Anti Vaksin, Facebook Hapus 1000 Lebih Akun Milik Pengguna dan 243 Akun Instagram di Rusia -->

Anti Vaksin, Facebook Hapus 1000 Lebih Akun Milik Pengguna dan 243 Akun Instagram di Rusia

Patung Bernyawa
Rabu, Agustus 11, 2021

    Harianflobamora-Internasional-Aplikasi Jaringan Media Sosial milik Mark Zuckerberg, Facebook, pada hari Selasa (10/8/2021) kemarin, memberitahukan bahwa mereka telah menghapus sebanyak Seribu lebih pengguna di Facebook dan Instagram di Rusia.

    Ilustrasi Facebook di Blokir

    Penghapusan akun-akun itu, terkait dengan sebuah kelompok disana yang mencoba merekrut banyak orang untuk menolak Vaksinasi.

    Mereka diketahui menyebar dan membagikan disinformasi mengenai Covid-19 agar Warganet tidak lagi mempercayai virus itu dan menjadi Anti Vaksin

    Melansir Rauters, sebanyak 1.065 Akun Facebook dan 243 akun Instagram sudah di hapus sejak Selasa (10/8/2021) karena terhubung dengan Fazze, sebuah anak perusahaan periklanan dari Rusian yakni, Adnov

    Menurut  facebook, Fazze diketahui telah meyebarkan Informasi Anti-Vaksin yang sangat menyesatkan untuk membuat warga Rusia menolak Untuk di Vaksin dengan Vaksin Buatan Barat.

    Kini Fazze telah dilarang oleh Facebook untuk terhubung dengan akun jaringan media Sosialnya seperti, Facebook sendiri, Instagram dan WhatsApp.

    Bukan hanya itu, Jaringan anak perusahaan pesaing google Adsense itu diketahui menggunakan pengaruhnya dalam menyebarkan pesan palsu mengenai Vaksin Pfizer dan AstraZeneca

    seperti diketahui sebelumnya, beberapa Perusahaan Media Sosial asal Amerika seperti facebook mendapat kritkkan Tajam dari Presiden Joe Biden karena gagal mengatasi penyebaran Informasi Palsu terkait Vaksin

     Hal itulah yang kemudian membuat Facebook ahirnya menutup sejumlah akun yang bertentangan dan menyebarkan Informasi Palsu terkait Vaksin Pfizer dan AstraZeneca

    Respon Rusia terhadap Tindakan Facebook

    Melansir dari BBC, ada tuduhan dari Politisi jerman bahwa Rusia berusaha menyerang Vaksin buatan Barat untuk kepentingan Negara.

    Atas tuduhan tersebut, Kedutaan Rusia di Inggris merespon dengan mengatakan bahwa Covid-19 sebagai Ancaman Global, sehingga tidak mungkin Rusia mengacaukan Program untuk melawan Virus tersebut

    Namun Facebook dalam keterangan menuduh bahwa perintah Rusia terkait dengan jaringan penyebar Anti Vaksin di Rusia.

    Facebook menuduh, Rusia juga diketahui bertindak aktif dalam pemasaran Vaksin buatan dalam negeri bernama Sputnik-V  sehingga ada potensi untuk menolak Vaksin buatan Barat seperti Pfizer dan AstraZeneca