Kapolres Manggarai Barat, Jelaskan Penangkapan 21 Tersangka Sengketa Tanah di Golo Muri -->

Kapolres Manggarai Barat, Jelaskan Penangkapan 21 Tersangka Sengketa Tanah di Golo Muri

Patung Bernyawa
Senin, September 06, 2021

    Harianflobamora-Kapolres Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT), menjelaskan alasan menangkap 21 tersangka Kasus Sengketa Tanah di Desa Golo Muri, Kecamatan Komodo, Mabar, Minggu (5/9/2021)

    Kapolres Manggarai Barat, Jelaskan Alasan Menangkap 21 Tersangka Sengketa Lahan di Desa Golo Muri

    Kapolres Manggarai Barat AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K.,M.Si mengatakan, penangkapan dilakukan untuk mencegah jatuhnya Korban Jiwa yang memicu Konflik menjadi lebih Luas

    Menurut Kapolres, Kejadian Bentrok antara kelompok Masyarakat yang berujung korban jiwa sudah berulang kali terjadi di Manggarai Barat karena persoalan Sengketa Lahan.

    Berdasarkan Laporan yang diterima Harian Flobamora, penangkapan 21 tersangka Kasus sengketa Tanah di Desa Golo Mori berlangsung pada, Jumat 2 September 2021.

    Dalam penangkapan itu, Kapolres Mabar memimpin langsung jalannya operasi penangkapan pelaku yang juga diketahui membawa senjata Tajam saat di Tangkap

    Kapolres menjelaskan, Dari 21 tersangka yang sudah di Amankan, Ada 3 orang berasal Dari Desa Golo Mori, 13 Orang Masa Bayaran dari Kampung Popo, Kecematan Satar Mese, Kabupaten Manggarai dan 5 orang masa bayaran lainnya berasal dari Kampung Dimpong, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai.

    "Polres Manggarai Barat mengambil langkah cepat mengamankan mereka sebelum terjadi Bentrok, "Ujar AKBP Bambang Hari Wibowo, Minggu (5/9/2021)

    Kapolres Mengatakan, Saat ditangkap, Para tersangka sedang menduduki lahan dengan membawa serta Senjata Tajam

    "Para tersangka saat ditangkap tengah melakukan Aktivitas pembersihan lahan yang di sengketakan. Aktivitas tersebut meresahkan Pihak Lawan," Ujar Kapolres Bambang.

    Lebih lanjut Kapolres Menuturkan, Dalam Operasi tersebut, Polres Manggarai Barat berhasil menyita 15 Bilah Parang.

    "Kami mempelajari sejarahnya. Kasus seperti ini seringkali berujung bentrok dengan warga Lokal. Kami tak ingin bentrokan memicu konflik lebih luas," Tegas Kapolres

    Untuk diketahui, Sebelum bergerak cepat menangkap pelaku, Kapolres sebelumnya sudah lebih dahulu berdiskusi dengan tokoh Agama, Romo Silvi.

    Dari Diskusi tersebut, Kapolres mendapatkan keterangan jika warga Golo Mori sudah melakukan persiapan untuk mengusir secara Paksa 21 orang yang menjadi lawan mereka.

    pihak Kepolisian juga mendapatkan informasi jika Tenaga Bayaran yang berasal dari Luar Manggarai Barat tersebut Memakai Modus Buruh Kebun

    "Kami mempelajari Modus sebagai Buruh perkebunan adalah modus yang berulang kali terjadi dan ahirnya berujung bentrokan. Saya sebagai Kapolres tentu tidak ingin terjadi Korban Jiwa," Ujar Kapolres

    Sementara itu, Menurut keterangan Tokoh Pemuda setempat bernama Muhammad Udin mengaku resah atas kehadiran warga pendatang di Desanya.

    Pasalnya, Warga pendatang tersebut saat melintas di desanya sambil menenteng-nenteng parang Panjang dan kemudian melakukan aksi pembersihan lahan di tanah sengketa.

    Udin pun mengaku sangat berterima kasih kepada Polres Manggarai Barat yang bergerak cepat mengamankan pelaku pembersihan Lahan Sengketa.