Aman Dari Sanksi Kemenkes, Harga Tes PCR RS Siloam Masih 1,7 Juta Hingga 21 Agustus -->

Aman Dari Sanksi Kemenkes, Harga Tes PCR RS Siloam Masih 1,7 Juta Hingga 21 Agustus

Patung Bernyawa
Kamis, Agustus 26, 2021

    Harianflobamora.com-Saat pemerintah mengeluarkan ketentuan HET atau Harga tertinggi Tes PCR diluar jawa, ternyata masih ada Rumah Sakit (RS) tetap mengambil kesempatan meraup keuntungan dengan mematok harga tinggi.

    Rumah Sakit Umum RS Siloam Kupang, Masih Berlakukan Tes PCR Melebihi HET hingga 21 Agustus 2021

    Setelah Apotek Bunda di Labuan Bajo Manggarai Barat kemarin, Kini RS Siloam Kupang yang melakukan Hal yang kurang lebih sama. Sama-sama Menyingsarakan Rakyat.

    Pasalnya, RS Siloam tetap memberlakukan tarif tes PCR seharga Rp 1,7 juta hingga 21 Agustus 2021, padalah  Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes) sudah mengeluarkan Surat Edaran Harga PCR di Luar Jawa sebesar Rp 525 Ribu pada 17 Agustus 2021 lalu.

    Kondisi ini tentu sangat menyulitkan Masyarakat yang ingin berpergian keluar NTT, dimana Harga PCR lebih tinggi dari Harga Tiket Pesawat yang mereka Tumpangi.

    Seperti yang terjadi pada seorang Mahasiswi asal Timor Tengah Utara (TTU) bernama Novi Soviana Mau, yang hendak ke Makassar Sulewesi Selatan untuk melanjutkan Kuliah.

    "Ini pertama kalinya saya tes PCR di RS Siloam," Ujar Novi, mengutip dari Katongntt.com, Kamis (26/8/2021)

    Dia menjelaskan, Saat itu, Ia pergi ke rumh sakit Siloam untuk melakukan Tes PCR, setelah sampai RS, Petugas Rumah sakit mengarahkannya untuk mendaftar melalui Aplikasi  MySiloam.

    Novi Melanjutkan, Ada tiga paket PCR yang ditawarkan Dalam Aplikasi itu, Yakni Paket Gold Home seharga Rp 2 Juta, Paket Gold Seharga Rp 1,7 Juta dan Paket Silver atau Reguler seharga Rp 525 ribu

    "Itu yang Rp 525 ribu yang saya Ambil," Jelas Novi

    Setelah mendaftar, Novi lalu mengantri untuk mengikuti Alur Tes PCR yang menurut pengakuannya memakan Waktu 10 hingga 15 menit.

    Untuk Hasil Tes, Lanjut Novi, Baru bisa di Ambil Keesokan Harinya. "Kalau mau Print Out, bisa besok malam kesini Jam 9 (21.00), saat hasilnya sudah keluar. Datang kesini untuk rumah sakit Print Hasilnya," Ujar Novi

    Anehnya, ternyata bukan Harga Reguler yang diambil oleh Novi melainkan Harga Gold sebsar 1,7 Juta, Shingga Dia Harus membayar sesuai harga yang tertera pada Kwitansi.

    Padahal sebelumnya, Novi mengaku, pada Aplikasi MySiloam Ia mendaftar dengan Paket Silver atau Reguler seharga Rp 525 Ribu.

    Kwitansi Pembayaran Dari RS Siloam Kupang.

    Harga PCR Tidak Sesuai Ketentuan Kemenkes

    Harga Tes PCR yang di gunakan RS Siloam Kupang ini sudah berada di luar ketentuan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) yang mulai berlaku sejak tanggal 17 Agustus 2021.

    Mestinya, RS Siloam Kupang mendapat Sanksi seperti yang di sampaikan Dirjen Pelayanan Kesehatan RI Prof Abdul Kadir beberpa waktu lalu.

    Melansir dari Detik.com, Prof Abdul Kadir mengatakan, Seluruh Fasilitas Kesehatan Yang Melayani Tes PCR harus mengikuti HET atau Tarif Tertinggi yang di tetap Kemenkes melalui Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/2845/2021

    Bahkan, Prof Abdul Kadir mengatakan, Pelanggar ketentuan tersebut bisa mengakibatkan Izin Klik akan dicabut.

    "Sejak berlakunya per tanggal 17 itu, tentunya sudah harus dapat sanksi kalau dia masih melakukan hal itu," Ujar Prof Abdul Kadir.

    Prof Abdul Kadir menjelaskan, tidak di benarkan Fasilitas kesehatan menaikan Harga Tes PCR karena menawarkan Hasil yang keluar lebih cepat dari 1x24 Jam. Sebab HET itu juga mengatur hasil Tes PCR keluar maksimal 1x24 jam

    Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Siloam Kupang dr Hans Lie mengatakan, Paket Gold dan Paket Home Gold yang berkisar antara 1,7 hingga 2 Juta sudah ditiadakan.

    "Tidak ada paket lagi yang Rp 1,7 Juta atau Rp 2 Juta," Ujar Hans Lie, Seperti melansir Katongntt.com, Kamis (26/8/2021)

    Namun Hans Tidak menjelaskan Kapan Penghentian Harga kedua Paket itu mulai berlaku. Dia juga tidak menjelaskan Apakah RS Siloam akan mengembalikan Dana Masyarakat yang telah di Ambil melebihi Ketentuan HET.