Ibu Rumah Tangga di Manulai 2 Kupang, Ditemukan Tewas Dengan Mulut Penuh Busa, Diduga Minum Racun Pembasmi Rumput -->

Ibu Rumah Tangga di Manulai 2 Kupang, Ditemukan Tewas Dengan Mulut Penuh Busa, Diduga Minum Racun Pembasmi Rumput

Patung Bernyawa
Kamis, Februari 03, 2022

    Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kelurahan Manulai 2 Kupang, ditemukan Tewas dalam keadaan mulut penuh busa. diduga akibat minum racun pembasmi rumput.

    Kondisi Korban JBN saat ditemukan 

    Bebasbicara- Juliana Baun Nenosaban (JBN) ditemukan meninggal dunia di dapur rumah mereka setelah meminum racun pembasmi rumput, Rabu Malam 2 Februari 2022.

    Entah apa yang menyebabkan Ibu 65 tahun asal kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang ini harus mengahiri hidupnya dengan racun pembasmi rumput.

    Melansir dari Digtara.com, Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya bernama Adris Aplonia Misa (43 tahun) yang saat itu terbangun dari tidur karena hendak ke  kamar mandi.

    Melihat Ibu kandungnya tergeletak dengan mulut penuh Busa, Adris langsung bergegas membangunkan suaminya Dunsen Samuel Misa untuk melihat keadaan Korban.

    Setelah itu, Adris kemudian menelpon Ayahnya Simon Baun (65 Tahun) yang ketika itu sedang berada di rumah kerabatnya yang sedang berduka.

    Dunsen menjelaskan, saat ditemukan, Korban sudah tergeletak didapur dengan mulut yang penuh Busa. Tidak pikir panjang, Dunsen pun langsung mencarikan Mobil agar bisa membawa Ibu mertuanya ke Rumah sakit.

    Sementara itu, Suami Korban, setelah mendengar Kabar dari anak dan menantunya langsung bergegas kerumah. Menurut Simon, Istrinya meninggal karena meneguk Racun Pembasmi rumput.

    Tak berselang lama, SPKT Polsek Alak, Aipda Kadek Mardiana tiba dilokasi kejadian dan langsung memeriksa kondisi serta mengevakuasi Korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

    Namun saat dibawah ke rumah sakit, Korban sudah dinyatakan tidak bernyawa lagi alias meninggal dunia. Korban diperkirakan sudah meninggal beberapa Jam sebelum ditemukan.

    Polisi dan Tim Medis sempat melakukan Visum terhadap Korban dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

    Sehingga oleh Polisi kembali menyerahkan Korban ke Pihak keluarga untuk berunding apakah dilanjutkan dengan proses Otopsi atau tidak.

    Namun, pihak keluarga menolak untuk dilakukan Otopsi dan mengiklaskan kematian korban sebagai Musibah.