Video Viral, Warga Kupang Protes penguburan Ala Covid dan Pertanyakan Dimana Keadilan Bagi Rakyat Kecil -->

Video Viral, Warga Kupang Protes penguburan Ala Covid dan Pertanyakan Dimana Keadilan Bagi Rakyat Kecil

Patung Bernyawa
Rabu, Agustus 04, 2021

    Harianflobamora--Sebuah Video Viral disalah satu Grub Facebook Kota Kupang yakni Viktor Lerik (Veki Lerik) Bebas Bicara Bicara Benas (BLBB), Rabu (4/8/2021)

    Tangkapan Layar Vide

    Video itu memperlihat sekelompok warga sedang berdebat dengan Petugas Satgas Covid diduga terkait penguburan Jenazah Pasien Covid-19

    Terlihat dalam Video, petugas dengan pakian APD berusaha menjelaskan kepada keluarga temtang penguburan Jenazah adalah Wewenang Satgas Covid-19.

    Namun jawaban dari salah satu pihak keluarga, membuat Petugas terdiam hingga tak bisa membatah sepatakata pun kepada keluarga, setelahnya.

    Hingga dikungan kepada pihak keluarga pun mengalir dari Warganet NTT yang menyaksikan Video tersebut. sebagian Besar Warganet memuji Pihak Keluarga dengan beragam Komentar

    Hingga berita ini di terbitkan, Postingan Video Viral itu sudah di Sukai sebanyak 745 kali dan di kolematari sebanyak 246 kali.

    "Kewenangan itu ada di Satgas, bukan di kempolisian," Ujar Petugas dengan pakian APD berwarna putih dalam Video berdurasi 4,45 detik tersebut.

    Namun di Jawab pihak keluarga yang pada intinya mereka meminta keadilan dari negara dan petugas Covid

    Pihak Keluarga juga sempat menyinggung Bupati Lembata dan anggota partai politik dari PDIP yang bisa dibawa pulang oleh keluarga untuk di kuburkan.

    Bahkan, dalam penyampaiannya, Pihak keluarga mengatakan jika mereka sudah berkoordinasi dengan petugas di UGD dan diijinkan untuk melakukan penguburan di Rumah namun dengan Prokes yang ketat.

    Berikut adalah Pernyataan Pihak Keluarga Kepada Petugas Covid

    Melansir dari Grub Facebook "Viktor Lerik (Veki Lerik) Bebas Bicara Bicara Benas (BLBB)"

    "Kalau begitu terima kasih pak, kalau begitu mungkin kami menghadapi Satgas, dimana Satgas yang kami harus menghadap Dia, saya minta kehadiran pak polisi

    Anak-anak mohon kita tenang, kita berbicara dengan pembesar kita hargai mereka, karena mereka yang akan memimpin kita, memperjuangkan Hak-hak kita

    Kalau mereka melayani Bapak Bupati (Alm.Bupati Lembata) dengan baik dan benar, menguburkan dengan baik dan benar pasti kita juga begitu

    Saya adalah masyarakat kecil yang tidak punya apa-apa. Tetapi saya minta pemerintah tegakkan keadilan kami masyarakat kecil

    Karena kakak saya orang kecil, bapak dong tidak mau untuk kubur dirumah,1 tadi saya di muka, petugas UGD itu bilang boleh kubur dimana saja yang penting protokol kesehatan dilakukan

    Sehingga, kami gali kubur, saya bilang gali Kubur di Rumah, Ok, kami gali kubur, saya punya anak yang baomong banyak don ni mereka mereka yang gali Kubur Pak.

    Bapak Polisi, saya minta maaf, mereka gali kubur karena sayang bapaknya, dan kami memang mau kubur disana (Penguburan Covid Fatukoa) tetapi justru karena ada kelunasan itu, maka kami Gali kubur, kami beli peti, pemerintah tidak beli juga tidak apa-apa, kami sudah siap, semuanya.

    Dan kami bersyukur bahwa tadi dilayani bapak kami, kakak kami dengan luar biasa baiknya, tetapi ketika mau angkat ke rumah, gugus Covid yang tidak mau

    Sementara dari depan dia bilang begini, Gugus Covid yang punya peran penting, kalau Gugus Covid Ijin, maka Boleh (Kubur) di rumah. Ini saya kasih tahu ini karena memang saya dengar langsung," Ujar Perwakilan Keluarga

    Pihak keluarga yang diwakili seorang perempuan ini, terlihat lantang menyampaikan protes mereka dihadapan petugas.

    Dia mengaku, Jika Petugas yang lain sudah menjelaskan bahwa boleh dikuburkan di rumah, dan pihak keluarga akan diberikan APD untuk digunakan saat penguburan bersama petugas covid

    Perwakilan keluarga ini juga mengaku tidak keberatan jika Jenazah Keluarga mereka dikuburkan di Fatukoa, Tempat Pemakaman Khusus Covid

    "Saya mohon maaf Bapak-bapak Polisi yah, ini kami ini masyarakat Kecil, Kenapa Bupati (Lembata) bisa kami tidak bisa atau karena kami tidak punya uang, Tanya Pihak Keluarga

    "Saya minta Jawab itu, kenapa? Kenapa ada bilamg dari satu ke Kefa itu, Partai PDIP kalau tidak salah, saya tidak tahu tetapi saya sempat dengar, kenapa dia di bawa ke Kefa atau So,e?, kenapa ini yang saya tanya," Lanjut Pihak Keluarga

    "Saya mohon maaf kami Rakyat kecil, saya tidak punya apa-apa, bapak mama lihat saya ini sederhana sekali, tetapi saya mau kalau pemerintah tegakkan keadilan, tolong keadilan itu dilaksanakan, jangan untuk pembesar tetapi untuk masyarakat kecil di buang," Tegas Perwakilan Keluarga yang sudah terlihat sangat marah tersebut

    Pihak keluarga juga menjelaskan kondisi yang terjadi di perkuburan Umum Khusus Covid-19 di Fatukoa. Keluarga mengatakan jika Jenazah di Dorong seperti Binatang.

    "Melihat kubur itu, Tuhan yang tahu, mereka di dorong sebagai Binatang, tetapi tidak masalah sih, bagi saya itu  karena memang keadaan Covid, tapi keadaan Covid itu berlaku hanya untuk orang kecil," Ujarnya sambil setengah terisak.

    "Pendeta, rakayat kecil Boleh di Fatukoa, tapi kalau Pejabat Tinggi, Bupati, boleh di rumahnya, dibawa dengan pesawat lagi, buka lagi biar semua orang liat.

    Kalau kami, Bungkus mati, kami mau lihat kami punya kakak saja, tidak bisa. Padahal kita punya hati yang sama, pasti Bapak Gubernur juga punya prang tua, semua pemerintah diaimi ju punya orang tua, kami juga punya kaka adi. Kasian kami, Kasian, Coba Pejabat tidak berlakukan itu ( Bawa Pulang Jenazah Covid) kami tidak akan berlakukan.

    Tetapi pejabat dibuat yang luar biasa, sementara kami yang rakyat kecil ini kasian Bapak Polisi yang mungkin belum pernah lihat itu Kuburan Fatukoa," Lanjut Pihak Keluarga.

    Saksikan Video Youtube dibawah ini..!