Jeftha Pencintraan, Makan Nasi Bungkus Hanya Dengan Lauk Tahu dan Daun Ubi, Duduk di Lantai Tanah Tampak Seperti Bukan Anggota DPRD -->

Jeftha Pencintraan, Makan Nasi Bungkus Hanya Dengan Lauk Tahu dan Daun Ubi, Duduk di Lantai Tanah Tampak Seperti Bukan Anggota DPRD

Rabu, Januari 12, 2022

    Jika anda melihat Anggota DPR yang sering turun ke jalan dan berbaur dengan Masyarakat, mengenakan pakian sederhana hingga makan nasibungkus bersama, apa yang terlintas di benak anda?

    Jefta M.P Sooai, Anggota DPRD Kota Kupang Periode 2019-2024

    Opini- Jefha M. P Sooai Anggota DPRD Kota Kupang dari Dapil Kelapa Lima dan Kota Lama. Terpilih dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan memperoleh 559 suara pada pemilu 2019 lalu, kembali menjadi tranding di Facebook.

    Anggota DPRD yang juga merupakan Aktivis yang aktif di berbagai kegaiatan organisasi ini menjadi pembincangan warganet karena ulahnya yang sering ikut memperjuangkan kemanusian di Kota Kupang.

    Terahir, Jeftha terlihat sering Nimbrung pada berbagai Aksi Aliasi Peduli kemanusian Kota Kupang yang menuntut keadilan terhadap kasus Asri dan Lael.

    Pada dasarnya penulis tidak terlalu peduli dengan apa yang dilakukan Jeftha Sooai, karena penulis cukup kenal dengan Pribadinya, baik sebagai Teman maupun Senior.

    Penulis menganggap apa yang dia lakukan itu adalah tugas pokoknya sebagai Anggota Dewan dan memang harus seperti itu kepada Rakyat.

    Namun semakin kesini, tangan penulis semakin tergelitik dan tidak sabar untuk mengupas Anggota Dewan yang memiliki Tato ditangannya ini.

    Penulis membandingkan Jeftha dengan 39 anggota Dewan lainnya yang saat ini mewakili Rakyat Kota kupang dari berbagai Dapil. Kemana dan apa yang sedang mereka kerjakan setiap hari.

    Apakah Anggota-anggota Dewan itu saat ini sedang Sibuk mengurusi sidang paripurna, ataukah sedang Reses atau mungkin sedang dalam perjalanan Kungker ke Daerah lain? tidak.

    Pergantian tenaga Kontrak awal 2022 ini pun juga terlihat tidak terlalu ribut dari biasanya dan jatah untuk anggota Dewan pun seperti tahun ini senyap.

    Tapi, Kenapa Jeftha tidak ikut,? Apakah Karena Jeftha tidak memiliki Peran di Fraksi Gabungan Hanura, PPP dan PSI?sehingga dia memiliki waktu luang lebih banyak daripada yang lainnya?

    Tidak juga. Dia sama dengan yang lain, dia pasti ada dalam Komisi entah itu Komisi apa. Dia juga pasti memiliki tugas sama seperti yang lain, Reses sama dengan yang lain, Kunker, Perjalanan Dinas dan lain sebagainya.

    Namun, Sepertinya Jeftha memiliki banyak waktu untuk melakukan berbagai aktivitas bersama pemuda dan Masyarakat kota kupang.

    Berpanas-panasan di jalan, berpakian seadanya, Makan Nasi bungkus bersama, meskipun kita tahu bahwa makanan Anggota DPRD itu sangat Mahal karena Gaji dan tunjangan yang mereka terima sangat besar yakni diatas 30 Juta per bulan.

    Ada satu foto yang membuat penulis begitu geli kepada Jeftha Sooai, dalam Foto itu Jefta terlihat sedang makan dari nasi bungkus,  satu kakinya ditekuk dan kaki yang lainnya diselonjor.

    Jika dilihat menu dari nasi bungkus di hadapan Jeftha, terlihat ada tahu dan sebongkah sayur serta daging ayam. sederhana sekali, bahkan penulis tidak terlalu Nafsu makan makanan dengan menu seperti itu. Namun, Jefta terlihat melahapnya Suap persuap.

    Dalam pikiran penulis, Jika ini pencitraan, tidak ada Anggota Dewan yang mau pencitraan dengan hanya duduk beralaskan lantai tanah. Celana Jensnya yang jutaan akan mudah Kotor.

    Lagi pula, gaya seorang pencitraan dengan gaya seorang yang memang sering hidup seperti itu sangat jauh beda. Kita bisa melihat orang yang tidak pernah hidup Susah tiba-tiba duduk langsung di tanah dan makan dengan menu ala kadarnya.

    Yang terjadi ialah, dia akan sering merasa tidak nyaman, Mudah jijik dan yang pasti makanannya tidak dimakan dengan lahap. dia hanya akan menyentuhnya sedikit, kalau makannya banyak pun setengah dari nasibya akan disisakan.

    Penulis bahkan sempat berpikir, jika Jeftha menganggap Menjadi anggota Dewan adalah berkat yang luar biasa. Sehingga sayang jika periode berikutnya dia tidak akan terpilih kembali. Makanya dia mulai bekerja keras dari sekarang.

    Tapi, siapa yang mau bekerja sekeras itu sedangkan hari pemilihan masih 2 tahun lagi? Bukankah pemilihan ala Kota Kupang itu menggunakan cara-cara yang praktis.?

    Sangat Konyol jika hanya ingin menjadi anggota Dewan, Jeftha sampai berbuat seperti itu, berpanas panasan hingga buat kulitnya hitam, Kuku Kotor dan pasti banyak mengeluarkan Uang beli rokok untuk berbagi dengan teman-temannya.

    Tapi tidak. Seperti yang penulis katakan dari awal jika penulis sangat mengenal sosok Jeftha. Dia bukan orang yang mudah lupa darimana ia datang. Dia adalah Aktivis sesungguhnya.

    Aktivitasnya yang terlihat lebih banyak dijalan bukanlah tugas tapi lebih dari itu. Bersama masyarakat kecil di jalan dan memperjuangkan keadilan Menurut Jeftha adalah kewajiban.

    Bahkan jauh sebelum menjadi Anggota Dewan dia adalah Aktivis yang selalu aktif lewat suara atau pun tindakan agar keadilan bagi rakyat kecil tetap ada dan terjamin.