Lolos Tes Paskibraka Wakili Sulbar, Namun Dianulir Karena Positif Covid-19, Aneh, Nama Penggantinya Tidak Pernah Ikut Tes -->

Lolos Tes Paskibraka Wakili Sulbar, Namun Dianulir Karena Positif Covid-19, Aneh, Nama Penggantinya Tidak Pernah Ikut Tes

Patung Bernyawa
Minggu, Agustus 15, 2021

    Harian-Berita-Kristina gagal menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional mewakili Sulawesi Barat (Sulbar) ke Istana Negara pada Puncak HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2021 karena dituduh Positif Covid-19.

    Kristina di Dampingi Keluarga saat menolak Tawaran menjadi Paskib Provinsi Sulbar.

    Padahal namanya masuk menjadi urutan pertama yang lolos ke Pusat mewakili Sulbar namun di anulir karena terpapar Covid-19 dari hasil Swab Tes.

    2 hari setelah Tes Swab positif itu, Kristina melakukan Tes mandiri di Rumah Sakit lain di Mamasa dan hasilnya ternyata Negatif Covid-19.

    Meski tidak terbukti terpapar Covid-19, Namun Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Dispora) Sulbar tetap menganulir dan mencabut Hak Kristina menjadi Paskibraka mewakili Sulbar ke Istana Negara 17 Agustus Nanti.

    Kristina malah di tawari untuk masuk Paskib Provinsi Sulbar akan tetapi ia menolak karena sudah terlanjur kecewa dengan cara Dispora yang mengganti namanya dengan nama orang lain.

    Aneh dan ajaib, Tidak lolos karena Hasil Swab yang ternyata tidak benar tapi kembali di tawari masuk Paskib Provinsi. Curiga adanya Permainan pun dilayangkan Pihak Christina kepada Pemerintah Sulbar.

    Bagaimana tidak, namanya di gantikan bukan oleh peserta yang berada di urutan kedua dibawahnya, melainkan peserta dari luar yang tidak pernah ada dalam seleksi sebelumnya

    Saat ini saya hanya ingin berdoa semoga tuhan tetap memberi saya yang terbaik.  dan suatu saat saya bisa meraih Impian dan Cita-cita saya untuk membanggakan kedua orang tua,” Ujar Kristina seperti melansir dari Kompas.com, Minggu (15/8/2021)

    Siswa kelas 11 SMAN 1 Mamasa ini mengaku tidak tertarik masuk Paskib Provinsi dan memilih hidup lebih tenang di kampung halaman bersama keluarga.

    Dia mengaku kecewa seakligus Trauma dengan tahapan panjang proses seleksi Paskibraka yang telah dilaluinya hingga namanya lolos jadi peringkat pertama mewakili Sulewesi Barat

    Kini Kristina kembali ke kampung dengan segudang rasa Kecewa, marah serta dendam berkecamuk dalam dirinya. Namun dia tetap berusaha tegar saat wartawan mengunjungi kediamannya di Mamasa

    Ia terlihat hanya menghibur diri dengan banyak melakukan kesubukan serta membantu ibunya memasak di dapur

    Paman Kristina, Melki Sedek, saat di wawancarai mengaku ikut kecewa dengan keputusan Diaspora yang menganulir keponakannya dari peserta Paskibraka Nasional

    Dia bahkan meluapkan rasa kecewanya dengan mengirim surat kepada presiden Jokowi Dodo

    Sejak gagal jadi Paskibraka saya hanya terus mendampingi sambil berusaha memeberi semangat agar tidak larut dengan kekecewaannya,” Ungkap Melki Sedek

    Kristina sendiri merupakan Gadis berprestasi yang tingga di pelosok kota Mamasa. Jarak tempuh antara Kota Mamasa dan tempat tinggal Kristina yang berada di kecamatan Bambang, Desa Salutabang, ditempuh selama 4 Jam perjalanan denga kondisi jalan yang berlobang dan terjal

    Kristina adalah Gadis Desa yang terbiasa hidup sederhana sejak kecil, lahir dan besar di rumah orang tuanya berukuran 3x4 meter.

    Hingga saat ini, ia masih memilih tinggal di kampung bersama orang tuanya dan belum tahu kapan kembali ke Mamasa lagi untuk masuk sekolah karena saat ini siste belajar masih online.