Mabuk dan Bongkar Aib Istri Kawan Sendiri, Sopir Angkot Kota Kupang Ditikam Hingga Sekarat

Setelah meneguk minuman Keras bersama teman-temannya, Korban pulang lebih dahulu, Namun sebelum pulang dia sempat bercerita kejelekan Istri Temannya.

Gambar. Pelaku dan Luka yang diderita Korban

Harianflobamora.com-Seorang Sopir Angkot Kota Kupang Melkisedek Banfatin (26) hampir saja tewas di tangan kedua temannya sendiri yang kesal karena kata-kata yang diucapkan menyinggung salah satu rekannya.

Kejadian pengeroyokan dan penganiayaan awalnya dilaporkan oleh Andri Jusuf Tonak yang merupakan pemilik Kost dari Korban dan pelaku.

Melansir dari Digtara.com, pelaku dan kedua temannya masing-masing IYD yang berprofesi sebagai Sopir Angkot Kota Kupang bersama IT (25) yang juga Sopir angkot dan Korban MB (26) merupakan rekan satu Kost.

Kejadian yang terjadi di jalan Hendrik Henuk, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima ini saat ini sudah di tangi kepolisian Polsek Kelapa Lima pada (27/12/2021)

Kronologi Kejadian

Sebelum kejadian penikaman pada Minggu (26/12/2021), malam sekitar 21.00 WITA, baik Korban dan kedua pelaku masih sempat meneguk minuman Keras (Miras) bersama disamping SPBU Lasiana.

Saat itu Korban pulang lebih dahulu namun sebelum pulang Korban sempat menceritakan kejelekan dari Istri pelaku IT.

Hal itulah yang membuat IT dan IYD marah hingga berniat membunuh korban di Kamar kos dengan senjata tajam.

Setelah beberapa saat, Kedua pelaku sampai di Kos mereka. para pelaku yang masih terpengaruh Miras ini langsung menuju Kamar Korban dan menggedor Jendela kamarnya hingga rusak.

Korban yang kaget dengan Aksi teman-temannya ini pun bangun dan membuka Pintu. Akan tetapi korban di sambut dengan pukulan, Tendangan bahkan Tikaman yang membuat Korban hampir kehilangan Nyawa.

Saat merasa terdesak, Korban keluar lalu berlari menuju rumah pemilik Kos untuk meminta pertolongan. Melihat itu, Pemilik Kos langsung melarikan Korban ke Rumah Sakit Umum Daerah SK Lerik Kota Kupang.

Korban mengalami Luka Robek dengan Panjang 4 cm dan dalam 1 cm akibat senjata Tajam. Korban juga mendapatkan tujuh kali jahitan.

Keterangan Saksi

Berdasarkan keterangan Saksi Marla Naomi Banik, Istri dari pelaku bernama Ivan Dethan mengatakan, suaminya berma Isto Tabun pulang sudah dalam keadaan Mabuk.

Setelah sampai di Rumah Ujar Marla, Ivan Dethan langsung menuju Kamar dan Mengambil senajata Pisau Dapur lalu keluar kembali.

Marla  sempat menanyakan maksud pelaku mengambil Pisau, namun pelaku berbalik marah dan meminta Marla untuk Diam dan Tidur.

Marla pun menuruti perkataan suaminya untuk menutup pintu dan hendak tidur kembali. Berselang beberapa waktu Marla tiba-tiba dikagetkan dengan suara keributan dari Kamar Korban.

Ia kemudian membuka Pintu dan melihat Korban berlari keluar dari Kamar Kosnya dan di kejar oleh kedua pelaku.

Sementara itu, Kapolsek Kelapa Lima Kompol Sepuh Siregar yang di Konfirmasi Senin, (27/12/2021) membenarkan kejadian penganiayaan tersebut.

Menurut Kompol Sepuh, pelaku diduga sakit hati akibat perkataan korban yang menceritakan kejelekan Istrinya.

Diduga pelaku merasa sakit hati terhadap Korban karena telah menceritakan kejelekan Istri pelaku Isto Tabun ke teman-temannya,” Ujar Kompol Sepuh Siregar

Untuk diketahui, Korban hingga kini masih di rawat di RSUD SK Lerik Kota Kupang, Sementara Pelaku Ivan Dethan yang sebelumnya sempat di Hakimi Warga sudah diamankan Polisi.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.