Pengakuan Anggota TNI Yang Aniaya Bocah 13 Tahun di Rote, Bukan Saya Yang Pukul, Tapi Keluarganya -->

Pengakuan Anggota TNI Yang Aniaya Bocah 13 Tahun di Rote, Bukan Saya Yang Pukul, Tapi Keluarganya

Patung Bernyawa
Minggu, Agustus 22, 2021

    Harianflobamora.com-Setelah Resmi di Tahan oleh Denpom IX/I kupang, 2 Anggota TNI yang dituduh menganiaya Bocah 13 tahun di Rote Ndao Buka suara dan menjelaskan sebenarnya yang terjadi.

    SP dan Keluraganya bertemu Arbi dan Boy di Sel Tahanan Kodim 1627 Rote Ndao

    Serma MSB alias Boy dan Serka AODK alias Arbi mengaku hanya memukul Petrus Seuk alias Ba'i sebanyak 2 kali, selebihnya Ba'i dipukul oleh keluarganya sendiri.

    Melansir dari Sergap.id, Pengakuan kedua Oknum Anggota TNI ini disampaikan lantaran ingin meluruskan pemberitaan media lokal NTT yang memberitakan keduanya melakukan penganiayaan terhadap Petrus Seuk Alias Ba'i hingga pinsang.

    Menurut Arbi, PS sudah mengakui perbuatannya mencuri HP saat di tanya pertama kali, namun PS malah membuat Arbi kesal karena ada 10 lokasi yang di tunjuk PS Sebagai tempat persembunyian HP dan semuanya tidak benar alias Bohong.

    Serka Arbi Pun mencerikan Kronologi Awal mula terjadinya Kasus pencurian HP itu, hingga berujung pada kasus Penganiayaan

    "Anak ini sudah saya anggap seperti adik sendiri, dia sering masuk keluar di rumah saya. Makan minum di rumah saya.

    Nah Waktu itu saya sedang tidur. Saat saya bangun, HP saya yang disimpan di meja sudah hilang. Saya lantas mencari Informasi dan bersama Tim Siber mendeteksi Zona dimana HP saya berada,

    Ternayata posisinya di belakang Hotel, dan Ba,i ada disitu. Karena dia sudah seperti adik saya sendiri, maka saya tanya dia Baik-baik.

    Dia pun mengaku dia yang mengambil HP itu. Dan, setelah itu saya tidak pukul dia, apalagi Aniaya dia sampai pingsan seperti yang diberitakan media lokal disini," Jelas Arbi, Seperti melansir dari Sergap.id, Minggu (22/8/2021)

    Menurut Arbi, Setelah SP mengakui perbuatannya mencuri HP, Ia langsung ke Rumah orang tua SP untuk memberitahukan jika anak mereka SP, telah mencuri HP miliknya.

    Namun, Orang tua SP malah menjawab jika mereka sudah tidak bisa lagi menasehati SP. "pak Dong Ator sa itu anak. Kami sudah tidak bisa ator lagi,"

    "Saya hanya pukul dua kali pakai ranting Bambu kecil. Saya pukul di jari tangannya dan Kaki bagian Kiri, selebihnya keluarganya yang pukul dia" Lanjut Arbi

    Arbi kemudian mengungkapkan Alasannya memukul Jari tangan Arbi dan merotan kakinya dengan menggunakan bambu

    Dia menjelaskan jika anak itu telah 10 kali membohonginya dengan menujukan 10 tempat atau lokasi yang berbeda dimana dia menyimpan HP milik Arbi

    Arbi juga mengungkapkan kekesalannya karena lelah mengelilingi 10 lokasi yang di tunjuk SP namun ke sepuluhnya Ternyata Bohong dan tidak ditemukan HP disana.

    "Saya ketik dia punya jari itu karena ada 10 tempat yang dia bawa kami, katanya dia simpan HP di tempat itu. Ternyata tidak ada.

    Kita benar-benar capek di buat keliling 10 tempat itu. Baru ada beberapa tempat yang yang kita berulang kesitu. Makanya saya ketok dia punya jari dan saya rotan dia punya Kaki," jelas Arbi

    Tidak ada bekas Rotan, ujar Arbi, Karena saya rontannya pelan saja. Saya sadar, saya badan besar begini, bagaimana mungkin tega memukul anak kecil. Lagi pula dia biasa keuar masuk dirumah saya," Ujar Arbi

    Hal Senada di sampaikan Boy atau Serma MSB. Dia mangaku, saat mereka ke salah satu Lokasi yang tunjuk SP, Mereka sempat bertemu seorang ketua RT setempat dan mengatakan jika dahulu rumah Pak RT juga pernah dimasuki SP.

    "Ada satu titik dibawah kami, katanya dia sembunyi HP disitu. Ternayata di pinggir kali. Ternyata dia juga tipu kami. Karena disitu HP tidak ada dan disitu ada Pak RT.

    Karena Pak RT lihat kami, Dia bertanya, ada apa pak? Kami jelaskan maksud kedatangan kami. Tiba-tiba pak RT menunjuk SP sambil bilang, "oh anak ini, yang dulu pernah masuk be pung rumah,"

    Setelah mendengar itu, Lanjut Boy, mereka pun kembali ke rumah dan tidak ada penganiayaan seperti yang diberitakan.

    Menurut Boy, mereka tidak melakukan penganiayaan karena mereka sadar bahwa SP masih anak-anak dan masih memerlukan Bimbingan orang tua.

    Untuk diketahui, Danrem 161/Wiraksakti Brigjen Legowo WR Jatmiko Terkait kasus ini sudah dilakukan perbadaiman secara keluarga dengan membayar adat

    "Sudah kita tindalanjuti dan anggota kita proses hukum oleh Denpom kupang, selain itu sudah ada perdamaian dengan cara bayar adat (Sanksi adat)," Jelas Brigjen Jatmiko