Pendiri Facebook Mark Zuckerberg Rugi Hingga Rp85 Trliun Usai Error Selama 8 Jam -->

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg Rugi Hingga Rp85 Trliun Usai Error Selama 8 Jam

Patung Bernyawa
Selasa, Oktober 05, 2021

    Facebook Instagram dan Whatsapp Erro selama 8 Jam, Kekayaan Mark Zuckerberg Anjlok hingga 6 Miliar Dolar AS atau setara Rp85,6 Triliun Rupiah


    Mark Zuckerberg, Pendiri Facebook


    Berita-Harianflobamora-Kekayaan Pribadi pendiri Facebook Inc Mark Zuckerberg turun signifikan pasca 3 Platform Media Sosialnya mengalami Error atau Down Sejak (4/10/2021), tadi malam

    Dikabarkan, Kerugian yang dialami Mark Zeckerberg mencapai 6 Miliar Dolar AS atau Setara Rp 85,6 Triliun rupiah jika di rupiahkan dengan Nilai Tukar (Kusr Rp 14.200 per Dolar).

    Mengutip dari Bloomberg, Selasa (5/10/2021), Errornya facebook membuat saham raksasa perusahaan Teknologi ini Anjlok 4,9 persen akibat aksi jual yang dilakukan Investor.

    Penurunan Tajam saham Facebook ini membuat Kekayaan Pribadi Mark Zuckerberg turun menjadi 121,6 Miliar Dolar AS.

    Meski tidak menggeser Posisinya sebagai Orang terkaya Nomor 5 di Dinia dibawah Pendiri Microsotf Bill Gates namun kerugian ini tentu sangat besar mengingat Uang 85 triliun Hilang hanya dalam semalam.

    Bukan hanya itu, Menurut Bloomberg Billionaires Indeks, sebelumnya Kekayaan Mark Zuckerber turun hampir 140 Miliar Dollar hanya dalam hitungan Minggu akibat kebijakan Privasi, Baik terhadap Facebook ataupun Whatsapp

    Pada tanggal 13 September 2021, Wall street Journal juga mulai menerbitkan serangkaian masalah berdasarkan Ceche dokumen internal Facebook

    Menurut Wall Street Journal, Sejatinya Facebook tahu tentang berbagai masalah pada Produknya, seperti bahaya kesehatan mental Gadis remaja.

    Laporan itu pun menarik perhatian pejabat pemerintah Amerika Serikat dan meminta Facebook untuk menanganinya lebih serius.

    Sebagai Tanggapan, Sebanarnya Facebook telah menekan masalah-masalah itu, Termasuk maslah Polarisasi Politik yang sangat Kompleks dan tidak disebabkan oleh Teknologi saja.

    “Saya pikir itu memberi kenyamanan orang untuk berasumsi bahwa harus ada penjelasan Teknologi atau Teknis untuk masalah Polarisasi Politik di Amerika Serikat,” Ujar Wakil Presiden Urusan Global Facebook, Nick Clegg