Spesialis Pencurian HP dan Barang Elektronik di Kupang Ahirnya Ditangkap Polisi -->

Spesialis Pencurian HP dan Barang Elektronik di Kupang Ahirnya Ditangkap Polisi

Patung Bernyawa
Minggu, Juli 04, 2021

    Spesialis sekaligus Bandar Kasus pencurian Barang Elektronik di kupang ahirnya berhasil ditangkap polisi pada kamis, 1 Juli 2021 lalu.

    Spesialis Pencurian Barang Elektronik Mikhael Saka'U Berhasil diamankan Polisi Polres Kota Kupang.

    Sosok tersebut bernama lengkap Mikhael Saka'U (50). Dia ditangkap pilisi di tempat oersembunyiannya di hutan Oekobo, Desa Oelatsala, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.

    Penangkap Mikhael Sendiri bermula ketika polisi berhasil mengembangkan penyelidikan dan menangkap 3 orang penadah hasil curiannya.

    Mikhael diketahui kerap menyantroni rumah-rumah warga untuk mencuri barang-barang elektrinik seperti HP dan Laptop. Yang terbaru, dia juga berhasil mencuri 4 buah handphone milik warga kota kupang.

    Kapolres Kota Kupang, AKBP Satrya Perdana Binti Tarung S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Kota Kupang Iptu Hasry Manase Jaha, Saat di konfirmasi, membenarkan penagkapan pelaku Mikhael Saka'U

    Menurut Hasry, pelaku merupkan Spesialis Pencurian dalam Rumah, dengan lokasi pencurian Pasar Oeba dan Sekitarnya.

    Termasuk juga rumah-rumah warga di seputaran Desa Oelatsala, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.

    "Menurut Informasi dari warga sekitar tempat tinggal tersangka, yang bersangkutan ini (Mikhael Saka'U) sangat meresahkan karena aksi pencurian serta melakukan pengancaman kepada warga sekitar," Jelas Kasat Reskrim seperti dikutip dari Penatimor.com, Minggu (4/7/2021)

    Kasat Reskrim meanjutkan, Setelah melakukan Pencurian, Pelaku menjual barang curiannya dan hasilnya digunakan untuk berpesta minuman keras.

    "Tersangka juga sering berurusan dengan pihak kepolisian di polres Kabupaten Kupang, namun selalu berdamai dengan Pihak Korban," Ujar Kasat Reskrim Kota Kupang

    Namun sepertinya cara Mediasi tersebut sudah bosan dilakukan polisi, pasalnya karena banyak laporan kehilangan barang oleh para korban.