Jokowi Batal Hapus Premium, Ternyata Selama Ini Bensin Tidak Langka Tapi Dipakai Untuk Campuran Pertamax Agar Jadi PLK -->

Jokowi Batal Hapus Premium, Ternyata Selama Ini Bensin Tidak Langka Tapi Dipakai Untuk Campuran Pertamax Agar Jadi PLK

Selasa, Januari 04, 2022

    Jokowi ahirnya resmi membatalkan penghapusan premium dari dari pertamina. Hal itu tertuang dalam peraturan presiden Nomor 117 tahun 2021.

    Foto SPBU By Google.com

    Harianflobamora.com- Rencana Pemerintah meniadakan Premium atau Bensin dan diganti dengan PLK membuat banyaknya keluhan datang dari berbagai pemilik kendaraan bermotor di Indonesia.

    Pasalnya, Penggunaan PLK selain harganya yang mahal juga penggunaannya yang sangat Boros terutama bagi Kendaraan lama seperti Motor Yamaha Jupiter dan Seangkatannya.

    Akan tetapi, Ternyata selama ini premium tidak mengalami kelangkaan, melainkan tidak didistribusikan ke Konsumen karena dipakai untuk menjadi Campuran Pertamax agar menjadi Premium baru yang sekarang dinamai dengan Pertalite Khusus (PLK).

    Hal ini diungakapkan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Menurutnya, Kelangkaan Premium terjadi karena 50% Bensin Premium dibuat untuk Campuran Pertalite

    Premium ada yang dijual langsung ke Konsumen. Itu kecil sekali angkanya, tapi digunakan untuk bikin Campuran Pertalite,” Ujar Wamen Keuangan Suahasil Nazara

    Menurutnya, Pembuatan Pertalite itu hanya dicampur dengan Pertamax 50% dan Bensin Premium 50% untuk kemudian di Distribusikan ke Konsumen.

    Wamen Nazara menjelaskan, cara itu nantinya agar Konsumen tetap mendapatkan Subsidi pada Premiumnya dan untuk pertalite tergantung Harga Internasional.

    Sehingga kita bisa mengalokasikan yang disubsidi tetap premium. Sementara Pertalite  campurannya tergantung Harga Internasional,” Lanjut Nazara

    Untuk diketahui, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium Batal dihapus pemerintah Indonensia dari Pasaran di Tahun 2022.

    Hal itu sesuai dengan bunyi pertaturan Presiden (Perpres) nomor 117 Tahun 2021 tentang perubahan Ketiga atas Perpres Nomor 191 Tahun 2014 tentang penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual eceran Bahan Bakar pada 31 Desember 2021 lalu.

    Disebutkan, dari Salinan Perpres Nomor 117 yang telah diunggah resmi dilaman Sekretariat Negara ini terdapat pengesahan Bahwa BBM jenis premium dengan Research Octane Number (RON) 88 masih dapat didistribusikan ke seluruh Indonensia.

    Sementara itu, Sebelumnya dikatahui pemerintah Berencana menghapus BBM jenis Premium dan Pertalite yang akan diganti dengan PLK pada Tahun 2022 ini.

    Alasan Pemerintah menghapus dua Bahan Bakar yang sangat diminati Masyarakat ini karena Premium dan Pertalite memiliki Nilai Oktan atau RON dibawah 91 yang disebut kurang Ramah Lingkungan.

    Pertimbangan Pemerintah itu dijelaskan Direktur Pembinaah Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih yang menyebutkan, BBM yang Ramah lingkungan memiliki RON diatas 91 seperti Pertamax dan Pertamax Turbo

    Kita memasuki Masa transisi dimana Premium (RON 88) akan digantikan dengan Pertalite (RON 90), sebeumnya ahirnya kita akan mengguanakan BBM yang ramah lingkungan,” Uja Soerjaningsih seperti Melansir Kompas.com, Selasa (4/1/2022)

    Beredarnya Perpres ini tentu menjadi Angin segar bagi Pengguna Sepeda Motor terutama Jenis Lama dan kendaraan Roda 4.

    Warganet Sebut Meski Batal, Premium Sudah Tidak Ada Lagi di SPBU

    Sejumlah Warganet Indonesia ramai-ramai mengomentari Terkait batalnya penghapusan Premium di pasaran oleh Presiden Jokowi pada tahun 2022 ini.

    Menurut kebanyakan Warganet, Meskipun pemerintah sudah resmi membatalkan penghapusan Premium namun di SPBU sudah tidak di jumpai lagi Premium Jenis Bensin.

    Premium batal dihapus tapi di SPBU jawa kebanyakan sudah nggak ada….. Kan Anj**r,” Tulis salah satu Warganet di Twitter, Melansir Selasa (4/1/2022)

    Di Balikpapan, Premium sdh lama nggak di jual di SPBU, Sisa Pertalite, Pertamax dan Saudara2nya….,” Tulis Akun Twiiter lainnya