Tidak Menghina Negara, Ada Pesan Yang Tersirat Dibalik Hormat Masker Bozan Kaboax -->

Tidak Menghina Negara, Ada Pesan Yang Tersirat Dibalik Hormat Masker Bozan Kaboax

Patung Bernyawa
Selasa, Agustus 17, 2021

    Harian-Opini-Hari ini kupang di hebohkan oleh salah soerang Stand Up Komedi dari Grub Kaboax Kupang bernama Boas Anam atau yang akrab disapa Bozhan.

    Boas Anam atau Bozhan, Personel Kaboax Kupang

    Bagaimana tidak, saat ini seluruh masyarakat Indonesia sedang merayakan Hari Kemerdekaan, namun Pelawak muda ini malah memposting sebuah Foto dirinya tengah malakukan penghormatan kepada masker yang dibuat berbentuk bendera.

    Akibatnya dia mendapat banyak kritikan bahkan Hujatan dari Warganet yang menganggap tindakannya tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap Bendera Merah putih dan NKRI.

    Bozhan sendiri telah melakukan permintaan maaf melalui sebuah Video kepada seluruh masyarakat baik di NTT maupun masyarakat Indonesia pada umumnya.

    Namun, benarkah yang dilakukan Bozhan melecehkan Bendera Merah Putih dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)?

    Jika kita membandingkan Hormat Masker yang dilakukan Bozhan dan Tidak melakukan Hormat kepada bendera Merah Putih yang dilakukan Mantan Wapres Jusuf Kala saat Upacara  17 Agustus beberapa tahun lalu,

    Maka, pertanyaannya adalah siapa yang paling tidak mengormati lambang Negara dan Bendera Merah Putih atau siapa yang paling melecehkan?

    Pada dasarnya Hormat dengan mengakat kedua tangan, meluruskan jari-jari dan meletakkannya pada pelipis mata sebelah kanan adalah salah satu Sikap Hormat namun bukan satu-satu sikap hormat yang di atur dan di ijinkan oleh Negara dan Undang-undang Rebuplik Indonesia

    Menurut penulis apa yang dilakukan Bozhan bukanlah sebuah pelecehan apalagi penghinaan terhadap Negara karena pertama di foto tersebut tidak ada Atribut atau lambang Negara

    Kedua, jika yang dianggap menghina Negara adalah Sikap Hormat yang dilakukan Bozhan maka lagi-lagi itu bukanlah penghinaan.

    Sikap Hormat yang di peragakan Bozhan ini adalah Sikap Hormat dari Instutusi TNI atau Polri terhadap Bendera merah Putih atau sikap Hormat dari suatu Organisasi

    Sikap Hormat sebenarnya yang sudah di atur Undang-undang bagi masyakat sipil ialah Berdiri tegap, menghadap bendera, tangan tegak lurus dengan badan atau sikap sempurna seperti yang dijelaskan pada pasal 20 PP Nomor 40 Tahun 1958

    Ketiga, Jika yang dianggap menghina adalah Benderanya yang berupa Masker, Maka itu juga bukan penghinaan.

    Kita tahu, ada banyak bendera oraganisasi di negara ini dan didalamnya memiliki aturan masing-masing tentang tatacara penghormatan kepada bendera Organisasinya

    Dan yang paling penting adalah Aturan yang membahas tentang ini. Dalam Pasal 20 Aturan PP Nomor 40 Tahun 1958 berbunyi

    Moh Hatta dan Jusuf Kala Tidak memberikan Penghormatan Kepada Bendera Merah Putih Saat Upacara 17 Agustus

    "Mereka yang berpakian seragam dari suatu Organisasi memberi Hormat menurut cara yang telah di tentukan Organi saai itu

    Mereka yang tidak berpakian seragam memeberi Hormat dengan meluruskan lengan ke bawah dan melekatkan tapak tangan dengan jari-jari rapat pada paha

    Sedangkan semua jenis penutup kepala harus dibuka, kecuali Kopiah, Ikat Kepala, sorbandan kudung atau Topi-wanita yang di pakai menurut agama atau adat-kebiasaan"

    Mungkin Bozhan memiliki Organisasi yang lambangnya adalah Masker sehingga Dia melakukan penghormatan kepada bendera Organisasinya

    Atau bisa jadi itu adalah Tindakan Seorang Kemodian menyampaikan Aspirasi dan kritikan sosial terhadap situasi yang sedang dihadapi Indonesia saat ini.

    Akan tetapi ini hanyalah pendapat penulis. Penulis melihat ada banyak dari kita yang justru hanya ikut-ikutan menghujat tapi tidak paham dengan aturan tentang bendera yang sudah di tuangkan dalam PP Nomor 40 Tahun 1958

    Video Permintaan Boas Anam Atau Bozhan Terkait Penghormatan Bendera Masker, Selasa (17/8/2021)

    Pesan Dibalik Penghormatan Masker

    Menurut penulis ada pesan yang tersirat di balik penghormatan Bendera Masker yang di parodikan Personel Kaboax Bozhan.

    Pesan itu adalah berupa kritikan entah kepada siapa atau mungkin rasa syukur tentang Fungsi Masker dalam melindungi manusia dari Virus Korona.

    Bozhan juga mungkin ingin mengkritik sikap pemerintah selama ini yang selalu menganjurkan memakai Masker namun PPKM terus-terusan di perpanjang

    Soelah masyarakat terus-terusan dipaksa mengikuti aturan yang aturan itu sendiri tidak bisa menyalamatkan nya dari Virus

    Saat ini hanya sedikit orang tidak memakai Masker ketika berjalan di tempat atau jalan Umun. Namun, apakah Korona Menurun?

    Tidak, Korona Makin naik dan bahkan masih akan terus  naik ketika semakin banyak masyarakat yang melakukan Tes Swab.

    Bozhan tahu bahwa dia tidak bisa mengkritik Korona dengan Stand Upnya. Dia juga mengerti bahwa Youtube melarang Orang berbicara dan mengkritik Korona disana.

    Jika nekat, Maka Channel Youtube Kaboax mungkin akan menjadi Korban Suspen seperti yang terjadi pada beberapa Channnel Youtube yang selama ini mengkritik Korona.

    Namun apapun itu, yang penulis lihat dari Parodi Hormat Masker yang dilakukan Bozhan semata untuk memberi pesan bukan berniat meleceh apa lagi menghina Negara

    Masalah Dia salah cara memberikan pesannya itu hanya Perspektif masing-masing orang, yang penting tidak melanggar Aturan yang sudah ditetapkan.

    Menurut penulis, Kesalahan Bozhan disini Ialah tidak memasang Bendera Merah Putih di Samping kanan Bendera Masker sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1958.

    Yang kedua adalah Waktu atau Timing saat ia melakukan pengormatan bendara. Dimana kita ketahui hari ini (17/8/2021) adalah Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI.