Kisah Mahendra Bella, Lulusan SMK PP Negeri Kupang di Kukuhkan Jokowi Jadi Duta Pertanian Milenial NTT -->

Kisah Mahendra Bella, Lulusan SMK PP Negeri Kupang di Kukuhkan Jokowi Jadi Duta Pertanian Milenial NTT

Patung Bernyawa
Kamis, Agustus 12, 2021

    Harianflobamora-Baru-baru ini Presiden Jokowi Dodo mengukuhkan 2000 Duta Pertani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia.

    Peraih Predikat Duta Petani Milenial NTT, Mahendra Adi Putra Bella

    Salah satu DPM yang dikukuhkan Jokowi adalah Mahendra Adi Putra Bella. Pemuda berusian 23 Tahun Asal Kupang ini memulai Kisahnya sejak tamat dari SMK PP Negeri Kupang angkatan ke-32

    Ia disebutkan sudah menjalani Usahanya di bidang Pertanian dan Peternakan selama kurang lebih lima tahun lamanya.

    Usahanya itu, berupa pertenakan Babi dan Budidaya Padi dan jagung. Usahannya yang terbilang sukses itulah yang membawa Hendra menjadi Duta Petani Milenial NTT.

    Namun, Hendra menyesalkan Sistem atau cara berternak Babi di NTT. mestinya menurut Hendra, Usaha pertenakan yang paling Sukses di NTT, jika di kelola dengan baik.

    Hendra mengatakan, Babi  merupakan hewan yang relatif muda dipelihara dan bisa memberikan keuntungan yang sangat besar bila dijalankan dengan serius serta Profesional.

    "Di NTT ini, Selain Pekannya mudah di dapat dan harganya relatif murah, Babi juga mudah menyesuaikan dengan lingkungan di sekitarnya, Cepat di panen, pemasarannya gampang dan permintaan pasar dari tahun ke tahun pun sangat Tinggi," Jelas Hendra

    Hendra menambah bahwa, pemeliharaan ternak di NTT masih sangat sederhana atau Tradisional. contohnya seperti makanan masih bisa di dapat dari sisa-sisa Dapur dan Ubi-ubian.

    Sistem Pemeliharaannya pun, hanya semata-mata di tujukan kepada kepentingan adat-istiadat dan kurang memperhatikan Aspek Ekonomisnya, sehingga kurang memperhatikan Faktor produksi dalam hal Usaha perternakan Babi

    Untuk itu, Hendra meminta agar meningkatkan Produksi dan mutu ternak babi maka perlu usaha perbaikan melalui makanan, tata laksana dan bibit yang di kelola.

    "Padahal Bila diketahui, atau di kelola dengan baik dan di kerjakan secara profesional, maka ternak babi merupakan sebuah pilihan agribisnis yang tepat dan menjanjikan," Ujar Hendra

    Alasan Memilih Jagung dan Padi di Bidang Pertanian

    Melansir dari Pos-Kupang.com, dalam usaha dibidang pertanian, Hendra mengatakan bahwa dia memilih jagung dan padi, alasannya karena kondisi lagan kering yang ada di Kabupaten Kupang.

    Dari kedua usahanya itu, Hendra saat ini sudah memiliki Omzet Rp 20 Juta Rupiah. Dia juga bekerja dengan para peternak dan petani lainnya dalam mengelola Usaha

    "Tantangan kami selama ini adalah dalam mendapatkan mesin pengolahan makanan Babi karena harganya yang cukup mahal.

    Selain itu Alsintan yang terbatas juga menjadi kendala kami dalam pengembangan budidaya padi dan jagung," Lanjut Hendra

    Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa pemerintah Indonesia melalui Kementan menanrgetkan untuk mencetak 2,5 juta Petani Milenial hingga 2024.

    Pernyataan itu kemudian diamini Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi

    Dedi berujar, Pertama melalui pendidikan Vokasi dan kejujuran mulai dari tingkat menengah hingga pendidikan atas.

    Strategi itu efektif untuk menghasilkan tenaga-tenaga muda andal di masing-masing sektor, Khususnya dibidang pertanian

    "Pendidikan Vokasi ini sudah kami dirikan di beberapa daerah. Ada sepuluh sekolah dan Politeknik pertanian di Indonesia, Diantaranya, di Medan, Bogor, Serpong, Yokyakarta, Malang, Kupang, Manokwari dan lainnya," Ujar Dedi

    "Petani Milenial saat ini banyak meraup hasil dan keuntungan yang melimpah dari bertani. Kuncinya adalah mereka menggunakan Akses Market Internasional dan Komunitas pertanian untuk memasarkan hasil pertanian di dalam dan luar negeri.

    Untuk itu, Petani Milenial harus mampu memanfaatkan peluang Guna mendongkrak Produktifitas," Lanjut Dedi