Minta Cerai Karena Ingin Nikah Lagi, Suami Naik Pitam Dan Nekat Tikam Istrinya Hingga Tewas -->

Minta Cerai Karena Ingin Nikah Lagi, Suami Naik Pitam Dan Nekat Tikam Istrinya Hingga Tewas

Jumat, Januari 21, 2022

    Seorang suami di Sulawesi Tenggara, menikam Istrinya hingga tewas lantaran sakit hati setelah mendengar sang Istri mau Gugat cerai dan akan Kawin lagi.

    Saat Korban berada dirumah sakit sebelum meninggal dunia

    Harianflobamora.com- Suami berinisial J (41) menikam Istrinya berinisial HSN sampai meninggal dunia akibat ingin menggugat cerai dan berencana untuk menikah lagi dengan Pria lain.

    Peristiwa itu terjadi di Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (18/1/2022) kemarin.

    Kejadian bermula ketika kedua Pasutri ini terlibat percekcokkan rumah tangga. saat itu sang Istri berujar jika dirinya ingin menggugat cerai J dan berencana akan menikah lagi.

    Mendengar ucapan Istrinya, J langsung naik pitam dan berencana membunuh dengan terlebih dahulu membeli Pisau dapur dipasar.

    Diketahui pelaku menikam Istrinya sebanyak 4 kali. Pelaku mengatakan jika dirinya tidak berniat menikam Istrinya melainkan Kakak dari Istrinya alias Ipar Pelaku.

     “Sebetulnya Saya tidak berniat menikam Istri saya, Kemarin mulai hari Sabtu saya incar saya punya Ipar, karena penyebab ini semua adalah Iparku,” Ujar Pelaku.

    Pelaku juga mengaku mendapatkan barang Tajam dari Pasar yang sudah dibelinya sejak hari Jumat (15/1/2022). dihadapan Polisi Pelaku juga mengaku sudah 4 bulan tidak berkomunikasi dengan sang Istri.

    Pisau itu saya beli dari pasar sejak hari Jumat Kemarin, saya 4 bulan saya sudah pisah rumah dengan Istri saya,” Tanbah pelaku saat menjawab pertanyaan Wartawan di Kantor Polisi yang dikutip, Jumat (21/1/2022)

    Sementara itu, Kapolsek Konda, AKP Syafruddin mengungkapkan, pihaknya mengamankan pelaku tidak lama setelah kejadian.

    Kami mengamankan Pelaku beserta barang bukti berupa pisau dapur, tak berselang lama setelah kejadian,” Ungkap AKP syafruddin

    Syafruddin mengatakan, Korban mengalami pendarahan hebat karena luka tusuk di sejumlah tubuhnya. Korban sempat dirawat di rumah sakit namun tidak tertolong.

    Tusukan di perut, lengan dan dua tusukkan di dada sebelah kiri hingga membuat korban meninggal dunia,” Ucap AKP Syafruddin.

    J dijerat dengan Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Pasal 44 ayat (3) KUHP juncto tindak pidana pembunuhan pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.