PPKM Sedang Bercanda, Saat Kota Turun Level 3, Kabupaten Kupang Malah Naik Level 4

Opini-Harianflobamora-Kabupaten Kupang sebagai satu-satunya Kabupaten di NTT yang kini Menerapkan PPKM Level 4.

Foto By Editor Tempo.co ( Indonesia Tidak akan Sanggup Mengehentikan Covid-19, jika Permain-pemain Kotor Masih ada

Hal itu terasa aneh, Karena sebelumnya, Kabupaten Kupang berada di Daerah Zona Hijau, atau lebih tepatnya saat Pemprov Ramai-ramai menggunakan Alasan Zona Hijau untuk membenarkan Dugaan Kerumunan pada kegiatan TPAKD di otan, Semau NTT, pada 27 Agustus 2021 lalu.

Saat Semua Kabupaten dan Kota di NTT kembali ke PPKM Level 3, Kabupaten Kupang Malah naik ke Level 4.

Namun hal itu, menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dr Messerasi Ataupah karena ada kesalahan dalam pengimputan Data.

Menurut Kadis Kesehatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang salah dalam pengimputan data terutama pada Angka Kematian.

"itu ada Kesalahan Imput Data dari Kabupaten kupang yang tidak Real Time, Khusus untuk angka Kematian. jadi itu ada kesalahan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang," Ujar dr Messerasi, Seperti dikutip dari RakyatNtt.com, Kamis (9/9/2021)

dr Messerasi Ataupah menambahkan, dirinya padahal sudah memperingatkan kepada Pemkab Kupang untuk tidak salah dalam pengimputan Data ke Pusat.

Salah Imput Data Angka Kematian

Benarkah ada Kesalahan Pengimputan Data yang dikatakan Kadis Kesehatan Provinsi NTT 'Khusus Anka Kematian'

Lalu kenapa hanya angka Kematian, Kenapa tidak salah dalam mengimput data terkonfirmasi Positif covid-19?. Bukankah mendata Angka Kematian yang Notabene Pasien meninggal di RS lebih mudah daripada mendata terkonfirmasi Positif Covid-19?

Seperti diketahui, Salah Imput Data ini Pernah juga terjadi pada Kota Kupang bulan Juli Lalu, yang ahirnya membuat status Ibu Kota NTT itu Naik Ke PPKM Level 4

Setidaknya itu yang di Katakan Kepala Dinas Kesehatan sekaligus ketua Satgas Covid-19 Provinsi NTT, dr Messerasi Ataupah, pada 25 Agustus 2021 lalu.

Namun entah kenapa, Meski sudah dikatakan Oleh Ketua Satgas NTT bahwa Dinas Kesehatan Kota Kupang Salah dalam pengimputan data. namun Dinas Kota Tetap menerapkan PPKM level 4.

Dinkes Kota Kupang sebenarnya tidak membantah apa yang di Sampaikan Dinkes Pronvisi. namun, alih alih menurutkan level PPKM, Kepala Dinas Kota Kupang drg. Retnowati malah mengatakan Angka Positif masih Banyak karena menunggu hasil dari Sampel Swab yang  masih Antre di Laboratorium Biomolekuler.

Padahal, apa yang dikatakan Dinkes dr Messerasi bukan tentang tebak-tebakan Tes Swab yang belum di ketahui hasilnya tersebut, melainkan berdasarkan Data yang sudah di Imput Sebelumnya.

Jika bercermin pada Kasus Kabupaten Kupang yang juga dikatakan Salah dalam pengimputan data sehingga menyebabkan Kabupaten itu Naik Ke PPKM Level 4 dan kasus salah Imputnya sama, yakni Ada Kesalahan pada Angka Kematian.

Maka bisa disimpulkan, Kerja Operator dalam Hal ini kurang Provesional atau bahkan tergolong tidak bisa bekerja.

Harusnya dalam pengimputan data Kematian, Jika menggunakan Exel itu sudah pasti akan Ketahuan mana nama dan NIK yang dobole jika seandainya ada data ganda.

Ataukah memang Data itu tidak pernah di Upadate dan di Pisahkan antara Data kematian dan Data Terkonfirmasi.

Tapi saya Pikir Seorang Operator yang mengerti IT sudah tahu cara memperlakukan Data yang benar dan memisahkannya.

Kesalahan Data ini Bisa mungkin Terjadi karena ada Kebijakan atasan, Bukan Kesalahan Operator Sistem.

Kita bisa membandingkannya pada Kota Kupang yang Baru di Ungkap ada Kesalahan Pengimputan Data Pada bulan Juli di Tanggal  25 Agustus 2021.

Dan Sikap Dinas Kesehatan Kota Kupang yang seolah tidak mendengarkan apa yang menjadi Instruksi Dinas Kesehatan Pronvinsi tentang Kesalahan Pengimputan Data. Justru Malah Mengatakan Angka Positif masih tinggi karena Banyak Tes Swab yang masih Antre di Laboratorium.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.