Kerasukan Dan Sebut Nama Pembunuh Lael, Warnai Aksi Bakar Lilin dan Doa Bersama di TKP Penemuan Mayat Ibu dan Anak di Kupang -->

Kerasukan Dan Sebut Nama Pembunuh Lael, Warnai Aksi Bakar Lilin dan Doa Bersama di TKP Penemuan Mayat Ibu dan Anak di Kupang

Patung Bernyawa
Selasa, Januari 18, 2022

    Kerasukan hingga menyebut nama pembunuh Lael terjadi pada Aksi Napak Tilas Spiritualitas yang dilakukan Aliansi Peduli Kemanusiaan Kota Kupang.

    Rombongan Napak Tilas Spiritualitas Sedang Menylakan Lilin di Lokasi Penemuan Astri dan Lael.

    Harianflobamora.com- Misteri kematian Astri Manafe (30) dan Lael Maccabbe (1) rupanya masih menjadi perhatian khusus bagi masyarakat Kota Kupang di media Sosial.

    Perhatian itu salah satunya ditunjukkan oleh Aliansi Peduli Kemanusiaan Kota Kupang. Mereka bahkan rela mendatangi Lokasi Penemuan kedua Mayat Ibu dan Anak tersebut untuk melaksanakan Aksi yang dinamai dengan Napak Tilas Spiritualitas

    Aksi tersebut berupa Menyalakan Lilin, Menyanyikan beberapa Lagu Rohani serta berdoa yang dipimpin Pendeta Emmy Sahertian di Lokasi Penemuan Mayat.

    Melansir dari Pos-Kupang.com, Rombongan Aliansi mendatangi Lokasi SPAM Kali Dendeng, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Penkase Oeleta pada Selasa (18/1/2022)

    Rombongan yang berjumlah sekitar 50 orang tersebut tiba di Lokasi SPAM, tempat Mayat ditemukan pada Pukul 17.00 WITA.

    Mereka langsung menyalakan Lilin yang telah dibagikan sebelumnya, Lalu menyanyikan 3 Lagu Rohani. Setelah itu, Pendeta Emmy Memimpin Doa.

    Saat sedang berdoa itu, salah satu Rombongan berbaju kuning yang sedang duduk pada sebuah batang kayu tiba-tiba kerasukan. Sontak, beberapa orang dari Rombongan yang terdiri dari Keluarga dan Masa Aliansi itu coba memegangnya.

    Belakangan diketahui, Wanita yang kerasukan itu bernama Theresia Manafe, sepupu Kandung Astri Manafe.

    Dalam keadaan kerasukan, Theresia berbicara mengenai alur pembunuhan yang dialami Astri dan Anaknya.

    Theresia mengungkapkan, Sebelum dibunuh, Astri disekap dan disiksa di Monumen Pancasila, Jalur 40 Tenau, Bolok. Astri dikatakan Theresia dipukul hingga kaki kanannya patah.

    Kenapa Basong bunuh lael di b pung depan, dia sonde salah apa-apa. Mama tolong beta mama, dong bunuh Lael mama,” Ujar Theresia dalam Kerasukannya sesaat menjelang siuman.

    Kejadian kerasukan itu berlangsung selama kurang lebih 15 menit. Meski beberapa pria Coba menenangkan Theresia namun mereka tidak berdaya karena Theresia terus meronta.

    Setelah Theresia Siuman, Rombongan pun meninggalkan Lokasi menuju Lokasi pemakaman Astri dan Lael di Haukoto, Kelurahan Fatukoa.

    Sama seperti di Penkase, Rombongan Kembali menyalakan Lilin, Menyanyikan lagu Rohani serta berdoa yang juga di Pimpin Pendeta Emmy Sahertian

    Pandeta Emmy Sahertian Minta Video Kerasukan Yang Terlanjur Tersebar Dihapus

    Setelah Aksi tersebut dan Video yang menayangkan Kerasukan dialami Theresia Manafe Viral di Media Sosial, Pendeta Emmy Sahertian meminta masyarakat untuk menghapusnya.

    Menurut Pendeta Emmy, Kerasukan itu adalah bagian Napak Tilas Spiritualitas seharusnya tidak boleh dipublikasi ke Publik.

    Apa yang menjadi Video yang sudah beredar di Masyarakat, kami berharap sesuatu yang diluar kemampuan manusia kami. kami berharap semua Video itu dihilangkan,” Pinta Pendeta Emmy

    Persoalannya adalah ini bagian dari Napak Tilas Spiritualitas kami, yang tidak boleh dipublikasi,” Lanjut Pendeta Emmy Sahertian

    Selain meminta Video kerasukan dihapus, Pendeta Emmy mengatakan akan tetap mengawal Kasus Astri dan Lael sampai pengadilan. “Kami mengadakan Napak Tilas. Kami akan Kawal sampai pengadilan,” Ujar Pendeta Emmy

    Dalam kegiatan itu, Turut hadir Anggota DPRD Kota Kupang Jefta Sooai. Ia berpendapat bahwa Perjuangan atas nama kemanusiaan, dirinya juga akan mengawal Kasus itu hingga pengadilan

    Kita sepakat akan kawal proses kasus penkase sampai diputusan pengadilan,” Ujar Jefta seperti dikutip pada Selasa (18/1/2022)