Polisi Ahirnya Beberkan Semua Dosa Polisi Yang Gugat Kapolda NTT Karena Dipecat

Seorang anggota Polisi menggugat Kapolda NTT karena di pecat atas pelanggaran Kode Etik Profesi Polri. Semua Yang diperbuat dibongkar Polisi

Pelantikan Bintara Polisi Tahun Anggaran 2020/2021 di Mapolda NTT Senin (28/6/2021)

Harianflobamora.com-Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif digugat Anak Buahnya ke PTUN yang dipecat karena Melanggar Kode Etik Polri.

Mantan Anggota Polri yang menggugat Kapolda di PTUN itu bernama Johanes Imanuel Nenosono dengan pangkat terahir adalah Brigadir Dua (Bripda).

Johanes sepertinya tidak terima dengan Keputusan Polri yang memberhentikan dirinya secara tidak Hormat pada bulan September lalu.

Mantan Anggota Polres TTS ini kemudian menggugat Kapolda NTT Ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang dengan Nomor 33/G/2021/PTUN-KPG pada tanggal 10 November 2021

Menanggapi Hal itu, Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif mengatakan Siap menghadapi gugatan dari Johanes

Saya Siap hadapi Gugatan itu,” Ujar Kapolda NTT seperti dilansir dari Detik.com pada Selasa (23/11/2021)

Kapolda menjelaskan, alasan pemecetan Johanes karena yang bersangkutan melanggar Pasal 7 Ayat (1) Huruf B dan Pasal 11 Huruf C serta peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2011 Tentang Kode Etik Profesi Polri

Johanes dinyatakan terbukti telah menghamili seorang wanita hingga melahirkan, namun Johanes tidak mau bertanggung jawab

Bahkan Johanes malah menyuruh korban menggugurkan Kandungannya dengan alasan akan mengganggu pekerjaannya.

Selain menghamili Wanita, Johanes Juga diketahui berhubungan badan dengan perempuan lain sebanyak tiga kali tanpa melalui pernikahan. Hal itu terungkap dipersidangan.

Hal yang juga menjadi alasan Kuat Pemecatan Johanes yang lain adalah karena Desersi atau meninggalkan tugas tanpa alasan Sah dan Tanpa Izin Pimpinan lebih dari 30 hari.

Hal inilah yang menjadi pertimbangan bagi Institusi (Polda NTT). Karena tidak ada Hal yang meringankan bagi pelaku selama proses sidang KKEP.

Tidak hanya ia melakukan perbuatan Asusila dengan menghamili seorang wanita dan berhubungan Badan dengan beberapa Wanita tanpa hubungan pernikahan, Ia juga telah melakukan Desersi,” Lanjut Kapolda NTT

Karena hal itulah, Kapolda Siap Menghadapi Tuntutan Johanes dan Berharap Sidang yang Terbuka dan Diketahui Masyarakat

Menurutnya Sidang harus diketahui agar masyarakat Tahu Polda NTT tidak Main-main dengan prilaku anggota Polri yang merugikan Masyarakat dan merusak Citra Polri.

Ini anggota giliran sudah dipecat baru Paham bahwa tidak mudah dan harus di Syukuri, ini tipe anggota yang hanya mau Haknya dan tidak mau menjalankan kewajibannya,” Tegas Kapolda

Menurut Kapolda, Tindakan Johanes sangat melukai hati Masyarakat terutama Korban dan keluarga juga mencoreng nama baik Institusi Polri

Bisa dibayangkan betapa kecewanya orang tua anak gadis tersebut dan betapa malunya wanita tersebut harus menanggung Beban Derita seperti itu,

Kapolda kemudian menegaskan Jika pemecatan yang terjadi di Tubuh Polri bukan hanya disebabkan oleh kasus Pidana tapi juga masalah Disiplin dan Kode Etik bisa membuat Anggotanya dipecat karena dianggap sudah tidak layak lagi menjadi Anggota Polri

Di Polri anggota bisa dipecat bukan hanya terlibat pidana, tetapi terlibat pelanggara Kode Etik dan Disiplin yang berat dan dinilai tidak layak lagi dipertahankan sebagai Anggota Polri bisa dilakukan PTDH/Pecat,” Tutup Kapolda

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.