Ada Oknum Polisi Ancam HP Akan Disita Jika Merkam Rekonstruksi, Polda NTT Sampaikan Permohonan Maaf -->

Ada Oknum Polisi Ancam HP Akan Disita Jika Merkam Rekonstruksi, Polda NTT Sampaikan Permohonan Maaf

Patung Bernyawa
Rabu, Desember 22, 2021

    Harianflobamora.com-Sebuah Video memperlihatkan Oknum Polisi yang sedang melarang Wartawan merekam Proses Rekonstruksi dari Kasus Ibu dan Anak di Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang Viral di Media Sosial.

    Kabid Humas Polda NTT (Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto)

    Dalam Video tersebut, oknum Polisi terlihat mengancam Jurnalis dari Pos Kupang yang sedang merkam Video dengan menyuruh Anggota polisi lainnya agar Menyita HP jika tidak dituruti.

    Melihat Hal itu, Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto langsung mendatangi Kantor Redaksi Pos Kupang untuk mengklarifikasi kejadian tersebut.

    Melansir dari Pos-Kupang.com, Pada kesempatan itu Kombes Krisna menyampaikan permohonan Maafnya kepada Wartawan dan Masyarakat atas Insiden yang terjadi.

    Kabid Humas menjelaskan jika Pelaksanaan Rekonstruksi dilaksanakan secara terbuka dan tidak ada larangan bagi Wartawan untuk meliput.

    Hanya memang kadang-kadang situasi dan Kondisi di lapangan ini membuat anggota agak ekstra karena tadi saya Monitor, dilapangan itu sangat ramai

    Dan banyak juga melakukan Aktivitas dan mengaku Wartawan dan memaksa masuk dan mendekat diluar batas yang telah ditetapkan sesuai dengan aturan.

    Sehingga kemudian kita arahkan untuk mematuhi yang kita tentukan, batas-batas yang ditentukan,” Ungkap Kombes Krisna

    Kombes Krisna juga menjelaskan, dirinya akan menegur atau bahkan menindak terhadap anggota yang salah sehingga kesalahannya tidak akan terulang lagi.

    Terkait Video tersebut, kami mohon maaf kepada Masyarakat, mudah-mudahan hal ini kedepannya tidak terjadi lagi,” Lanjut Krisna

    Lebih lanjut Kombes Krisna menjelaskan Proses Rekonstruksi kembali akan dilanjutkan Besok (22/12/2021) karena hari ini baru melaksanakan Rekonstruksi di 7 Lokasi dari 12 Lokasi yang sudah di agendakan.

    Tentunya kita akan melanjutkan Tahapan-tahapan Rekonstruksi, dari 10 Lokasi yang ada, ini baru 7 lokasi yang dilaksanakan dari 12 lokasi sehingga esok diselesaikan. sehingga perjalanan Rekonstruksi ini bisa berjalan secara utuh,” Ujar Kabid Humas Krisna

    Kita berharap cuaca esok mendukung ya, berharap mendukung sehingga pelaksanaan rekonstruksi ini berjalan sampai tuntas,” Lanjutnya

    Kombes Krisna kemudian menjelaskan pentingnya rekonstruksi untuk mensingkronkan keterangan saksi maupun tersangka serta alat bukti yang ada sehingga ada persesuaian

    Ia mengimbau kepada Wartawan agar tetap meliput pada pelaksanaan Rekonstruksi selanjutnya, “kita tetap membuka ruang bagi teman-teman media untuk dapat meliput seperti yang kita lakukan hari ini,” ujar Krisna

    Seperti diketahui sebelumnya, Seorang Oknum polisi berpakian preman tiba-tiba mendatangi Seorang wartawan yang sedang meliput Proses rekonstruksi dan melarang melakukan rekaman video.

    Bahkan Oknum polisi tersebut mengancam akan menyita Handphone perekam video jika tidak mengindahkan perintahnya.

    Akibatnya, video itu pun Viral dan Si Oknum Polisi menjadi bulan-bulan Komentar Miring nan pedas dari Pengguna Media Sosial

    Menanggapi Hal itu, Kabid Humas Polda NTT yang di hubungi melalui Pesan singkat WhatsApp pada (21/12/2021) mengatakan tidak ada kebijakan melarang Wartawan untuk merekam maupun mengambil Gambar saat proses Rekonstruksi berlangsung.

    Justru, Menurut Kabid Humas, Pihaknyalah yang mengundang Wartawan untuk menyebarluaskan Informasi terkait Rekonstruksi ini.

    Tidak ada kebijakan melarang wartawan untuk meliput maupun mengambil gambar, bahkan kami mengundang wartawan untuk memperluas Informasi. Kalau ada yang melarang di lapangan berarti terjadi kesalapahaman,” Tulis Kombes Pol Rishian Krisna