Ada Warga Sipil Yang Akan Ditahan Pada Kasus Penganiayaan Anak 13 Tahun Di Rote. -->

Ada Warga Sipil Yang Akan Ditahan Pada Kasus Penganiayaan Anak 13 Tahun Di Rote.

Patung Bernyawa
Selasa, Agustus 24, 2021

    Harianflobamora.com-Perkembangan Kasus Penganiayaan Anak dibawa Umur di Kabupaten Rote Ndao kini sudah memasuki Babak Baru.

    Komandan Detasemen Polisi Militer (Denpom) XI/1 Kupang, Letkol CPM Joao Cesar Da Costa Corte Real.

    Komandan Datasemen Polisi Militer (Dandenpom) XI/1 Kupang Letkol CPM Joao Cesar Corte Real, resmi menetapkan Serma MSB dan Serka AODK menjadi tersangka Kasus Penganiayaan Anak dibawa Umur di Kabupaten Rote Ndao

    Letkol Joao Menuturkan, Keduanya akan dikenakan Pasal 351 dan pasal 76c Undang-undang tahun 2014 tentang kekerasan terhadap anak dengan ancaman hukuman maksimal 5 Tahun penjara dan atau Denda 100 Juta Rupiah.

    "Selain Undang-undang pengadilan Umum, Kedua tersangka juga dijerat KUHP Militer," Jelas Letkol Joao, Senin (23/8/2021)

    Hingga saat ini, Menurut Letkol Joao, Baru Dua orang yang sudah di tetapkan menjadi tersangka yaitu Serma MSB dan Serka AODK

    Letkol Joao menyebutkan, kemungkinan Akan ada dari warga sipil yang akan menjadi tersangka. Namun pengembangan kasusnya akan ditangani Kepolisian Polres Rote Ndao.

    "Untuk warga sipil ada juga, tapi nanti dari pengembangan akan kita sampaikan ke Polres untuk di proses hukum juga," Lanjut Letkol Joao

    Seperti diberitakan Sebelumnya, Kedua Tersangka Kasus penganiayaan anak dibawah umur, sudah dipindahkan ke tahanan Denpom Kupang pada, Senin (23/8/2021) kemarin.

    Namun untuk Serma MSB, hingga kini, masih melaksanakan Isolasi Mandiri di RS Wirasakti Kupang karena Yang bersangkutan terkonfimasi Covid-19 hasil Swab Tes. Sementara Serka AODK sudah di tahan di Dempom Kupang.

    Keduanya diamankan Denpom XI/1 Kupang untuk menjalani Proses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku di dalam Tubuh TNI Angkatan Darat.

    Menurut Letkol Joao, Hingga Kini pelaku Masih belum mengakui perbuatannya, Namun Denpom Tetap menahan Kedua Oknum dengan alasan sudah memiliki Bukti dan Saksi.

    "Kedua Pelaku punya Hak untuk tidak mengakui, tapi kita sebagai penyidik punya barang bukti, keterangan saksi dan saksi Korban yang ada," Ujar Letkol Joao.