9 Bulan Berlalu, Ahirnya Dana Seroja Rp 150 Miliar Untuk Kota Kupang Siap Dicairkan -->

9 Bulan Berlalu, Ahirnya Dana Seroja Rp 150 Miliar Untuk Kota Kupang Siap Dicairkan

Rabu, Januari 26, 2022

    9 Bulan berlalu sejak Badai Seroja Menghantam Kota Kupang dan beberapa daerah lainnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bantuan dari Pemerintah ahirnya datang juga.

    Rumah warga terdapak Badai Seroja Kota Kupang

    Harianflobamora.com- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ahirnya mulai mencairkan Dana Bantuan Badai Seroja di Kota Kupang.

    Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang Jimmi Didok seperti melansir Rakyatntt.com, Selasa (25/1/2022).

    Dia menuturkan, BNPB sudah mulai memproses pencairan dana perbaikan rumah warga yang menjadi korban Badai Seroja pada bulan April 2021 lalu.

    Saat ini, sudah sekitar 4 kelurahan di Kota Kupang yang siap menerima bantuan dana perbaikan rumah yang rusak akibat Badai Seroja.

    Menurut Jimmi, Dana itu akan dicairkan kepada 12.192.000 Kepala Keluarga (KK) yang terdapat di 51 kelurahan di kota kupang. Ada pun besarnya anggaran yang dicairkan pemerintah ialah senilai Rp 150. 985.000.000 (Seratus Lima Puluh Miliar Lebih)

    Jimmi menjelaskan, Saat ini BPBD Kota Kupang akan membantu BNPB dalam pengurusan dokumen bagi penerima di kelurahan seperti pembukaan rekening Warga.

    Lebih lanjut, Jimmi mengatakan, sudah ada 4 kelurahan yang telah memasuki tahapan Verifikasi oleh Tim teknis. Warga dari 4 kelurahan itu nantinya akan menerima surat rekomendasi dari PPK untuk digunakan sebagai persyaratan pencairan dana di Bank BRI.

    Tim Teknis ini berfungsi melakukan peninjauan dan pengkajian terhadap besarnya dana yang akan digunakan untuk rumah warga penerima bantuan baik yang sudah diperbaiki secara mandiri maupun yang belum sama sekali.

    Bagi warga yang sudah memperbaiki rumah menggunakan dana sendiri namun terdaftar sebagai penerima bantuan, maka biayanya nanti akan diganti setelah Tim teknis melakukan Verifikasi.

    Namun, apabila ada warga sudah memperbaiki rumahnya tetapi tidak memiliki Nota belanja, maka BPBD akan memberikan kemudahan yakni dengan mengeluarkan Form kerusakan. Nanti di situ Tim Teknis akan menyesuaikan dengan perbaikan yang sudah dilakukan,” Ujar Jimmi

    Lebih lanjut, Jimmi menyampaikan, bagi warga yang belum melakukan perbaikan rumah, Tim teknis akan memfasilitasi mereka agar memilih toko bangunan sendiri untuk belanja material.

    Bukan kami yang menentukan. kalau kami yang menentukan bisa saja ada opini bahwa kami kerja sama dengan toko-toko (Bangunan) untuk mendapatkan Fee (Keuntungan), itu yang saya tidak mau,” Tandas Jimmi.

    Sementara itu, untuk proses pencairan dana Bantuan Seroja ini, sepertinya sedikit ruwet. karena Warga tidak menerima dana secara tunai.

    Setelah di Berifikasi Tim Teknis, Warga diminta menentukan Toko bangunan terlebih dahulu sebelum mendapatkan keterangan dari BPBD untuk proses Transfer dana ke rekening warga.

    Misalnya, di Skemanya masuk rusak sedang, berarti dapat Rp 25 Juta,” Ujar Jimmi Seperti dikutip dari Rakyatntt.com, Rabu (26/1/2022)