Dikerumuni Semut Pada Wajah Korban, Kronologi Kematian Mantan Dosen di Maulafa, Kota Kupang -->

Dikerumuni Semut Pada Wajah Korban, Kronologi Kematian Mantan Dosen di Maulafa, Kota Kupang

Patung Bernyawa
Rabu, September 01, 2021

    Harianflobamora-Seorang Mantan Dosen berinisial Dr ST, (67) di kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Mendadak Tumbang saat sedang Memadamkan Api yang di Bakarnya sendiri di Kebun, Selasa (31/8/2021)

    Korban Saat Berada di Lokasi Kejadian (Foto By katantt.com

    Kejadian itu terjadi di Kebun milik Korban, RT 025/RW 008, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang sekitar pukul 17.30 Wita

    Korban yang diketahui berasal dari Flores Timur tersebut, merupakan warga RT 026/RW 010, Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

    Kronologi Kejadian

    Kejadian Bermula saat dua orang warga bernama Banoet Tobe (44) dan Ade Lassa (30) yang melintas di depan kebun Korban melihat Nyala Api dari Kebun Korban, sekira pukul 15.00 Wita

    Saat itu, Korban yang sedang duduk di Pinggir jalan lalu meminta tolong Kedua Warga itu untuk membantu memadamkan Api dalam kebunnya karena Api sudah menyala semakin Besar.

    Keduanya pun langsung bergegas memadamkan Api tersebut Hingga ke Ujung Kebun dan kembali ke tempat Korban duduk tadi.

    Namun, saat Tobe dan Lassa kembali, keduanya malah mendapati Korban sudah tidur terlentang dan tak sadarkan diri.

    Melihat Kondisi Korban seperti itu, Tobe dan Lassa kemudian berusaha membangunkan Korban namun korban tidak bergeming.

    Keduanya pun langsung memberitahukan Warga sekitar lokasi dan mengajak mereka untuk melihat Kondisi Korban, akan tetapi korban tetap tidak sadarkan diri.

    Sementara itu, warga yang lain berusaha mencari tahu Kerabat korban untuk memberitahukan tetang kejadian yang di alami Korban di Kebunnya.

    Ahirnya salah Seorang Kerabat Bernama Miguel Fernandes (Anak Mantu Korban) dan Simon Sili Tokan datang ke Lokasi kejadian setelah sebelumnya mendapatkan Kabar sekitar Pukul 16.00 Wita

    Sekitar Pukul 17.30, Miguel dan Tokan mendapati Korban di Lokasi sudah dalam keadaan Tidak bernyawa lagi.

    Selain Mendapati Korban sudah tidak bernyawa lagi, Miguel dan Tokan juga melihat Korban sudah di Kerumuni semut pada Bagian Wajah.

    Melihat Korban yang sudah meninggal Dunia, Miguel dan Tokan lalu menghubungi Istri dan anak Korban untuk menyampaikan Informasi tersebut.

    Kemudian, Pukul 17.50 Wita, Istri dan Anak Korban Tiba di lokasi kejadian dan langsung mengevakuasi Korban ke RS ST Boromeus Belo, Kota Kupang.

    Saat bersamaan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Fatukoa Bripka Endy S. Boko Melaporkan kejadian ke SPKT Polsek Maulafa dan memasang Garis Polisi.

    Korban yang sudah meninggal pun selanjutnya di tangani Pihak Rumah Sakit untuk memeriksa penyebab kematian Korban.

    Pihak RS Carolus Boromeus Belo lalu menyampaikan hasil pemeriksaan, jika di tubuh Korban tidak terdapat tanda-tanda kekerasan akibat Benda Tumpul atau pun Tajam.

    Sehingga Keluarga menerima Kematian Korban Sebagai Sebuah Musibah dan membuat Surat pernyataan untuk Menolak Otopsi dan tidak membuat Laporan Polisi.

    Menurut Kapolsek Maulafa AKP Jerry O Puling, Amd, Kemungkinan Korban menderita Serangan Jantung mendadak atau Gagal Jantung akibat kelelahan saat Berkerja di Kebun.

    "Kemungkinan Kematian Korban Murni Akibat serangan gagal Jantung Karena Korban mengalami kelelahan saat bekerja seorang diri di Kebun," Jelas Kapolsek Maulafa.