Suasana Menegangkan Saat Masa Aliansi Bakar 2 Peti Mati Depan Polda Polda NTT -->

Suasana Menegangkan Saat Masa Aliansi Bakar 2 Peti Mati Depan Polda Polda NTT

Senin, Januari 10, 2022

    Awalnya saat 2 Peti Mati dibakar oleh masa Aksi, Suasana masih tenang dan damai, namun setelah nyala api semakin membesar dan mengeluarkan Asap yang mengepul, tiba-tiba beberapa anggota Polisi menerobos masuk untuk memadamkan api.

    Susana Aksi dari Aliasi Peduli Kemanusiaan di Depan Polda NTT, Senin (10/1/2022)

    Harianflobamora.com-Aliansi Peduli kemanusian kembali melaksanakan Aksi di depan Polda NTT, pada Senin (10/1/2022), sekitar pukul 12.30 WITA.

    Dalam Aksi yang dinamai Aksi Damai Jilid 4 itu, Masa Aliansi membakar 2 Peti Mati tepat di depan pintu Gerbang Polda NTT. mereka menuntut kejelasan kasus kasus pembunuhan Astri dan Lael.

    Koordinator Umum (Kormun) Aksi Christo Kolimo mengatakan, Pembakaran dua peti mati sebagai simbol bahwa keadilan dan hukum di Polda NTT sudah mati.

    Melansir Pos-Kupang.com, masa Aksi tiba di depan Polda NTT sekitar pukul 12.30 Siang. Mereka membawa 2 keranda seperti Peti mati yang dibungkus dengan plastik hitam.

    Selanjutnya Peti Mati itu diletakkan tepat di depan pintu masuk Polda NTT. Selain membawa Peti Mati, Masa Aliansi juga membawa sejumlah Poster Astri dan Lael.

    Setelah Orator menyampaikan orasinya, Masa aksi membentuk Lingkaran dan Peti Mati tadi di letakkan ditengah lingkaran lalu dibakar.

    Saat hendak membakar, Masa Aksi juga meminta kepada Pihak Kepolisian yang mengawal Aksi untuk tidak menyentuh 2 Peti tersebut.

    Awal pembakaran 2 Peti Mati dan ketika nyala Api masih kecil, suasana di tempat Aksi masih terpantau Aman. Namun setelah Nyala Api semakin Besar dan Asap mulai mengepul tiba-tiba beberapa Polisi datang merangsek ke tengah lingkaran.

    Polisi-polisi itu terlihat membawa beberapa alat pemadam kebakaran (Apar). Meski sempat terjadi penghadangan oleh Masa Aliansi, Namun Polisi berhasil Masuk dan memadamkan Api.

    Aksi tersebut pun diahiri dengan Doa bersama yang dipimpin oleh Pdt. Emmy Sahertian. Sementara Sisa-sisa pembakaran 2 Peti Mati dibersihkan oleh para Polisi.

    Diketahui, Sebelum mendatangi Polda NTT, Masa Aksi Peduli kemanusian sempat berdemo di depan Kantor Gubernur dan Gedung DPRD NTT.

    Didepan Kantor Gubernur, Masa Aksi meminta Gubernur Viktor Laiskodat Bersuara terkait kasus Pembunuhan Astri dan Lael sebagai kepala daerah NTT.

    Masa Aksi sempat ditemui oleh Kepala Pol PP NTT Cornelis Wadu, namun kedatangannya di tolak oleh Masa karena yang datang bukan Gubernur.

    Setelah menyampaikan Orasi dan Masa Aksi tidak berhasil bertemu Gubernur, Mereka lalu membubarkan diri menuju Kantor DPRD NTT.

    Akan tetapi Aksi mereka lagi-lagi tidak diindahkan dan tidak berhasil menemui Satu pun Anggota DPRD NTT. masa Aksi kemudian melanjutkan aksi menuju Mapolda NTT