Lab Bio Kesmas Ditutup Pemkot dan Undana, Agenda PCR Gratis Gubernur NTT Terancam Gagal -->

Lab Bio Kesmas Ditutup Pemkot dan Undana, Agenda PCR Gratis Gubernur NTT Terancam Gagal

Patung Bernyawa
Rabu, Agustus 25, 2021

    Harianflobamora.com-Wacana PCR Gratis yang sering digaungkan Gubernur NTT, Terancam gagal ditangan Pemerintah Kota (Pemkot) dan Undana yang menutup Paksa Pengoperasion Laboratorium Bio Kesmas, Selasa (24/8/2021)

    Rektor Undana, Prof Fredrik Benu saat Marah dan Hampir Berkelahi dengan dr Elcid Li dari Lab Bio Kesmas

    Penutupan Lab Bio Kesmas yang diinisiasi oleh Masyarakat NTT melalui Forum Academi NTT itu dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kependudukan dan Catatan Sipil NTT, dr Messerasi Ataupah

    "Muli hari ini Lap di tutup. Setah saya selasa, layanannya dihentikan untuk mencari SDM yang Kompeten untuk menjalankan kegiatan tersebut," Ujar dr Messerasi Ataupa, Seperti dikutip dari Pos-Kupng, Rabu (25/8/2021)

    dr Messerasi menyebutkan, ada surat penutupan sementara dari Dinas Kesehatan Kota Kupang terhadap Laboratorium Bio Kesmas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang selama ini bekerja sama dengan Undana.

    "Ya memang selama ini ada kesepakatan bekerja sama dengan Undana. Untuk itu, tadi bersama Pak Rektor dan Teman-teman kita buat pertemuan," Lanjut dr Messerasi Ataupah

    Namun, Pertemuan yang terjadi di RS Undana yang terletak di Kelurahan Naikoten, Kota Kupang tersebut, menurut dr Messe, Sapaan Akrab dr Messerasi Ataupah, tidak menemukan kata Sepakat

    Bahkan sempat terjadi pertengkaran yang Nyaris menimbulkan perkelahian antara Rektor Undana Prof Fredrik Benu dan dr Elcid Li, Salah satu Anggota Tim Lab Bio Kesmas

    "Dengan syarat bahwa, Ketentuan yang diminta oleh Dinas Kota itu ditindaklanjuti dengan baik dan benar, namun dalam perjalanan (rapat) terjadi kesalapahaman yang menjadi pertemgkaran yang tidak perlu secara mulut maupun secara fisik," Ungkap dr Messe

    Dengan kejadian tersebut, dr Messe meminta agar semua pihak taat terhadap ketentuan yang berlaku serta kejadian itu tidak berlanjut.

    "Tentu saya berharap tidak akan berlanjut, maka saya tadi minta sebaiknya kita taat pada ketentuan yang berlaku sesuai SK Menteri atau Peraturan Menteri tentang pemeriksaan PCR," Lanjut dr Messe

    Terkait penutupan Paksa tersebut, Ketua Lap Bio Kesmas, dr Fima Inabuy mengatakan, pihaknya masih membuka dan melayani masyarakat meski sudah dalam proses pemindahan Lab ke Kempleks NTT Fair.

    Menurutnya layanan tidak ditutup, Layanan tetap di buka seperti biasa.

    "Adalah pelanggaran Hukum Berat di masa Pandemi, jika ada pihak yang menghalangi kerja Laboratorium untuk melakukan pemeriksaan secara gratis dan melayani kebutuhan masyarakat banyak " Ujar dr Fima Inabuy

    Menurut dr Fima Inabuy, Lab Bio Kesmas Inabuy sudah menjalani semua tahap persyaratan sebagai Laboratorium pemeriksa Covid-19. Sudah beberpa kali juga sudah di kunjungi Lab Pengawas Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Surabaya, sebagai perwakilan dari Litbangkes RI di Indonesia Timur.

    Kunjungan itu lanjuta dr Fima, untuk memastikan syarat-syarat yang ditetapkan sebagai tercantum dalam keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/4642/2021.

    Ia juga menuturkan, Lab Bio Kesmas sudah melewati Uji Validasi dan mendapatkan Surat Ijin Operasional dari Menteri Kesehatan terkait pengoperasian Lab Bio Kesmas tahun 2020 Lalu.

    "Maka langkah penutupan Lap Bio Kesmas oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang dengan kata lain telah melangkahi Ijin yang telah dibuat oleh Kemenkes RI," Jelas dr Fima Inabuy

    dr Fima juga menyayangkan Kepetusan yang dikeluarkan Dinkes Kota kupang tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan Lab Bio Kesmas, melainkan malah melakukan pertemuan dengan Undana, Institusi yang menurut dr Fima tidak memiliki Otoritas terhadap Lab Bio Kesmas NTT.

    Lebih lanjut dr Fima Inabuy menjelaskan, Hingga kini dirinya masih menjadi Pimpinan Untuk Lap Bio Kesmas berdasarkan Surat Keputusan Gubernur NTT.

    Dalam SK tersebut, Menurut dr Fima, Tim Lab bertanggung jawab langsung kepada Gubernur NTT, dan karena itulah, dr Fima mengatakan Rektor Undana tidak punya Otoritas untuk memerintahkan penutupan Laboratorium.

    "Sampai hari ini, SK Gubernur Nomor 250/KEP/HK/2020 tanggal 14 Agustus 2021 ini Masih berlaku dan sah secara hukum. Artinya, tidak ada perubahan dalam pihak yang memberi otoritas sebagai pengelola laboratorium, sebagaimana di klaim oleh pihak undana," Lanjut dr Fima Inabuy.