Halaman Facebook

Kurangnya Jamkes Dari Perusahaan, 20 Orang Pekerja Sawit Asal NTT Meninggal Dunia di Kaltim Dalam 5 Bulan Terahir

Jaminan Kesehatan (Jamkes) dari Perusahaan Sawit di Kaltim menjadi persoalan sendiri bagi pekerja asal NTT

Penjemputan Jenazah Pekerja Sawit Asal NTT oleh Keuarga.

Berita-Harianflobamora.com-Berbagai persoalan di hadapi pekerja Sawit Asal NTT di Kalimantan Timur (Kaltim), mulai dari mendapatkan perlakuan yang kurang baik hingga Masalah Jaminan kesehatan bagi Pekerja.

Melansir dari Ekoranntt.com, Dalam 5 Bulan terahir, lebih dari 20 orang warga NTT yang bekerja sebagai Buruh Kelapa Sawit di Kaltim meninggal Dunia.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Ikatan Keluarga Nusa Temggara Timur (IKENTIM) Kutai Barat, Michel Tob

Sebagian warga NTT yang meninggal dunia di sebabkan kurangnya Jaminan Kesehatan yang diberikan perusahaan tempatnya bekerja.

Terahir satu Warga NTT yang bekerja di Grup Borneo juga di kirim pulang dalam keadaan meninggal Dunia, Mayoritas Orang NTT yang meninggal di Kaltim adalah Pekerja Sawit,” Ujar Michel Top Seperti dikutip dari Koranntt.com, Rabu (27/10/2021)

Menurut Michel, tidak semua Jenazah yang meninggal di Kaltim dipulangkan ke Kampung halamannya, itu karena alasan Situasi dan Kondisi yang tidak memungkinkan.

Michel pun meminta kepada Pemprov NTT agar melakukan komunikasi atau bekerja sama dengan Pemprov Kaltim untuk memastikan Nasib para pekerja sehingga mereka bisa mendapatkan Hak-haknya termasuk Hak kesehatan dan Upah yang Layak.

Kami meminta Pemerintah Provinsi NTT bekerja sama dengan pemerintah Provinsi Kaltim, Khususnya Pemkab Kutai Barat untuk memastikan nasib para pekerja Asal NTT

Sehingga mereka bisa mendapatkan Hak-haknya termasuk hak mendapat kesehatan dan upah yang layak,” Jelas Michel Tob

Michel juga mengungkapkan, orang NTT yang berstatus Karyawan tetap di perusahaan yang mendapatkan Pasongan saat meninggal Dunia jumlahnya masih sedikit.

Paling banyak itu pekerja harian lepas. Bahkan uang duka dari BPJS juga tidak ada. Jadi perusahaan-perusahaan yang ada di Kutai Barat ini kan Kapitalis atau Raksasa yang punya duit jadi kami merasa sulit. Kadang gaji pekerja juga tidak di bayar sesuai UMR,” keluh Michel Tob

Selain itu Ujar Michel, Perusahaan juga sering menggunakan Jasa Pasus (Pasukan Khusus) yang bertugas mengintimidasi para pekerja Sawit dari NTT.

Mereka ini pecatan tentara yang dipakai untuk mengintimidasi para pekerja Sawit. Pernah kami bawa ke media, mereka ahirnya minta maaf.

Kalau anak-anak bermasalah, mereka intimidasi dan aniaya. Setelah itu mereka paksa anak-anak buat surat pengunduran diri dan dipecat,” Tutur Michel

Michel menambahkan, Warga NTT yang ada di Kaltim, Khususnya Kutai Barat saat ini berjumlah sekitar 25.000 orang dan mayoritas bekerja di perusahaan Sawit.

Kami minta pemerintah Provinsi NTT melihat kami disini. Paling tidak ada Solusi untuk kami. Karena kami disini terlalu banyak,” Ujar Michel lagi