Sebanyak 61 Kades di NTT Korupsi Dana Desa Sejak 2016, TTU Terbanyak, Kedua Rote Ndao Disusul Manggarai -->

Sebanyak 61 Kades di NTT Korupsi Dana Desa Sejak 2016, TTU Terbanyak, Kedua Rote Ndao Disusul Manggarai

Patung Bernyawa
Minggu, Agustus 22, 2021

    Harianflobamora-Sebanyak 61 Kades/Mantan Kades di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersandung Kasus Korupsi sejak 2016, Terbanyak Dari Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), Kedua Rote Ndao dan disusul Manggarai

    Foto Ilistrasi

    Dana yang digelontorkan pemerintah untuk mencegah kemiskinan dari Pelosok desa ini ternyata menjadi sarang Korupsi selama beberapa tahun terahir di NTT.

    Padahal, Provinsi yang dibentuk 20 Desember 1958 ini termasuk sebagai salah satu Provinsi dengan penduduk Miskin terbanyak di Indonesia.

    Akan tetapi, Ketika pemerintah pusat sedang berusaha memberantas kemiskinan justru malah pejabat asli NTT yang tega menjajah Rakyatnya sendiri dengan Korupsi.

    Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri kelas 1A kupang, yang dikutip harianflobamora.com, Minggu (22/8/2021), sejak tahun 2016 tercatat sudah ada 61 Kades/mantan/Penjabat Kades yang tersandung Korupsi Dana Desa.

    54 diantaranya sudah di Vonis bersalah dengan hukuman yang beragam, sementara 7 lainnya masih dalam proses persidangan pada pengadilan Tipikor di PN Kupang.

    Untuk total uang Pergantian kerugian Negara dari kasus-kasus tersebut sebanyak 10 Triliun lebih atau Rp 10.344.931.869.

    Menurut Data SIPP, dari 61 Kades yang tersandung Kasus Korupsi Dana Desa, paling banyak berasal dari TTU dengan jumlah 10 Kades. 6 orang diantaranya sudah mendapat Putusan pengadilan sementara 4 kades masih dalam proses persidangan.

    Pada urutan kedua terbanyak adalah Kabupaten Rote Ndao dengan 7 Kades sudah di Vonis bersalah oleh pengadilan

    Sementara diurutan ketiga adalah Kabupaten Manggarai dengan 6 Kades/Mantan Kades. Manggarai menyumbang Kades Koruptor terbanyak untuk Pulau Flores dengan 5 diantaranya sudah di Vonis sementara 1 Kades atau mantan Kades Masih dalam status terdakwa.

    Setelah manggarai, Menyusul Sikka dan Sumba Timur yang masing-masing menyubang 4 Koruptor, selanjutnya Ende, Ngada, Kabupaten Kupang, Belu, Sumba Tengah, Lembata, Masing 3 Kades

    Sementara Timor Tengah Selatan (TTS), Nagekeo dan Sumba Barat Memiliki masing-masing 2 Kades yang tersangkut Kasus Korupsi, terahir adalah Kabupaten Alor dan Sumba Barat Daya (SBD) dengan Masing-masing 1 Kades.

    Melansir dari Rakyatntt.com, dalam banyak kasus Korupsi Dana Desa di NTT, terdapat juga aparatur Desa seperti Sekretaris, Kontraktor (Pihak Ketiga) yang juga terlibat bersama Kades.

    Dari data yang ada, Sebanyak 37 Aparatur Desa (Selain Kades) telah divonis bersalah. Selain itu 3 Apatur (Bendara) masih dalam Proses persidangan. Sedangkan untuk Kontraktor atau Pihak ketiga sudah 11 Orang yang terlibat, 10 diantaranya sudah di Vonis bersalah.