Pandemi, Natural Atau Buatan?, Siti Fadilah: Kalau Masih Punya Kepentingan Ya Pandemi Terus, Pasti Ada Untungnya -->

Pandemi, Natural Atau Buatan?, Siti Fadilah: Kalau Masih Punya Kepentingan Ya Pandemi Terus, Pasti Ada Untungnya

Patung Bernyawa
Minggu, Agustus 08, 2021

    Harianflobamora-Opini-Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari kembali bersuara mengenai Pandemi Covid-19 yang belum terlihat mereda ini.

    Dr Siti Fadilah Supari, Mantan Menteri Kesehatan RI

    Kali ini, Mantan Manteri yang pernah melawan WHO tersebut menyarankan Pemerintah Indonesia meneliti mengenai Virus Korona, apakah Virus itu Natural atau Buatan

    Ia merasa ada kejangalan saat Virus kembali meledak di Singapura, Wuhan Cina dan Amerika Serikat hampir dalam waktu bersamaan.

    Hal yang dimaksud Siti Fadilah adalah meledaknya Virus di beberapa negara dengan Virus Varian yang sama yakni Covid-19 Varian Delta yang tidak mungkin terjadi dalam Dunia Kesehatan.

    Pasalnya, menurut Siti Fadilah Supari, Virus Korona Jika natural tidak akan terjadi ledakan seperti di beberapa Negara tersebut dalam waktu bersamaan dan seperti terseleksi di negara tertentu saja.

    "Kalau Natural, Mestinya perjalanannya tidak seperti itu. Ini loh yang ahir-ahir ini, India, Indonesia, Singapura, nah, itu rada aneh," Ujar Siti Fadilah di Channnel Youtube Karni Ilyas Club, Seperti dikutip Harianflobamora, Minggu (8/8/2021)

    Lebih lanjut, Siti Fadilah menjelaskan Jika Virus Korona hasil Rekayasa, maka selalu ada pihak-pihak yang di untungkan.

    Siti Fadilah Bahkan menyebut, Amerika Serikat meruakan Negara yang menjadi Korban jika benar Covid-19 adalah Rekayasa

    "Kalau masih punya kepentingan ya pandemi terus. Pasti ada untungnya, kalau tidak menguntungkan buat apa. Amerika Serikat saya pikir adalah Korban," Ujar Mentan Menkes yang membatalkan Recana Virus Sars menjadi Pandemi 2007 lalu.

    Karenanya, Siti mendesak, sudah seharusnya pemerintah meneliti mengenai Virus Corona. Ia juga menilai pemerintah salah jika hanya Fokus pada Portokol kesehatan, Vaksin, hingga Penerapan PPKM

    Karena menurut Siti Fadilah, Semua Cara di atas tidak bisa membendung laju Kasus Covid-19 yang ada di Indonesia.

    Kemudian Siti Fadilah menjelaskan Indonesia sendiri saat ini memiliki sejumlah Ahli yang bisa meneliti Virus Korona.

    Ia melanjutkan, Keterlaluan jika virus yang memicu ledaknya kasus Covid-19 di sejumlah negara itu sama jenis dan Variannya.

    "Dan mestinya kita manfaatkan itu Virolog-virolog Eijkman, untuk mengelsplorasi Virus pada waktu meledak itu berkarakter seperti apa, darimana dia datang dan kemana dia pergi," Saran Siti Fadilah

    "Kira-kira sama ngak karakter virus yang ada di Singapur, sama ngak dengan di Amerika, kalau sama ya kebangetan. Dong dunia segini lebarnya, hawa berbeda-beda, lah kok bisa agak sama," lanjutnya

    Tangkapan Layar Wawancara Dr Kary Mullis, Penemu PCR Tes dan Peraih Penghargaan Nobel

    Sementara itu disisi lain, Beredar juga protes dari berbagai Oknum dan organisasi terkait melonjaknya Virus Korona di Indonesia baru-baru ini.

    Seperti yang di Sampaikan Seorang Aktivis Media Sosial dengan Nama akun Bossdarling. Dia menjelaskan Jika Melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia karena melonjaknya Tes terhadap warga oleh rumah salit

    Menurutnya, Sekarang penyakit apapun, Bahkan Orang sehat sekalipun harus di Tes Covid-19. Kegiatan itulah yang membuat Angka Kasus Virus Korona di Indonesia semakin melonjak.

    Dia bahkan membebeberkan Grafik Jumlah Tes dan Kasus Covid yang terlihat seperti seiring sejalan. Dimana angka Jumlah tes, hampir sama dengan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19

    Grafik Warga Biru adalah Jumlah Tes, Grafik Warga Hikau adalah Jumlah Kasus

    Bossdarling juga mempertanyakan penemu alat Tes Swab dan maragukan keakuratannya. Menurut Bossdarling, jika PCR di Temukan Oleh pemenang Nobel Dr Kary Mullis lalu siapa yang temukan Alat Tes Swab Antigen?

    Video dari Bossdarling tersebut sudah tidak ditemukan lagi Youtube karena sudah di Takedown oleh Pihak Youtu namunVideonya itu sudah terlanjur beredar dan Viral