam pertemuan-pertemuan di organisasi PBB serta organisasi Internasional lainnya.

    Seperti yang dilakukannya pada sidang ECOSOC tahun 1947-1948, Dmitry mengajukan sejumlah usulan agar kedaulatan Indonesia diakui.

    Juga pada Konferensi Delhi Januari 1949, kembali mengecam Agresi Militer terhadap Indonesia dan mengimbau dunia internasional mengakui kemerdekaan Indonesia.

    Kemenlu Indonesia Bereaksi


    Sebelumnya, Pihak Indoensia sempat meminta agar Rusia mematuhi Hukum Internasional terkait dengan kedaulatan wilayah suatu Negara.

    “Indonesia menegaskan agar ditaatinya hukum Internasional dan Piagam PBB mengenai Integritas Teritorial dan wilayah suatu Negara, serta mengecam tiap tindakan yang nyata-nyata melanggar wilayah Teritorial dan kedaulatan suatu Negara,” Kata Jubir Kemenlu RI, Teuku Faizasyah, Kamis (24/2/2022)

    Namun hingga kini, belum ada sanksi-sanksi yang diberikan Indonesia untuk menghukum Rusia atas tindakan Eskalasi itu.

    Sementara itu, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin sempat meminta Indonesia untuk angkat suara membahas Invasi yang dilakukan Rusia ini.

    “Jadi yang saya harapkan dari Indonesia adalah, untuk berdiri dan berbicara, angkat suara, dengan keras dan percaya diri. Dan suara Indonesia ini akan di dengar semua orang, termasuk diktator Kremlin,” Ujar Hamianin dalam Konferensi Pers, Kamis (24/2/2022)

    Menurutnya, Indonesia memiliki kekuatan yang cukup untuk membuat pendapatnya di dengar oleh Komunitas Internasional.