Ciuman Perdamaian, Konflik Kabaru Di Sumba Timur Selesai Dengan Berbalas Hewan Ternak -->

Ciuman Perdamaian, Konflik Kabaru Di Sumba Timur Selesai Dengan Berbalas Hewan Ternak

Minggu, Februari 13, 2022

    Perselisihan pendapat antara Gubernur NTT Viktor Laiskodat dengan Tokoh adat Sumba Timur Umbu Maramba Hawu berahir damai. Ciuman Perdamaian dan penyerahan hewan warnai acara perdamaian adat tersebut.

    Gubernur NTT Viktor Laiskodat Berciuman Hidung dengan Umbu Maramba Hawu

    Harianflobamora.com-Gubernur Viktor Laiskodat dan Umbu Maramba Hawu yang sempat berkonflik pada 27 November 2021 lalu, ahir berciuman hidung tanda bahwa kedua belah pihak telah berdamai.

    Acara perdamaian antara dua tokoh yang sempat berdebat panas dan Viral di media Sosial beberapa waktu lalu itu pun berlangsung dramatis.

    Pasalnya, baik pihak pemprov maupun tokoh adat sumba sama-sama sepakat untuk menghentikan Konflik yang ditandai dengan penyerahan hewan korban dari kedua belah pihak.

    Dalam acara yang dihelat di rumah besar (Rumah Adat) Bupati Sumba Timur Drs Khristofel Praing itu, Gubernur Viktor Laiskodat hadir bersama rombongan pejabat pemerintah Pemprov NTT yang didampingi Delegasi mantan Bupati Sumba Timur, Lukas Kaborang.

    Sedangkan dari Pihak adat, Umbu Maramba Hawu hadir bersama keluarga Rindi yang datang dengan Delegasi ketua DPRD Sumba Timur Palulu Pabundi Ndima.

    Acara adat kemudian dilanjutkan dengan proses adat Lubuk atau Tutur adat oleh para wunang atau delegasi adat dari keduabelah pihak.

    Setelah prosesi Tutur adat, Pihak Umbu Maramba Hawu menyerahkan dua ekor Babi yang dibalas dengan 3 Ekor kerbau dari Pihak Pemprov NTT.

    Bupati Sumba Timur Khristofel Praing yang ikut memberikan sambutan dalam acara penuh suka cita itu mengatakan, Perselisihan atau Konflik yang terjadi antara Gubernur Viktor Laiskodat dan Umbu Maramba Hawu di Kabaru sebagai hari Naas yang tidak direncanakan oleh siapapun.

    Ia mengatakan dengan adanya perdamaian ini, baik masyarakat sumba maupun Masyarakat NTT pada umumnya bisa menjadikan itu sebagai sebuah pelajaran yang berharga.

    Kita maknai sebagai Kemarau Sosial, jika kita usahakan menjadi baik maka hujan berkat akan turun bagi kita. Leluhur dan alam dengan caranya memberi kita berkat untuk berbuat,” Ujar Khristofel

    Sementara itu, Gubernur Viktor Laiskodat dalam Sambutannya mengaku tidak pernah marah dan sakit hati. Ia juga mengatakan tidak bermusuhan dengan siapa pun, bahkan Gubernur mengaku siap mengunjungi Rumah Umbu Maramba Hawu jika diundang.

    Gubernur menyebutkan, Justru musuh utamanya saat ini adalah kebodohan dan Kemiskinan. Kebodohan dan kepura-puraan Masyarakat. Ia berharap dengan kehadirannya sebagai Gubernur bisa membawa masyarakat keluar dari Kebodohan dan Kemiskinan.

    Saya bersyukur hari ini, Bupati Sumba Timur lewat rumah besar di Lambanapu. Terima kasih Rumah Besar Lambanapu yang memberi Ruang dan tempat,” Ujar Viktor dalam sambutannya.

    Semangat kita adalah, mari kita sama-sama membangun Sumba Timur, mari kita membuat peternakan disana hebat. Semua kemajuan yang bisa untuk melayani Masyarakat,” Lanjut Viktor

    Seperti diketahui sebelumnya, Perdebatan Sengit antara Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Tokoh Adat Marapu Umbu Maramba Hawu terjadi pada 27 November 2021 Lalu di Desa Kabaru.

    Dalam Video yang beredar, baik Pihak Gubernur maupun Pihak Adat sama-sama bersih keras untuk mempertahankan Argumennya masing-masing.

    Akibatnya, Gubernur Viktor Laiskodat marah dan sempat mengeluarkan kata-kata bernada tinggi kepada Umbu Maramba Hawu.

    Namun, Umbu Maramba Hawu terlihat tidak menggubris kemarahan Sang Gubernur, bahkan Umbu terlihat malah menantang Gubernur dengan mengatakan siap ditembak mati.

    Video yang beredar itu sempat Viral dimedia sosial dan menjadi perbincangan hangat warganet. berbagai pun tanggapan muncul hingga ada yang mengusulkan agar diskusi tersebut dilakukan dengan cara-cara yang Humanis.