Banyak Kerikil Berterbangan, Kondisi Aspal Sirkuit Mandalika Tidak Sesuai Spesifikasi, Motor GP Indoensia 2022 Terancam Batal -->

Banyak Kerikil Berterbangan, Kondisi Aspal Sirkuit Mandalika Tidak Sesuai Spesifikasi, Motor GP Indoensia 2022 Terancam Batal

Selasa, Februari 15, 2022

    Dalam Laporannya, Petterson mengatakan, Alih-alih menggunakan Material yang direkomendasikan, Lintasan Sirkuit Mandalika ternyata malah memakai Batu yang ditambang secara Lokal.

    Pembalap WithU Yamaha RNF Motor GP Team Darryn Binder


    Nasional-Harianflobamora.com-Tes Pramusim Motor GP 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Telah selesai, berbagai Komentar dari pembalap pun ikut menghiasi gagapgempita masyarakat Indonesia menyambut perhelatan ajang balap motor paling besar di dunia tersebut.

    Namun, dari ribuan Komentar-komentar sejak awal tes pramusim hingga pembalap kembali dari Indoensia itu, yang paling banyak menyita perhatian pencinta Motor GP adalah Kondisi Aspal Sirkuit Mandalika yang disebut tidak sesuai Rekomendasi.

    Tak pelak, hal itu membuat masyarakat menjadi marah hingga ada yang mengatakan itu tidak benar. Wajar saja, karena selama ini, Aspal Sirkuit mandalika selalu di Citrakan baik dan salah satu Aspal Sirkuit terbaik didunia dengan standar yang langsung diawasi oleh penyelenggara Motor GP sendiri yakni Dorno Sport.

    Seperti laporan yang disampaikan Jurnalis Senior Motor GP Simon Petterson terkait Kondisi Aspal Motor GP sebenarnya saat Tes Pramusim berlangsung.

    Dalam Artikel yang ditulis di Teh-Rice.com pada senin (14/2/2022), Petterson menulis ada masalah besar yang terjadi pada Sirkuit Mandalika Saat ini yang sangat berkaitan erat dengan keselamatan Pembalap

    Masalah yang diulas Petterson tidak hanya sekedar Aspal Lumpur dan berdebu yang sempat terjadi saat Tes Pramusim belangsung sejak 11-13 Februari kemarin.

    Petterson mengatakan, Trek Kotor dan Berdebu bisa dimaklumi karena Konstruksi (Pembangunan) masih berlangsung di Area sekitar Sirkuit.

    Sebagai Jurnalis yang rutin meliput berbagai ajang Motor GP di berbagai Negara di Dunia, Petterson menyebut, Masalah Trek berdebu bukan hanyaterjadi di Mandalika saja. Trek seperti Losail Qatar atau Termas De Rio Hondo Argentina juga memiliki Masalah yang sama.

    Petterson mengatakan, itu bukan masalah Utama di Mandalika, menurutnya, ada masalah yang jauh lebih Pelik dari sekedar Debu dan Lumpur yakni Material yang digunakan.

    Laporan Petterson ini sebenarnya juga didukung oleh beberapa pengakuan Pembalap yang sudah menjajal Sirkuit Mandalika sejak Tes Pramusim lalu.

    Reider Aprillia Aleix Espargaro mengatakan, ada banyak batu-batu kerikil berterbangan di Sirkuit Mandalika, itu bisa membahayakan pembalap yang sedang melaju di belakang pembalap lain.

    Espargaro bahkan sampai mengibaratkan Lintasan Trek di Sirkuit Mandalika sudah seperti Lintasan Balapan MotorCross.

    “Aspalnya mengelupas, saya tidak tahu bagaimana cara mereka memperbaiki masalah ini,” Ujar Pembalap Asal Spanyol itu seperti dikutip, Selasa (14/2/2022)

    Selain Espargaro, Pembalap dari Tim Valentino Rossi VR46 Marco Bezzecchi mengatakan ada keretakan disalah satu bagian kaca helmnya. Sedangkan Francesco Bagnaia sampai memperlihatkan memar memar pada lengannya akibat hantaman Krikil

    Cerita serupa juga disampaikan Juara Bertahan Motor GP Fabio Quartararo, Dia mengatakan sempat mendapat banyak hantaman Kerikil saat melaju di belakang rekan setimnya yakni Franco Morbidelli.

    “Ini baru saya saja yang dibelakang Franco, bayangkan jika ada 4-5 pembalap lain melaju dengan jumlah Lap lebih banyak,” Ujar Pembalap Asal Prancis

    Quartararo menyebutkan, Kondisi Aspal yang terkelupas ditemukan hampir sepanjang Lintasan, dari tikungan 1 Sampai tikungan Ke-7.

    “Dalam tiga hari (tes) anda bisa melihat permukaan Aspalnya semakin berkurang,” Ujar Pembalap dengan julukan El Diablo itu.
    Kerikil Tidak Melekat Kuat Di Aspal

    Dalam ulasan The Race, Petterson menulis, Kerikil-kerikil di Sirkuit Mandalika tak melekat cukup kuat diaspal dan bisa terlepas saat dilintasi motor dengan kecepatan diatas 350 Km Per Jam.

    Terlebih, Seperti yang kita ketahui, setiap Perhelatan Motor GP selalu diikuti dengan ajang Motor2 dan Moto3. Jadi tidak bisa dibayangkan jika masalah ini tetap terjadi di Sirkuit Mandalika pada 18-20 Maret Mendatang.

    Lebih lanjut Petterson mengatakan, Kondisi Aspal Mandalika belum terlihat saat perhelatan ajang Word Superbike (WSBK) beberapa bulan lalu.

    Menurut Petterson, Selain Power Motor WSBK lebih rendah dari Motor GP, balapan waktu itu juga terjadi pada saat musim hujan sehingga menurunkan suhu lintasan.
    Kerikil Pada Aspal Tidak Sesuai Rekomendasi

    Mungkin Aspal yang digunakan Sirkuit Mandalika adalah Aspal dengan Kwalitas terbaik di Dunia, namun itu belum tentu dengan Kerikilnya. Karena Penjual Aspal belum tentu juga menyediakan Kerikil.

    Dalam Laporannya, Petterson menulis bahwa spesifikasi batu pada Aspal yang dipakai di Sirkuit Mandalika tidak sesuai dengan Rekomendasi Konsultan.

    Alih-alih memakai batu yang direkomendasikan Dorno, Kerikil di Lintasan Sirkuit Mandalika Malah memakai Batu yang diambil dari penambang Lokal.

    Alhasil, Jenis batu yang dipakai di Sirkuit pun tidak tertenpel Kuat pada Aspal sehingga mudah terlepas saat Ban Motor GP melaju dengan Kecepatan sangat Tinggi.

    Petterson pun menyebut, Ada Gosip di Paddock yang menyebut bahwa, jadwal Motor GP di Indonesia akan digeser pada Ahir Tahun atau bahkan Batal sepenuhnya dan baru digelar kembali 2023 mendatang.

    Namun, Hal itu susah terwujud karena Dorno Sport Selaku Promotor sudah sangat ingin menghelat Motor GP di Indonesia tahun ini.