Perbaiki Jembatan Rusak, 5 Prajurit TNI Ditembak Secara Brutal Oleh KKB Di Papua, 1 Gugur 4 Lainnya Luka -->

Perbaiki Jembatan Rusak, 5 Prajurit TNI Ditembak Secara Brutal Oleh KKB Di Papua, 1 Gugur 4 Lainnya Luka

Kamis, Januari 20, 2022

    Kronologi gugurnya Serda Miskel Rumbiak, Putra asli Papua yang ditembak secara brutal oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Kamis (20/1/2021) pagi.

    Saat Evakuasi Jenazah Serda Miskel Rumbiak

    Harianflobamora.com-Berbagai pendekatan sudah dilakukan TNI untuk membuat KKB di Papua mau berdamai dan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Namun, semua usaha itu sepertinya akan sia-sia karena pertumpahan darah terus mengalir menggugurkan satu persatu Putra terbaik bangsa ini.

    Dengan kejadian yang terjadi di Papua hari ini, Wacana Jenderal Andika Perkasa untuk menaklukan KKB tampa peluru dan bunyi senapan akan semakin berat.

    Karena ternyata, KKB tidak mau berkompromi, bahkan mereka semakin brutal dengan senjata-senjata Api yang entah darimana.

    Gugurnya Putra Papua bernama Serda Miskel Rumbiak serta melukai 4 Prajurit dengan 1 yang masih Kritis menjadi bukti bahwa KKB cukup kuat untuk dihabisi dan masih brutal untuk dirayu.

    Kronologi Gugurnya Serda Miskel Oleh KKB Saat Sedang Memperbaiki Jembatan.

    Kejadian bermula saat Pasukan dari Yon Zipur 20 Pawbili Pele Alang Sorong akan melaksanakan perbaikan Jembatan Sarpas di Kampung Antara Faan Kahiro dan Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis (20/1/2022) Pukul 08.00 WIT.

    Setelah sampai lokasi Kejadian, Para Prajurit TNI AD tiba-tiba diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sepertinya sudah bersiap dan memiliki rencana sebelumnya.

    Anggota TNI yang tidak menduga penyerangan yang dilakukan KKB ini mencoba membalas sehingga kontak tembak tak terelakkan.

    Satu Prajurit Yang Kritis

    Dalam kejadian itu, 5 orang Prajurit TNI terkena tembakan, 1 diantaranya Gugur Yakni Serda Miskel Rumbiak, 1 dalam keadaan Kritis dan 3 Lainnya masih dirawat yakni Prada Aziz, Serda Darusman, dan Prada Abraham

    Prajurit TNI yang menjadi Korban saat ini sudah berada di Rumah Sakit RSAL Kota Sorong untuk penanganan medis setelah sebelumnya mereka di evakuasi mengguanakan Helikopter.

    Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari Kolonel Arm Hendra Pasilerron menjelaskan prajurit yang berangkat menuju Jembatan sebanyak 29 orang menggunakan 2 kendaraan.

    Prajurit yang ke Lokasi jembatan itu di truk total 29 dari Batalyon 762. Yang di (Kemdaraan) triton ada 14 orang,” Ujar Kapendam Kasuari.

    Kapendam melanjutkan, Prajurit TNI setempat selama ini memang tengah membangun kembali Jembatan yang sebelumnya dirusak oleh KKB.

    Jembatan itu dibangun karena merupakan Akses satu-satunya yang menghubungkan kampung Kamat dengan Kampung-kampung lainnya hingga ke tengah Kota Maybrat.

    Biasa kami berangkat ke lokasi Jembatan itu. Kerja, kerja,kerja sore balik. Nah, tadi pagi, pada saat dalam perjalanan berangkat kesana dari Camp, itu sekitar pukul 08.00 WIT kurang.

    “Mereka (Prajurit TNI) ditembak dari atas ketinggian. mereka (Yang ada di Triton) ditembaki. Kami kan ke lokasi pakai truk satu, kendaraan Triton satu. Yang kena tembak, yang di Triton,” Lanjut Hendra.