Pelajar NTT Kirim Pesan Buat Presiden, Pak Jokowi Tolong Lihat Kami, Kami Butuh Internet

Teriakan dari ujung Timur Indonesia, dari Pelosok desa yang jauh dari keramaian kota, dari kami yang tak biasa bersuara lantang dengan Megaphone dan Bentangan Spanduk.

Suasana Ujian Online Siswa SMP Satap Hamahena, (Foto Dari Robertus Belainus)

Berita-Harianflobamora.com-Sulitnya Jaringan Internet di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah masalah yang belum terselesaikan oleh Pemerintah hingga kini, terlebih bagi pelajar dan Mahasiswa.

Namun anehnya, Meski Sekolah atau Universitas tahu bahwa Pelajar dan Murid-muridnya kesulitan mendapatkan Akses Internet,

Lembaga-lembaga pendidikan ini tetap ngotot menggunakan Internet untuk melaksanakan Proses Belajar atau acara Wisuda karena Desakan aturan yang sudah diterapkan Pemerintah.

Hal itulah yang kemudian membuat beberapa Pelajar atau Mahasiswa terpaksa mencari jaringan internet dengan caranya sendiri.

Tak peduli apakah itu akan membahayakan diri mereka sendiri atau tidak, yang penting tugas dari sekolah terlaksanakan dengan baik.

Seperti yang dilakukan beberapa murid dari Siswa SMP Satu Atap 3 Ile Ape Timur Hamahena, Kabupaten Lembata-NTT.

Mereka berani menantang Maut dibawah lereng Gunung Ile Lewotolok yang saat ini sedang Erupsi agar bisa mendapatkan jaringan internet untuk mengikuti Ujian Online Sekolahnya.

Untuk pergi ke Lereng Gunung dan mendapatkan Jaringan Internet, Para pelajar ini harus mendaki Gunung sejauh 2 Kilo Meter.

Agustina Monika Dai mengaku dirinya dan Temannya kadang merasa takut dengan Kondisi Gunung Ile Lewotolok masih Aktif.

Bahkan Ada yang hendak lari dari Lereng gunung karena mendengar Bunyi gemuruh dan Lontaran Abu Vulkanik dari Gunung Ile Lewotolok. Namun mereka selalu berhati-hati dan didampingi Guru sekolah.

Memang Gunung Bunyi terus ini dan kami takut. Tetapi, mau bagaiman lagi. Disini saja yang ada jaringan Internet,” Ujar Monika

Melansir dari Kompas.com, Semua itu dilakukan lantaran bagi mereka yang penting adalah terkoneksi dengan jaringan internet dan bisa mengikuti Ujian Online

Memang Capek sebenarnya, tetapi paling penting adalah kami bisa ikut ujian Online ini,” Lanjut Monika

Monika menjelaskan, Sudah lama Sekolah dan tempat tinggalnya tidak memiliki koneksi jaringan Internet. Jangankan Internet, Sinyak Telkomsel saja tidak ada.

Selama sekolah Online, kami tidak bisa karena tidak ada jaringan Tidak ada. Sekarang karena Ujian Online, maka kami terpaksa naik ke lereng gunung,” Ujar Monika.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Satap Hamahena Yustinus Mado mengakui adanya Potensi bahaya buat siswa yang Ujian di Lereng Gunung Ile Lewotolok.

Sebab, Wilayah itu menurut Yustinus masuk Zona Merah bencana eruspsi Gunung Ile Lewotolok dan Bencana Seroja.

Untuk mencegak hal itu, Yustinus selalu menugaskan tiga orang guru untuk mendapingin para Siswa selama Ujian berlangsung.

Yustinus menyebutkan, sebanyak 48 Siswa yang mengikuti Ujian Online sebagian Besar lokasinya jauh dari ancaman Erupsi Gunung Ile Lewotolok

Ada 18 Siswa dari desa lamaguete (Lembata) ikut ujian persis di lereng gunung Ile Lewotolok,” Ungkap Yustinus.

Selain internet, terang Yustinus, Kendala utama yang di hadapi sebenarnya adalah banyak Siswa yang tidak memiliki Smartphone dan Pulsa Data

Sinyal telkomsel saja disini tidak ada, apalagi Internet. Selama ini kami harus mendaki gunung atau ke Kota Lewoleba baru bisa komunikasi dengan orang lain. semoga ini menjadi perhatian pemerintah,” Lanjut Yustinus.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.