ASN di Ngada Tega Aniaya Seorang Ibu dan Anaknya Dengan Parang, Diduga Masalah Uang -->

ASN di Ngada Tega Aniaya Seorang Ibu dan Anaknya Dengan Parang, Diduga Masalah Uang

Minggu, Februari 06, 2022

    ASN di Ngada Tega Aniaya Seorang Ibu dan Anaknya Dengan Parang pada bagian tangan hingga hampir putus. Diduga Masalah Uang.

    Lokasi Terjadinya penganiayaan Ibu dan Anak di Ngada


    Harianflobamora.com- Maria Katarina Pati Uge alias Rina (43) dan Anaknya Greselo Oktaviano Prama alias Raisa (12) hampir saja meregang nyawa di tangan seorang ASN asal Nagekeo.

    Pasalnya, kedua Korban dianiaya dengan senjata tajam jenis parang oleh pelaku bernama Silvianus Nae (31) di rumah Kios milik korban, Sabtu (5/2/2022) kemarin

    Kasat Reskrim Polres Ngada Iptu Bayu Rizki Subagyo mengatakan, penganiayaan dengan senjata tajam itu terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 08:30 WITA.

    Iptu Rizki mengatakan, Pasca kejadian pelaku Silvianus Nae melarikan diri dan tengah dalam pengejaran Polisi Polres Ngada.

    Sampai dengan saat ini kami masih melakukan pencarian pelaku penganiayaan berat terhadap ibu dan anak,” Ujar Kasat Reskrim seperti melansir Tribunflores.com, Minggu (6/2/2022).

    Selain melakukan pencarian terhadap Pelaku, Iptu Rizki juga mengaku Pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap Saksi-saksi yang mengetahui kejadian naas tersebut.

    Melansir dari Ekoranntt.com, Ibu kandung Korban Anastasia Susanti berharap agar polisi segera menangkap pelaku yang saat ini melarikan diri.

    Anastasia menagku jika dirinya tidak terlalu mengenal Pelaku namun Anastasia mengatahui jika antara pelaku dan Korban pernah bermasalah.

    Memang Pernah diurus di Polres Ngada terkait uang dikirim ke rekening anak saya (Korban), tapi setega itu sampai anak dan cucu saya dianiaya seperti ini,” Ujar Anastasia

    Anastasia melanjutkan, akibat penganiayaan dengan parang tersebut, Korban Rina mengalami luka robek di bagian tangan kanan hingga telapak tangan hampir putus dan luka robek pada pelipis kanan.

    Sedangkan Anak Korban mengalami luka robek di bagian mulut. Anak Korban di ketahui mengidap Autis dan merupakan Siswa Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Bajawa.

    Saat ini Kedua korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa untuk mendapatkan perawatan medis