Penyebab Tewasnya 49 Napi di Lapas Tangerang Terungkap Dipersidangan, Pintu Sel Sengaja Tidak Dibuka -->

Penyebab Tewasnya 49 Napi di Lapas Tangerang Terungkap Dipersidangan, Pintu Sel Sengaja Tidak Dibuka

Kamis, Januari 27, 2022

    Penyebab Tewasnya 49 Narapidana (Napi) di Lapas Kelas 1 Tangerang ahirnya terungkap dipersidangan, ternyata Penjaga Lapas Sengaja tidak membukakan Pintu Sel saat Api dari Kosleting Listrik mulai menyala.

    Kondisi Lapas Kelas 1 Tangerang Usai Kebakaran


    Harinflobamora.com- Sejumlah kelalaian petugas Lapas Kelas 1 Tengerang menjadi penyebab tewasnya 49 napi penghuni lapas terungkap di persidangan, Selasa 25 Januari 2022, kemarin.

    Diantara Kelalaian-kelalaian itu, yang paling menyita perhatian publik adalah, Pintu Sel yang sengaja tidak dibukakan saat api mulai menyala dari titik kosleting listrik yang terletak di Kamar 8, 9 dan kamar 10.

    Melansir dari Detik.com, sebanyak 4 orang yang berhasil menjadi terdakwa dalam kasus tersebut yakni, Suparto (Petugas Jaga), Yoga Wido Nugroho (Petugas Jaga), Panahatan Butar Butar (Staf Kelistrikan) dan Rumanto (Komandan Regu Pengaman atau Karumpam II).

    Dalam Kasus ini, Peran terdakwa Rumanto dinilai paling krusial karena dirinya lah satu-satunya yang dapat memberikan dampak besar terhadap suatu peristiwa darurat yang terjadi di dalam Lapas
    Kronologi Terjadinya Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

    Malam sebelum terjadinya peristiwa Naas itu, 15 petugas jaga yang sudah di jadwalkan akan berjaga sudah siap untuk menjalankan tugasnya.

    Ke-15 orang ini akan berjaga dilapas selama 12 jam, dimulai pukul 19.00 hingga 07.00 hari berikutnya. Namun, 30 menit sebelum Jam piket, seorang petugas jaga bernama Reza Indra Alubaidah meminta izin untuk tidak masuk karena mengantar Istrinya yang sedang sakit ke rumah sakit.

    Reza Indra Alubaidah adalah petugas yang berjaga di Pos III, tapi karena Izin, Rumanto ahirnya menyuruh Yoga Wido Nugroho yang bertugas di Blok C Candiri Nengga untuk menggantikan Posisi Reza di Pos III.

    “Walaupun Terdakwa (Rumanto) sudah mengetahui dengan ketidak hadiran Saksi Reza Indra Alubaidah tersebut akan menyebabkan jumlah petugas jaga berkurang,

    Namun terdakwa tidak berusaha untuk mencarikan pengganti Saksi Reza Indar Alibaidah untuk menjalankan tugas penjagaan yang menjadi tanggung jawab Saksi Reza Indra Alubaidah,” Ucap Jaksa dalam Sidang

    Menurut Jaksa, terdakawa selaku Karumpam seharusnya mencarikan penggati petugas tidak masuk karena Izin.

    Setelah Yoga yang berjaga di Blok C, Tempat yang nantinya menjadi titik Api dan menyumbang korban paling banyak hendak berpindah ke Pos III, menggantikan Posisi Reza, Ia terlebih dahulu mengunci pintu Gerbang dan menyerahkan kuncinya ke Rumanto di Pos Utama.

    Saat ditinggalkan Yoga, lanjut Jaksa, tidak ada satupun petugas yang berjaga di Blok C Candiri Nengga. Rumanto sebagai Komandan Regu pun mangabaikan hal itu.

    Pukul 01.50 dini hari, Suparto yang berjaga di Pos II menghubungi Rumanto melalui Handy Talky, mengabarkan adanya kebakaran di kamar sel nomor 8, 9 dan 10 Blok C 2 Candiri Nengga.

    Menurut Jaksa, seharusnya Rumanto mengikuti aturan penjagaan lapas seperti membunyikan Lonceng atau Sirene, memadamkan Listrik, membukan Pintu kamar Sel dan mengarahkan Napi ke titik Kumpul.

    “Namun, dalam kenyataannya, terdakwa tidak melakukan beberapa kententuan tersebut. Terdakwa juga tidak segera memerintahkan seluruh anggota pengamanan lapas yang berjaga pada saat itu datang ke Blok C dan membantu untuk membukankan pintu kamar warga binaan dalam rangka untuk menyelamatkan warga binaan,” terang Jaksa

    “Terdakwa bahkan hanya menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran dari Pemkot Tangerang yang baru datang ke Lokasi pada saat api yang membakar Blok Chandiri Nangga 2 sudah terlanjur membesar,” Ujar Jaksa

    Selain Rumanto, yang ikut menjadi terdakwa dalam kasus ini, Staf Tenaga Kelistrikan juga ikut disalahkan. dia didakwa karena tidak melakukan Kontrol terhadap kelistrikan Lapas Sesuai dengan ketentuan yang berlaku.