Diputuskan Bersalah Pada Kasus Pelecehan Sesksual, Anggota DPRD TTS Divonis Penjara 8 Bulan

Berita-Harianflobamora-Anggota DPRD TTS Jean Neonufa Resmi di putuskan bersalah pada kasus Pelecehanan Seksual atau pelanggaran Kesusilaan oleh Pengadilan Negeri TTS, Kamis (9/8/2021)

Jean Neonufa, Anggota DPRD TSS dari Fraksi Nasdem

Jean dijatuhi Hukuman Kurungan penjara selama 8 Bulan telah dipotong masa tahanan dan Kewajiban membayar Biaya perkara sebesar Rp 5 Ribu.

Untuk kasus ini, Jean sendiri sebenarnya sudah di tahan sejak 3 Mei Lalu oleh Kepolisian Polres TTS.

Untuk alasan penahanan terhadap Jean Neonufa menurut Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendricka Bahtera karena sudah di tetapkan menjadi tersangka dan sudah memiliki setidaknya 2 alat Bukti

"Alasan penahanan karena kita telah kantongi dua alat Bukti, Jelas Kasat Reskrim Polres TTS, seperti melansir dari Kompas.com, Pada (4/5/2021)

Berdasarkan Fakta di persidangan yang di Pimpin Majelis Hakim Ketua John Leuwol dan didampingi Hakim Anggota Anwar Rony Fauzi dan Bagas BN Satata mengatakan, Terdakwa sengaja menyentuh Payudara Korban dan Perbuatan itu dilakukan berulang kali.

Perbuatan Terdakwa baru terhenti setelah Korban berteriak kesakitan dan Saksi Frans melepaskan tangan tersangka dari dada Korban.

Diketahui, Sebelum mendatangi Rumah, Terdakwa diduga terlebih dahulu mengkonsumsi Minuman Keras (Miras) Jenis Sopi.

Karena Perbuatannya tersebut, Majelis Hakim Menimbang yang memberatkan terdakwa yaitu, Perbuatan terdakwa yang bisa membuat Trauma pada diri Korban

Terlebih, Terdakwa adalah seorang Anggota DPRD yang semestinya memberikan teladan yang baik kepada Masyarakat.

Sementara Keadaan yang meringankan yaitu, Terdakwa belum pernah di hukum, Bersikap sopan selama persidangan dan menjadi Tulang punggung keluarga.

Atas Vonis dari Majelis Hakim tersebut, Kuasa Hukum Terdakwa Jeremias Haekase, SH mengatakan, Dirinya akan melakukan Koordinasi dengan pihak keluarga sebelum memutuskan Banding atau tidak pda kasus tersebut

"Kita masih Pikir-pikir dulu. Saya juga masih harus berkoodinasi dengan Pihak Keluarga," Ujar Jeremias Kase, Seperti melansir Pos-Kupang.com, Kamis (9/8/2021)

Keluarga Korban Keberatan Terhadap Putusan Hakim

Sementara itu, Yusuf Soru, Kakak Kandung dari Korban DLS mengaku kecewa dengan keputusan Hakim yang menjatu Vonis 8 Bulan Penjara kepada Jean Neonufa

Pasalnya, Kasus yang menjerat Jean Neonufa menurut Yusuf Soru diancam dengan Hukuman penjara 9 Tahun namun di Vonis Hakim hanya 10 Bulan dan di Potong menjadi 8 Bulan.

"Bagaimana Kasus yang ancaman Hukumannya 9 tahun, di tuntut 10 bulan dan Vonis hanya 8 bulan. Kami dari pihak keluarga akan sampaikan kepada pihak Kejari TTS  agar mengajukan Banding atas Putusan tersebut," Ujar Yusuf, (9/9/2021)

Sedangkan, Korban DLS mengaku, pikirannya langsung Campur aduk setelah mendengar Putusan yang dibacakan Hakim pada persidangan tersebut.

Menurut DLS, Putusan tersebut tidak akan bisa menekan Angka Kasus kekerasan Terhadap perempuan dan anak di Kabupaten TTS.

DLS menilai, Keputusan Hakim terhadap Jean Neonufa justru akan meningkatkan Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Maaf pikiran saya langsung Campur aduk setelah mendengar putusan tadi, saya belum bisa bicara banyak. Tapi keputusan seperti itu tidak akan menekan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten TTS, Ujar DLS

MESKI begitu, DLS mengaku dirinya sudah mendapatkan Keadilan. "Saya sudah di kasih keadilan. Nanti saya pikir dulu he kakak. Tapi saya belum bisa bilang puas atau tidak," Ujar DLs Lagi

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.