Ditersangkakan Karena Kasus Penambangan Pasir Ilegal, lazarus Serang Balik Polres Kupang Dengan Mengajukan Praperadilan -->

Ditersangkakan Karena Kasus Penambangan Pasir Ilegal, lazarus Serang Balik Polres Kupang Dengan Mengajukan Praperadilan

Sabtu, Februari 05, 2022

    Ditersangkakan Karena Kasus Penambangan Pasir Ilegal, lazarus Serang Balik Polres Kupang Dengan Mengajukan Praperadilan.

    Tim Kuasa Hukum Lazarus Anthonius Bell

    Harianflobamora.com- tersangka Kasus penambangan pasir laut Ilegal Lazarus Anthonius Bell mengajukan Praperadilan terhadap Polres Kupang di Pengadilan Negeri Oelamasi.

    Praperadilan yang diajukan Lazarus lantaran dirinya menilai ada sejumlah kejanggalan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Kupang terhadap kasus yang menimpanya.

    Melansir Pena Timor, Kasus penambangan pasir laut yang membuat Lazarus menjadi tersangka itu terletak di Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang.

    Upaya praperadilan pun dilayangkan Lazarus Anthonius Bell melalui Tim kuasa hukumnya di pengadilan Negeri Oelamasi Kupang untuk menguji kembali kebenaran kasus tersebut.

    Namun sidang pertama yang digelar PN Oelamasi, Pihak Polres Kupang tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Padahal sudat dari pengadilan surat dikirimkan sejak sepekan yang lalu kepada Polres Kupang.

    Emanuel Passar, Kuasa Hukum tersangka, saat memberikan keterangan pada Kamis (3/2/2022) mengaku kecewa atas ketidakhadiran pihak satreskrim Polres Kupang.

    Tapi itu juga tidak diindahkan oleh termohon (Satreskrim) untuk menghadiri persidangan praperadilan ini, bahkan tanpa alasan yang jelas,” Ujar Emanuel seperti melansir Pena Timor, Sabtu (5/2/2022)

    Akibat ketidak hadiran Satreskrim Polres Kupang tersebut, Kuasa Hukum Pemohon Lazarus Anthonius Bell meminta ketegasan dari hakim agar proses persidangan berikut bisa dilanjutkan sesuai dengan agenda.

    Mengingat, Praperadilan sendiri merupakan kewenangan pengadilan untuk memeriksa, memutuskan tentang sah atau tidaknya penetapan tersangka, penahanan dan penyitaan barang bukti, dengan batas waktu tidak lebih dari 7 hari.

    Salah satu Kuasa hukum Pemohon, Aldri Dalton Ndolu, mengatakan bahwa pihaknya Optimis akan menang dan permohonan praperadilan akan di kabulkan majelis hakim.

    Menurut Aldri hal itu disebabkan terdapat sejumlah kejanggalan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Kupang dalam penetapan tersangka dan penahanan terhadap Lazarus Anthonio Bell.

    Jadi prinsipnya klien kami ini sudah di tahan Polisi selama 119 hari, lewat proses penyelidikan yang sangat panjang, termasuk soal minimal dua alat bukti sesui hukum acara yang berlaku, tentunya perlu diuji lewat lembaga praperadiln ini,” Ujar Aldri

    Sementara itu Kuasa Hukum pemohon lainnya yakni Adi Ballu SH, mempertanyakan  soal SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan) dalam proses penyidikan atas Klieanya.

    Selain SPDP,  Adi Ballu juga menyoroti kejanggalan yang di lakukan Satreskrim. Menurutnya terdakwa dikeluarkan dari tahanan tanpa adanya penangguhan. Sedangkan prosedur KUHP harusnya tahanan dikeluarkan setelah masa tahanan 120 hari selesai dan bebas demi hukum.

    Namun kenyataannya, klien kami dikeluarkan setelah 119 hari, sehingga kami mempertanyakan apa sebenarnya yang menjadi dasar hukumnya,” Ujar Adi

    Dia pun berharap dalam Praperadilan penetapan tersangka atas Lazarus Anthonis Bell oleh Satreskrim Polres Kupang itu bisa membuka apakah kinerja Kepolisian benar ataukah perlu adanya peninjauan terutama pada dua alat bukti yang dimiliki Polres.

    Sehingga dalam padangan kami selaku kuasa hukum, kami akan menguji lewat Praperadilan dan berharap klien kami bisa mendapatkan keadilan,” Tutup Adi