Denpom Kupang Resmi Tetapkan Serka DIN Sebagai Tersangka Penganiayaan Nenek Hingga Tewas Di Kupang -->

Denpom Kupang Resmi Tetapkan Serka DIN Sebagai Tersangka Penganiayaan Nenek Hingga Tewas Di Kupang

Rabu, Februari 09, 2022

    Denpom IX/1 Kupang resmi menetapkan Serka DIN sebagai tersangka penganiayaan seorang nenek diduga dukun santet hingga tewas di Kupang.

    Letkol Korps Polisi Militer (CPM) Joao Cecar Da Costa Corte Real Saat memeberikan keterangan kepada Awak Media di Markas Polisi Militer Kupang, NTT

    Bebasbicara-Kupang-Anggota Kodim 1604 Kupang, Serka DIN resmi menjadi tersangka oleh Denpom IX/1 Kupang karena terbukti ikut terlibat dalam kasus pengeroyokan Yakoba Lensini Sakh (61) hingga tewas pada 24 April 2021 lalu.

    Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Komandan Denpom IX/1 Kupang Letkol Korps Polisi Militer (CPM) Joao Cecar Da Costa Corte Real saat dihubugi Media, Selasa (8/2/2022).

    Menurutnya, Setelah menetapkan Serka DIN menjadi tersangka, dia langsung di tahan di Markas Denpom untuk proses hukum lebih lanjut.

    Sudah, sudah ditetapkan menjadi tersangka, (mengenai) penahanan sudah sejak Jumat (4/2/2022) pekan lalu,” Kata Letkol Joao

    Dia mengatakan, penetapan Serka DIN menjadi tersangka setelah penyidik Denpm Kupang melakukan berbagai rangkaian penyelidikan hingga pemeriksaan terhadap saksi-saksi termasuk Serka DIN.

    Letkol Joao menjelaskan, Penyidik sudah memeriksa sebanyak 6 orang saksi yang berasal dari Warga Sipil termasuk tersangka lainnya yakni YMB alias Yanser (34), MN dan seorang wanita AM alias Nia

    Ada tambahan satu orang saksi lagi yang kita sementara periksa, dari warga sipil juga,” tambah Letkol Joao

    Lebih lanjut, Letkol Joao menjelaskan, Setelah menerima pelimpahan berkas dari penyidik Polres Kupang, Pihak Denpom langsung bergerak cepat.

    Penyidik Denpom Kupang, kata Letkol Joao, juga sudah mengunjungi TKP di rumah Korban di Desa Bone, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang.

    Setelah pemeriksaan Serka DIN dan saksi-saksi lainnya, mereka mengakui perbuatan sehingga langsung dilakukan olah TKP dan saksi-saksi TKP pun sudah diperiksa,” Tambah Letkol Joao

    Kronologi Pengeroyokan Nenek Diduga Dukun Santet Di Kupang

    Sebelumnya, peristiwa pengeroyokan yang dilakukan Serka DIN bersama tiga orang lainnya, Yakni YMB, MN dan NA terhadap YLS karena diduga sebagai dukun Santet.

    Akibatnya, tiga pekan setelah Serka DIN dan pelaku lainnya melakukan pengeroyokan, YLS ahirnya meninggal dunia tepatnya pada 18 Mei 2021.

    Kapolres Kupang, AKBP Aldinan Manurung menjelaskan, YLS meninggal dunia usai dianiaya 4 orang yakni Serka DIN (Oknum Anggota TNI), YMB, MN, dan AM alias Nia.

    Aldinan mengatakan, terungkapnya kasus ini bermula dari Suami Korban Fergi Lensini (61) melaporkan telah terjadi penganiayaan yang mengakibatkan kematian Istrinya ke Polsek Kupang barat pada 17 Juni 2021.

    Dari Laporan tersebut, Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan menggali keterangan saksi-saksi. Setelah itu, 10 November Polisi kemudian melakukan Eksomasi (Pembongkaran Makam) agar dapat melakukan Otopsi terhadap Jenazah untuk memastikan penyebab kematian Korban.

    Dari hasil Otopsi itulah polisi menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, berupa luka memar, di bagian depan dan atas kepala, luka memar di bagian wajah, adanya pendarahan selaput keras otak, dan beberapa tulang dada yang patah.

    Polisi lanjut Aldian, kemudian melakukan gelar perkara dan pemriksaan saksi-saksi serta menangkap para tersangka namun saat itu hanya Serka DIN yang belum di tangkap.

    Tersangka pertama yang ditangkap adalah YMB dan MN pada pertengahan Januari 2022. hasil pemeriksaan kedua tersangka mengakui pengeroyokan dilakukan bersama Serka DIN dan AM.

    Setelah itu Polisi menangkap AM alias Nia pada 28 Januari 2022 kemarin, “keterangan AM pun sama dengan keterangan YMB dan MN,” ujar Aldinan

    AKBP Aldinan menyebutkan, setelah menetapkan para tersangka, tersangka Serka DIN dilimpahkan kepada Denpom IX/1 Kupang karena yang bersangkutan adalah Anggota TNI aktif.