Kronologi Versi Kadiskes Sikka, Dimaki dan Ditantang Duel Kejari Dalam Ruang Kerja -->

Kronologi Versi Kadiskes Sikka, Dimaki dan Ditantang Duel Kejari Dalam Ruang Kerja

Patung Bernyawa
Jumat, September 17, 2021

    Dikutip dari Floresku.com, Kejari Bicara tanpa henti "Kau Anjin*, Kau Biadab, Kau Kotor, Kau Makan Uang Haram, Kau Melecehkan Institusi saya,"

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus  Herlemus

    Berita-Harianflobamora-Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupten Sikka Petrus Herlemus mengaku di Cacimaki oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sikka Fahmi, S.H., MH, Senin (13/9/2021)

    Perbuatan yang tak menyenangkan itu disinyalir karena Surat Pinjaman Daerah Dana Pemulihan Ekonomi Nasional yang di keluarkan oleh Dinkes Sikka.

    Melansir dari Floresku.com, atas kejadian itu, Kadinkes Petrus Herlemus lalu Memberikan kesaksian secara tertulis mengenai perlakuan yang Ia terima.

    Bahkan, Sebelum Menulis Kronologi kejadian, Petrus terlebih dahulu berido,a dan bersumpah atas nama Tuhan terhadap Kesaksian yang Ia berikan.

    "Sebelum menulis Kronologis ini, Saya mengangkat Sumpah atas diri saya sendiri di Hadapan Allah yang maha mengetahui, Maha Adil dan Maha Mengasihi sesuai agama yang saya Yakini dan di atas Tanah yang saya pijak, Tanah leluhur nenek moyangku, Tanah dimana saat ini, saya diutus sebagai pelayan Rakyat dan Umatnya

    Untuk itu saya bersumpah demi Nian Tanah, Nian terjanji dan semoga Rohnya yang kudus menerangi setiap akal budi saya dalam menulis Kronologi ini. Semoga Tuhanku selalu menolong," Pembukaan Tulisan di Surat Kadinkes Sikka, Petrus Herlemus

    Kronologi Kejadian Yang di Tulis Kadinkes Sikka

    "Hari Senin, 13 September 2021, Pukul 07.45 WITA, saya tiba di Ruangan kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Saya mendapat telepon dari Jaksa Rizki pada pukul 07.48, dan dia memberi tahu saya pak Kejari mau bertemu sekarang.

    Saya kemudian menjawab, Tolong beritahukan kepada pak Kejari jika boleh setelah Jam 08.00 baru ketemu karena pada jam 08.00 saya harus pimpin apel di kantor. Tiba-tiba ada teriakan dari ujung telepon, "Ee.. Kadis, saya tunggu kau, sekarang kau ke kantor..."

    Lalu saya menaggapi dengan santun, " Ya pak Kejari, saya kesitu sekarang," saya pun bergegas ke Kantor Kejaksaan bersama Sopir Om Erens.

    Sampai di Kantor Kejaksaan Pukul 08.00, saya langsung ke Front Office dan menyampaikan bahwa saya di telepon Pak Kejari untuk ketemu. Saya pun harus melalui Prosedurnya, serahkan KTP, dan Ambil foto melalui Kamera.

    Dalam Proses Registrasi, Pak Jaksa Rizki turun dari Lantai 2 menjemput saya, dan beliau sampaikan, "Pak Kadis mohon HP di Simpan di Loker," dan saya Sampaikan bahwa saya simpan HP saya di Mobil

    Saya masuk dengan menyapa...selamat pagi pak kejari, tapi saya langsung di sambut dengan teriakan Pak Kejari yang mendekat ke saya.

    Ia kemudian duduk dan mengangkat Kaki kanannya lalu menghentakkannya di atas meja tamu di depan saya sambil menunjuk-nunjuk saya sambil berkata, Hai *njing, Kau *iadab, Kau Kotor, Kau menginjak-injak Martabat dan harga diri Institusi saya," Kata-kata ini berulang-ulang di Ucapnya.

    Kejari Bicara tanpa henti, "kau *njing, kau *iadab, kau kotor, kau makan uang haram, kau melecehkan Institusi saya,"

    Saat itu saya bingung apa yang dimaksud melecehkan Institusinya, dan saat itu saya telah, saya katakan " Pak Kejari saya tidak Paham,"

    Beliau kembali kemejanya dan mengambil secarik Surat Undangan dan mengatakan " *njing, *iadab, Baca ini suratmu, baca, baca, baca, kau ini siapa,? Sambil menaikan kakinya lagi di atas meja di depan saya.

