Kronologi Kecelakaan Yang Menewaskan Bocah 7 Tahun Di Kupang, Tuduhan Di Covidkan RS Siloam Hingga Diijinkan Untuk Dibawa Pulangkan

HarianFlobamora-Tuduhan Pihak RS Siloam diduga Mengcovidkan Pasien muncul pertama kali dari media Sergap.id

Tangkapan Layar Saat Ibu Korban Protes Kepada Petugas Satgas Covid

Media Online itu menulis Judul "Jenazah yang diduga di Covidkan RS Dibawa Pulang Keluarga" bukan tanpa alasan.

Pasalnya, sebelum berita itu diterbitkan, terjadi keributan di halaman RS Siloam antara Pihak keluarga dan Tim Satgas Covid 

karena Status Jenazah Bocah 7 Tahun yang meninggal karena Kecelakaan di Jalan Trans Timor, Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Berubah menjadi Jenazah Covid dan akan dikuburkan dengan Protokol Kesehatan.

Perubahan status itu terjadi setelah pihak Rumah sakit sempat melaksanakan Swab Tes Antigen kepada Pasien Bocah 7 tahun sebelum wafat dan Hasilnya Terkonfirmasi Positif

Mendengar Anak mereka positif Covid-19 dan akan dikuburkan menggunakan Prokes, Pihak keluarga pun protes dan merampas paksa Jenazah dari Petugas Rumah Sakit lalu di Muatkan dalam Mobil Pick Up yang sdah di Siapkan sebelumnya.

Namun, Ketika mereka hendak keluar dari RS Siloam menuju Rumah di Duka di Kabupaten Kupang, Tim Satgas Buru-buru mencegat dan menghentikan Mobil pembawa Jenazah tersebut.

Perdebatan pun terjadi antara Pihak Keluarga dan Tim Satgas Covid-19, dimana Tim Satgas mencoba menenangkan situasi dan menjelaskan Tatacara penanganan Pasien Covid sesuai Prokes,

Namun Pihak keluarga tetap ngotot akan membawa pulang Jenazah karena Menurut mereka, Bocah perempuan berinisial RF atau Ria meninggal Bukan Karena Covid-19.

Saat Keluarga Mengambil Paksa Jenazah Ria dari Petugas RA Siloam Kupang

Kronologi Kecelakaan Hingga Meninggal di RS Siloam Kupang

Sekitar pukul 11.30, Bocah perempuan berumur 7 tahun hendak menyeberang jalan Trans Timor Raya, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kupang, Senin (2/8/2021)

Pada saat bersamaan, Mobil Avanza Melintas dengan kecepatan Tinggi dan seketika menabrak Bocah Perempuan tersebut.

Pukul 12.00 WITA, Keluaga kemudian melarikan RF atau Ria ke RS Siloam Kupang untuk mendapat penanganan medis, Namun beberpa menit berada di IGD RS Siloam, nyawa Ria tidak tertolong dan meninggal Dunia

Diketatahui, Sebelum meninggal Ria sempat di Tes swab Antigen sebanyak 2 kali, 4 menit setelahnya atau setelah Ria meninggal Dunia, Hasil Swabnya keluar dan dinyatakan  Positif Covid-19.

"Ia kecelakaan depan rumah, kami bawa datang ke rumah sakit tapi sampe disini mereka bilang Covid," Ujar Ibu Korban sambil menangis

Sementara itu, Kapolsek Oebobo, AKP Magdalena G Mere SH membenarkan jika Ria meninggal akibat Kecelakaan Lalu lintas.

Namun, Sesuai dengan protokol kesehatan, di IGD Siloam, Pasien dilakukan tes Antigen sebanyak 2 kali "dan Hasilnya dinyatakan Positif (Covid-19)," Jelas Kapolsek Oebobo itu

Akan tetapi Pihak keluarga tetap ngotot untuk membawa Jenazah Ria pulang ke Oebelo untuk di makamkan Pihak keluarga.

Bahkan Ibu Korban Sampai Berlutut memohon kepada Tim Satgas dan mengancam akan bunuh diri jika Jenazah Ria Tidak di Ijinkan Pulang.

"Kami melakukan edukasi dan menyampaikan terkait dengan hasil pemerikaaaan sesuai dengan hasil Antigen RSU Siloam maka keluarga bisa paham," Lanjutnya

Gambar tema oleh merrymoonmary. Diberdayakan oleh Blogger.