Beginilah Kronologi Guru Cabuli Murid Hingga Pendarahan Di Flores Timur -->

Beginilah Kronologi Guru Cabuli Murid Hingga Pendarahan Di Flores Timur

Patung Bernyawa
Rabu, November 17, 2021

    Beginilah Pengakuan Saksi Mata bernama Maria, saat Seorang Guru di SMKN 1 Larantuka tega mencabuli Muridnya Sendiri hingga mengalami Pendarahan Hebat

    Pelaku Saat di Periksa Polisi

    Harianflobamora.com-Seorang Guru berinisial SW di SMKN 1 Larantuka, Flores Timur sudah di tahan Polisi karena perbuatannya yang mencabuli Muridnya hingga mengalami Pendarahan Hebat.

    Melansir dari Pos-Kupang.com, Korban dari Guru bejat ini masih berusia 17 tahun atau dibawah Umur dan merupakan Siswa kelas 2 di SMKN 1 Larantuka.

    Berdasarkan keterangan Saksi bernama Maria Bernadete Kese Rian yang berada di Lokasi dimana SW melakukan Aksinya mengatakan, Kejadian itu terjadi di sebuah Rumah Tua Milik Kerabatnya di Desa Wotawiti.

    Maria mengungkapkan, saat Pelaku SW datang, Dia sedang sibuk mencuci pakian di rumahnya. Saat itu, SW datang bersama kedua perempuan yang tidak lain adalah Korban dan Rekannya.

    Maria sendiri adalah anak pemilik Rumah dari Kerabat SW yang saat itu hanya sendirian di rumah karena kerabat yang lain sedang pergi berkebun.

    Mama saya merupakan Saudara Kandung ayah dari SW, antara saya dengan SW statusnya Sepupu,” Ujar Maria kepada Pos-Kupang.com, Senin (15/11/2021)

    Setelah sampai di Rumah Maria, SW meminta Maria untuk menemani teman Korban, maksudnya agar pelaku bisa leluasa berduaan dengan Korban di dalam Kamar.

    Dia minta saya temani teman Korban, karena katanya dia mau bertemu pacarnya. Karena sibuk mencuci saya suruh rekan Korban duduk di Kursi depan Kamar Mandi dan saya lanjut Mencuci,” Lanjut Maria

    Setelah selesai mencuci dan Maria hendak menjemur cuciannya, Dia sempat melihat pelaku bersama Korban masuk ke dalam Kamar rumah Tua yang selama ini di tempati Neneknya.

    Maria juga mengaku tidak mendengar teriakkan Korban saat itu. Kemungkinan karena tertutup suara air dan suara saat dia menyikat pakian Cuciannya.

    Tidak ada suara teriakkan yang saya dengar. Mungkin karena bunyi air dan suara Berisik saat saya sikat Pakian,” Jelas Maria

    Maria mengatakan setelah dia selesai menjemur pakian pelaku, Korban dan Rekannya pulang tanpa pamit dari Rumahnya.

    Mereka pulang tidak Pamit. Saya Kaget saat jemur Pakian, ketiganya sudah tidak ada,” Kata Maria seperti dikutip dari Pos-Kupang.com, Rabu (16/11/2021)

    Rumah Tua Tempat SW bersama Korban

    Untuk diketahui, Modus SW Menggait Siswanya adalah Dengan berpura-pura menjadi pacar atau Modus Pacaran.

    SW sengaja mengungkapkan perasaan cintanya dan mengajak Korban menjalin Hubungan Asmara. Tanpa menaruh Curiga, Gadis yang masih Polos ini pun menerima ajakan gurunya untuk berpacaran.

    Tak lama setelah menjalin Hubungan Asmara, Pelaku mulai melancarkan Jebakkannya dengan Modus mengerjakan Tugas.

    Ia lalu mengajak Korban ke rumah Kerabatnya yang Ia tahu pemiliknya sedang tidak ada di rumah karena sedang Musim berkebun dan menanam.

    Tanpa ada Rasa Iba memikirkan Masa depan Siswinya, SW memaksa Korban melampiaskan Nafsu bejatnya hingga mengalami pendarahan hebat.

    Beruntung setelah Kejadian Korban masih sempat di larikan ke rumah sakit dan Nyawanya masih bisa tertolong berkat Bantuan Dokter.

    Setelah Kejadian, Korban pun mengakui perbuatannya dan Oleh Pihak keluarga melaporkan Kejadian itu kepada Polisi.