Polisi Mengungkap Kasus Guru Honor Penganiaya Siswa Hingga Tewas di Alor, Ternyata Sering Melakukan Kekerasan

Dari hasil pemeriksaan Saksi-saksi, terungkap Oknum Guru Honorer ternyata sering melakukan tindakan kekerasan terhadap Siswanya.

Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas

Harianflobamora.com, Seorang Guru Honorer berinisial SK (33) di Kabupaten Alor telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi.

SK ditetapkan menjadi tersangka karena melakukan penganiayaan berujung kematian pada 23 Oktober 2021 lalu terhadap MM (13)

Dari hasil pemeriksaan, Polisi mendapati bahwa tersangka Kerap melakukan tindakan kekerasan terhadap siswa di SMP VII Padang Panjang, Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor, NTT.

Penganiayaan yang di lakukan tersangka SK pun selalu berulang setiap senin dan Jumat saat menjalankan tugasnya sebagai guru Piket di Sekolah tersebut.

Sudah sering (Melakukan Penganiayaan) setiap melaksanakan tugasnya sebagai guru piket,” Ungkap Kapolres Alor AKBP Agustinus Christmas Seperti dikutip Kamis (11/11/2021) Kemarin

Hal itu menurut Agustinus terungkap dari hasil pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 9 orang yang dilakukan penyidik Kepolisian dari Polres Alor

9 Saksi tersebut antara lain, 5 Orang siswa kelas VII, yang merupakan teman kelas Korban, Orangtua Korban, Guru di SMPN VII Padang Panjang dan Orangtua angkat Korban.

Setiap hari senin dan Jumat, sebagai guru bahasa Inggris, tersangka melaksanakan Piket Guru (selalu mlakukan kekerasan),” Ujar Agustinus

Agustinus juga mengatakan Semua keterangan yang diberikan Saksi, di Akui oleh tersangka. “Dia Mengakui saat pemeriksaan,” Lanjut Agustinus

Untuk penyebab SK marah sampai melakukan penganiayaan terhadap MM, Agustinus menjelaskan bahwa Tersangka Marah karena tidak membawa Salinan Modul dan tidak bisa memperkenalkan diri dalam Bahasa Inggris.

Selain pemeriksaan Saksi-saksi, Polisi juga sudah mendapatkan hasil Visum Et Repertum dari Dokter di Puskesmas Lantoka.

Dari hasil Visum, ada beberapa tanda bekas luka, “ Jelas agustinus Tanpa merincikan Luka pada Tubuh Korban.

Adapun barang Bukti yang diamankan yakni Batang atau belahan Bambu yang diduga digunakan tersangka untuk memukul MM saat ini sudah di Sita Penyidik.

Sementara itu, Akibat perbuatannya SK dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 80 ayat 1 Juncto, Pasal 76 C dengan ancaman Kurungan selama 3 Tahun 6 Bulan.

SK juga dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP Juncto Pasal 65 Ayat 1 dengan ancaman kurungan 2 Tahun 8 Bulan Penjara.

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.