    Ia pun membuka Kancing bajunya dan mengajak saya untuk berduel. Akan Duel ini di ucapnya berulang kali. Kejari bahkan membuka hampir seluruh kancing bajunya. Sementara itu, saya di apit oleh Jaksa Rizki dan Jaksa Iksan.

    Saat itu saya katakan kepada kejari, silahkan membuka baju. Tapi tidak satu kancing baju saya pun saya buka, karena saya menghormati Pemda dan Institusi saya. Saya juga tidak akan meladeni untuk duel."

    Kejari Sikka, Fahmi SH.,MH

    Surat Yang Mebuat Kejari Merasa di Lecehkan

    Lebih Lanjut, Petrus Herlemus menjelaskan Surat yang dimaksud Kejari dan membuatnya merasa dilecehkan Intitusinya oleh Dinkes Sikka

    "Surat yang di Tujukan ke saya adalah surat Undangan yang saya kirim kepada kejari dan Inspektur Kabupaten Sikka.

    Untuk memohon penugasan Staf pendamping pada rapat pendahuluan proses pengadaan barang jasa sumber dana Pinjaman Daerah

    Menurut saya surat itu sangat santun dan tidak merendahkan Institusi manapun dan Buktinya pak Inspektur menugaskan 2 Stafnya untuk mengikuti rapat yang dimaksud.

    Lanjut Kejari, " kau ini siapa *njing? Kau perintah-perintah saya, saya ini bawahanmu, bawahan bupatimu, saya ini tidak bisa di intervensi, kau ini hanya makan uang proyek, uang haram."

    Saya hanya diam dan bersabar. lanjut Kejari, "Kenapa Proyek rumah sakit pratama, Proyek sumur Bor kau pecah-pecah *njing? Otakmu hanya Proyek," Kejari ngotot Tanpa Henti, disaksikan oleh Jaksa Rizki dan Jaksa Iksan.

    Beliau berdua hanya berdiri di samping kiri dan kanan saya. Jaksa Iksan di sebelah Kiri dan Jaksa Riski di sebelah kana dekat Pintu keluar.

    Kejari terus Ngotot tanpa memberi Ruang untuk saya untuk menjelaskan, Kejari lanjut dengan bertanya, kenapa PPK kau tentukan tanpa koordinasi dengan saya, kau tentukan PPK pengadaan, kepada Uly yang bermasalah dengan bangunan PSC tahun kemarin.

    Bagaimana beritanya, bagaimana dengan Incinerator di Waigete?  Sambil melihat ke Jaksa Iksan dan Ia memerintahkan untuk segera periksa Incinerator

    Tak ada waktu untuk saya menjelaskan. lanjut Kejari, "Biar uangmu banyak tapi kau tidak bisa Intervensi saya, kau dan Sekda sama saja, saling lempar tanggung jawab soal koordinasi, Sekda bilang Kadis, Kau Bilang Sekda "

    Saat itu saya merasa bukan manusia dihadapan kejari. Sehingga saya sampaikan kepada kejari, Jika panggil saya hanya untuk Caci maki, Maka sekarang saya pamit pulanng," Sambil saya menuju pintu keluar tapi saya dihadang oleh Jaksa Rizki.

    Peristiwa ini terjadi dalam keadaan pintu terkunci. Dalam ruang kerja kejari, hanya kami berempat, Kejari, Jaksa Iksan, Jaksa Rizki dan saya seorang diri seperti Tahanan perang

    Saat Ngototnya berhenti, saya pun langsung pamit keluar dan pintu dibukakan oleh Jaksa Rizki. waktu saat saya pamit Pulang, kancing baju Kejari masih tetap terbuka karena gagal ajak duel dengan saya

    Jaksa Rizki mengikuti saya dari belakang sampai di lantai satu, Jaksa Rizki bertanya, "Pak Kadis HP di Loker?" Saya sampaikan ke Jaksa Rizki bahwa 2 HP saya tetap ada di saku celana saya.

    "Semoga Kejari, Jaksa Rizki dan Jaksa Iksan membuka kembali CCTV mulai saat masuk dan semua cacimaki dalam ruangan yang terkunci, agar bisa membantah apa yang saya saksikan ini,"

    Ketika di Konfirmasi terkait Kasus ini kepada Kasi Intel Kejari Sikka, Ridha Nurul Ihsan membenarkan peristiwa yang di singgung oleh Petrus, Namun Ia membantah Bahwa Kejadi tidak bertindak Kasar

    "Benar Pak Kejari Sikka Nada Tinggi dengan Kadis Kesehatan Sikka. tapi tidak ada Kata-kata kasar,” Ujar Kasi Intel Kejari Sikka