Halaman Facebook

Ditantang Anak Buahnya Untuk Dipecat, Kades Oyangbarang, Flotim: Yah, Saya Pecat

Harianflobamora-Maxmilianus Rudolf Tago Raya dipecat Kepala Desanya karena di tuding sebagai orang yang melaporkan kegiatan Pesta di Desa Oyangbarang, Kecamatan Wotanulumando, Kabupaten Flores Timur, NTT, kepada Polisi.

Kepala Desa Oyangbarang, Laurensius Lega Ama

Melansir dari Pos-Kupang.com, Pesta Sambut baru yang ahirnya dibubarkan Polisi itu sebelumnya tidak direncanakan, karena baik Warga dan Aparat Desa sudah Membuat surat pernyataan untuk tidak menggelar Pesta

Akan tetapi setelah Ibadah (Misa) sambut baru selesai, warga justru membuat keramaian dengan menggelar Pesta.

Maxmilianus mengatakan, Hal itu oleh Kepala Desa ( Kades) Oyangbarang malah disetujui dan secara Diam-diam, Kades keliling ke rumah-rumah warga untuk meberitahukan agar pesta tetap dilanjutkan.

Maxmilianus menuturkan, beberapa hari setelah kejadian pembubaran Pesta Oleh Polisi itu, dirinya menerima SK Pemecatan dari Camat Wotanulumando Silvester Kopong, A.Ks, M.Si

Menurutnya, Pemecatan Dirinya sebagai Kaur Desa Oyangbarang dilakukan Sepihak oleh Kades dan menyalahi Aturan yang berlaku.

"Tidak ada teguran lisan maupun tulisan. Selama ini hubungan saya dengan Kades sangat baik. komunikasi terputus setelah acara sambut baru. Tiba-tiba datanglah SK Pemecatan," Ujar Maxmilianus Rudolf Tago Raya kepada Pos-Kupang, Minggu (5/9/2021)

Maxmilianus curiga, dirinya dipecat karena dituding sebagai orang yang melaporkan Pesta Sambut baru  warga ke Polisi.

"Saya dituduh Lapor Polisi, Padahal saya tidak tahu sama sekali. Dari pengakuan beberapa orang tua, saat acara pesta, Kades jalan ke rumah-rumah dan minta warga terus berpesta, nanti dia yang bertanggung jawab. Tak lama polisi datang, tapi saya dituduh melapor," Ujar Maxmilianus

Maxmilianus juga mengatakan, ada kejanggalan yang menjadi dasar pertimbangan dalam SK Pemecatannya. Padahal dia mengaku, Selama ini tidak pernah melakukan pelanggaran sesuai 12 Poin yang di Atur dalam Permendagri.

"Yang menjadi kejanggalan juga adalah pendasaran pemecatan saya yang Absrak. Dalam SK (tertulis), Dasar pemecatan itu adalah melanggar sumpah dan janji jabatan.

Kira-kira sumpah dan janji Jabatan apa yang saya langgar. Sedangkan 12 larangan yang di atur dalam permendagri, saya sendiri tidak pernah melanggarnya," Lanjut Maxmilianus

SK Pemecatan Maxmilianus Rudolf Tago Raya

Kades Oyangbarang Memberikan Penjelasan

Sementara itu, Kepala Desa Oyangbarang Lauresnsius lega Ama mengatakan, Pemecatan terhadap Maxmilianus sudah sesuai Prosedur.

"Proses Pemecatan itu Ada alasan. Pertama, Ayahnya selalu Posting di Media Sosial, Sikat saya soal perusahaan Mutiara hingga keuangan Desa"

"Penyelenggaraan pemerintah Desa ini maju tidak terlepas dari kerja perangkat Desa. Ketika perangkat Desa mau menjadi seperti Pimpinan, Kita Repot," Ujar Kades Laurensius

Menurut Laurensius, Kades dan perangkat desa itu satu Tungku, dan para orang tua perangkat desa juga mendukung, kalau sudah Kontra, bagaimana peran anak sebagai perangkat Desa.

Kades mengatakan, mestinya anak dari perangkat Desa itu menjelaskan Kepada Bapaknya, jangan membuat postingan di Medsos, datang ke Kantor untuk berdiskusi tentang apa yang tidak disetujui dari kebijakan Kepala Desa.

"Komentar saya itu lalu di Balas Oleh Tago Raya (Kaur Desa). Awalnya saya tidak mau balas. Tapi sampe ketiga, dia katakan kalau saya salah pecat saya. Beraninya seorang Bawahan Menantang Pimpinan untuk di pecat. yah Saya Pecat," Ujar Kades

Kades menjelaskan, Dirinya sudah mengeluarkan teguran Lisan Bahkan Surat Peringatan Pertama (SP1) untuk 4 Staf termasuk Maxmilianus.

"Saya keluarkan SP1, Bapaknya (Maxmilianus) Kembali sikat saya di media sosial, tapi saya tidak merespon," Lanjut Kades

Kades menuturkan, Puncak dari dikeluarkannya SK pemecatan, Berawal dari acara Sambut Baru. Menurut Kades, dia sudah mengimbau Warga untuk tidak membuat Pesta.

Namun, Dalam perjalanan ada salah satu Rumah yang membuka Musik, Bukannya melarang, Kelompok Maxmilianus yang merukan Kaur Desa diam-diam melapor Polisi, Bahkan melapor ke Bupati melalui SMS.

"Saat ada yang buka Musik, Kelompok mereka bukannya memberi teguran, tapi malah menghilang dan melapor ke polisi. Bicara soal Konteks Pesta, paling tidak ada tenda dan kerumunan orang. Inikan tidak ada tenda. Hanya 20 orang dalam keluarga," Lanjut Laurensius.

Kepala Desa Laurensius mengaku Kecewa, lantaran sebelum melapor Polisi, tidak ada Koordinasi dari petugas dengan dirinya selaku kepala desa.

Berita ini telah terbit di Pos-Kupang.com dengan Judul "Pecat Perangkat Desa, Kades Oyangbarang Dinilai Otoriter"