Bandel dan Rem Blong Penyebab Utama Tabrakan Beruntun Di Balikpapan, 5 Orang Meninggal Dunia -->

Bandel dan Rem Blong Penyebab Utama Tabrakan Beruntun Di Balikpapan, 5 Orang Meninggal Dunia

Jumat, Januari 21, 2022

    Pelanggaran pertama yang dilakukan Sopir truk adalah melewati jalan yang bukan jalur Truk sementara pelanggaran kedua yang dilakukan adalah Rem Blong sehingga menabrak pengendara yang sedang berhenti di Lampu Merah.

    Tangkapan Layar HP saat Terjadi kecelakaan

    Harianflobamora.com- Tabrakkan berujung Maut di Simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur disebabkan karena Sopir truk melanggar jalur, mengemudi dengan kecepatan cukup tinggi serta Rem Blong.

    Dalam kecelakaan ini, sebanyak 5 orang dinyatakan Meninggal dunia dan untuk korban luka-luka hingga kini polisi belum mendapatkan data yang pasti karena masih menyisiri rumah sakit yang ada di Kota Balikpapan.

    Kronologi Kecelakaan

    Dari data yang dihimpun kontributor Harian Flobamora, kecelakaan maut tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 06.15 Wita.

    Sopir Truk diketahui bernama M Ali, Warga Balikpapan, berumur 48 Tahun mengemudikan Truk Tronton dengan Nomor Polisi (Nopol) KT 8534 AJ.

    M Ali mengemudi Truk Naas tersebut sejak pukul 05.00 pagi dari lokasi parkir di Jalan Pulau Balang, Km 13, Balikpapan Utara menuju Kampung Baru, Balikpapan Barat.

    Berdasarkan Keterangan Kepolisian setempat, Truk Tronton itu bermuatan Konteiner 20 fit yang berisikan kapur pembersih air seberat 20 Ton.

    Sesampai di Rajawali Foto, Km 0,5, M Ali disebut sudah mulai menurunkan Posrneleng gigi dari 4 ke 3, namun setelah berada di depan salah satu Bank, dekat dengan perempatan Simpang Muara, Rem sudah tidak berfungsi sementara truk terus melaju dengan kecepatan tinggi.

    Saat yang bersamaan di depan truk terdapat Perempatan Lampu merah, dan dalam waktu sekejab kendaraan yang sedang menunggu Lampu Hijau ditabrak.

    Data sementara korban yang berhasil dihimpun dari peristiwa tersebut yakni 5 orang dinyatakan meninggal dunia, 4 orang luka berat, 17 orang luka ringan dan 1 orang masih Kritis.

    Lampu merah di Lokasi kejadian juga dilaporkan roboh, serta pagar pembatas yang rusak akibat kecelakaan tersebut. Sebanyak 20 kendaraan yang ditabrak mengalami kerusakan, 6 Uni Roda 4, dan 14 Unit Roda Dua.

    Polisi Temukan 2 Pelanggaran Yang Dilakukan Sopir Truk

    Polisi menyebut sopir truk bernama M Ali yang menyebabkan kecelakaan maut di Balikpapan, Kalimatan Timur melanggara dua aturan sekaligus.

    Pelanggaran pertama ialah, adanya aturan dari Pemeritah Kota Balikpapan tentang adanya larangan kendaraan truk melintasi di jalur lintasan yang dilalui oleh M Ali. Namun, M Ali tidak mengindahkan Larangan tersebut.

    Ini dasarnya sopirnya saja yang Bandel, yang melanggar (Aturan),” Ujar Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo seperti melansir Detik.com, Jumat (21/1/2022)

    Kombes Yusuf menjelaskan, M Ali sengaja tidak mentaanti peraturan yang sudah dibuat Wali Kota Balikpapan terkait Larangan Truk melintas di Lokasi Kecelakaan pada Jam-jam tertentu.

    Sudah ada peraturan Wali Kota, dasar (Aturannya), Truk angkutan besar itu hanya diizinkan Malam hari. Jadi Pukul 06.00 Hingga 00.00 Wita itu tidak boleh melintas disitu,” Ujar Kombes Yusuf

    Selanjutnya, Kombes Yusuf menjelaskan pelanggaran kedua yang dilakukan Sopir Truk Tronton. Menurut Yusuf, M Ali lalai dalam mengemudikan kendaraannya.

    Dia nggak boleh lewat, yang pertama, Yang kedua, teknis layak jalan. Dia belum cek betul apakah rem kendaraannya blong atau tidak,” Lanjut Kombes Yusuf

    Lebih lanjut, Kombes Yusuf mengatakan, Polisi masih menyelidiki dugaan pelanggaran lain pada Kasus tabrakan maut tersebut.

    Kombes Yusuf Sutejo, juga menjelaskan pihaknya kini masih fokus pada penanganan keselamatan Korban dan Pembersihan TKP agar jalan dapat lagi digunakan oleh Warga.

    “Itu nanti pendalaman lebih lanjut, bagaimana Maintenancenya (Perawatan kendaraan), kan harus kita periksa, kita belum periksa kesana,” Ujar Kombes Yusuf

    Kita baru fokus pada penanganan keselamatan korban. Sama pembersihan TKP, supaya bisa lagi digunakan itu jalan,” Tutup Kabid Humas Polda Kalimantan Timur ini Kombes Pol Yusuf Sutejo