Terkait Kasus Penganiayaan Bocah 13 Tahun di Rote, TNI AD Turun Tangan, Brigjen Tatang Beri Pernyataan Keras

Harianflobamora.com-TNI AD Pastikan Proses Hukum terhadap 2 Oknum Anggota TNI Kodim 1627/Rote Ndao, yang melakukan Penganiayaan terhadap Bocah 13 Tahun

Tangkapan Layar HP, dari Postingan Facebook TNI Angkatan Darat, Sabtu (21/8/2021)

Kepastian Hukum itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna dalam keterangan Pers, Sabtu (21/8/2021) di Madispenad, Jakarta Pusat.

Kadispenad Brigjen Tatang menjelaskan, sesuai Perintah KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa. menginstruksikan agar kasus itu terus dilakukan Investigasi dan memproses secara hukum Oknum TNI AD yang melakukan penganiayaan terhadap Anak di bawah umur tersebut.

Dalam Postingan Akun Facebook TNI Angkatan Darat menyampaikan bahwa 2 Oknum tersebut adalah Serma MSB Babinsa Ramil 1627-03/ Batutua dan Serka AODK Batiminpers.

Tatang menegaskan, Akan terus memegang teguh Komitmen terhadapa Prajurit yang melakukan pelanggaran bahwa " tidak ada kata lain selain proses hukum bagi setiap prajurit yang melanggara"

Brigjen Tatang juga mendorong untuk dilakukan Visum kepada anak yang menjadi Korban agar bisa menjadi Bukti tambahan dalam proses Hukum nantinya.

Sementara itu, Danrem 161/Wirasakti Brigjen Legowo WR Jatmiko Menjekaskan, Kasus penganiayaan terhadap Bocah 13 Tahun di Kabupaten Rote Ndao, saat ini sedang ditindaklanjuti Pihak Denpom IX/I Kupang.

"Sudah kita tindaklanjuti dan Anggota (Serma MSB dan Serka AODK) kita proses hukum oleh Denpom kupang," Ujar Mantan Inspektur Kodam IV/ Diponegoro, Sabtu (21/8/2021

Berikut Adalah Isi Postingan Akun Facebook TNI Angkatan Darat

TNI AD pastikan prajurit penganiaya Petrus Seuk Diproses Hukum

(Jakarta)- Pimpinan TNI AD memastikan bahwa 2 (dua) oknum prajurit dari Kodim 1627/Rote Ndao, berinisial Serma MSB Babinsa Ramil 1627-03/batutua dan Serka AODK Batimpers yang mlakukan Tindak Pidana penganiayaan terhadap Petrus Seuk (13) Warga Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, yang diduga mencuri HP Serka AODK, akan diproses secara hukum.

Kepastian hukum terhadap Oknum Prajurit berinisial MSB dan AODK ini, ditegaskan oleh kepala Dinas TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna dalam keterangan Pers Tertulisnya, Sabtu (21/8/2021), di Madispenad, Jakarta Pusat

Dijelaskan, sesuai perintah KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa kepada para pejabat TNI AD terkait, agar terus melakukan Investigasi dan memproses secara Hukum terhadap Oknum anggota TNI AD yang melakukan tindak pidana penganiayaan anak dibawah umur ini.

Tatang pun menegaskan, bahwa TNI AD akan terus memegang teguh komitmen kepada setiap oknum prajuritnya yang melakukan pelanggaran. "tidak ada kata lain selain proses hukum bagi setiap prajurit yang melanggar" serta mendorong untuk dilakukan Visum terhadap korban di RS terbesar di Rote Ndao sebagai bukti tambahan," Ujar Dispenad Brigjen Tatang Subarna

Rumah Korban Petrus Seuk, di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.