Diperiksa Polda NTT, 30 Kepala Sekolah di Rote Ndao Diduga Lakukan Penipuan Dan Penggelapan Proyek BOS

Sebanyak 30 kepala Sekolah di Kabupaten Rote Ndao diperiksa Penyidik Polda NTT terkait Dugaan Penipuan  dan Penggelapan Proyek pengadaan BOS Afirmasi dan BOS Konerja Tahun 2019/2020.

Yohanes Kornelis Talan,SH

Harianflobamora.com-tidak tangung-tanggung, Sebanyak 30 Kepala Sekolah dari berbagai Sekolah di Kabupaten Rote Ndao terpaksa Berurusan dengan Hukum.

Para Kepala Sekolah ini dipanggil Polisi terkait Laporan yang dilakukan oleh Yohanes Kornelis Talan,SH selaku penasehat Hukum PT Quantum Penarik Roysana Edward Sukanumba dengan Total Kerugian yang dialami sebesar Rp 1.311.450.000

Terlapor merupakan Tenaga Marketing PT Quantum Penarik yang di percaya Menangani Proyek pengadaan BOS Afirmasi dan BOS Kinerja 2019/2020 di Kabupaten Rote Ndao.

Melansir dari Pos-Kupang.com, Kuasa Hukum PT Quantum Penarik Yohanes Kornelis Talan mengatakan dalam waktu dekat, para kepala sekolah yang beberapa waktu lalu di periksa penyidik di Mapolres Rote Ndao akan kembali di panggil ke Polda NTT.

Mengenai Kasus PT Quantum Penarik yang melibatkan 30 kepala sekolah, sekitar minggu depan para kepala sekolah yang belum diperiksa maupun yang  sudah diperiksa

Akan dipanggil lagi ke Polda NTT untuk melakukan Klarifikasi mengenai pembayaran yang salah tersebut,” Ujar Joko, Sapaan Akrab Yohanes Kornelis Talan, SH

Dia berharap, para kepala sekolah dan Bendahara segera melakukan pembayaran kepada PT Quantum Penarik agar masalah ini tidak lebih besar

Apabila kepala sekolah tidak melakukan pembayaran kepada PT Quantum Penarik sebagai perusahaan penyedia Barang (Tablet dll)

Maka kami akan menarik semua barang yang sudah diterima oleh pihak sekolah, kemudian melakukan Gugatan perdata terhadap para Kepsek,” Lanjut Joko

Joko juga memberikan Batas Waktu kepada para kepala sekolah untuk melakukan pembayaran kepada PT Quantum Penarik paling lama 1 Bulan.

Sebelumnya, 30 orang Kepala Sekolah yangvtersebar di berbagai sekolah Rote Ndao dipanggil oleh Penyidik DitReskrimum Polda NTT di ruang Reskrim Polres Rote Ndao, pada Rabu (27/10/2021) lalu

Mereka dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai Saksi Dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan barang dan Jasa dari Program BOS Afirmasi dan BOS kinerja.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.